The Future Princess

The Future Princess
Episode 89 / Novel romansa.


__ADS_3

Jika teman-temannya tahu kalau ia dapat hadiah dari Istana, pasti akan tersiar kabar jika ia yang akan menjadi calon tunangan Putera Mahkota Andrea. Apalagi dikalangan bangsawan, gosip seperti ini paling laku dan laris. Dan jika gossip ini sampai ke Istana atau ke telinga Kaisar sekali pun, beliau pasti akan memikirkan kembali kedudukan Selena yang bisa menggantikan posisi Catrin yang hilang.


Ahh rasanya Selena ingin segera menyiapkan diri untuk datang ke Istana dengan disambut oleh Kaisar dan Ratu sebagai calon tunangan Putera Mahkota Agung Skanea, Andrea Bernes Lerman. Maka dengan ini posisi dirinya dan keluarganya akan menjadi lebih kuat dibanding keluarga Dominique.


Ketika ia memikirkan itu seringai liciknya langsung muncul dan mengeluarkan aura ketamakan.


Tidak hanya Selena, putri dari Baron David yang melakukan tea time. Catrin juga melakukan tea time bersama kedua adik kembar Putera Mahkota Felix, setelah mereka sarapan bersama dengan keluarga angkat Catrin. Tea time ini sangat cocok dengan cuaca yang lumayan dingin ini. Sepertinya sebentar lagi Imperial akan memasuki musim dingin. Karna itu mereka mulai menggenakan gaun dan baju hangat yang lumayan tebal.


“Cat. Kau tahu?? belum lama ini aku baru menyelesaikan novel” Ujar Putri Rani sambil menyesap tehnya.


“Wahh benarkah putri??” Tanya Catrin senang.


“Tentu saja. Dan kau tahu ? Ternyata pengarang novel itu berasal dari rakyat jelata dinegeri kita” Wahh baru kali ini mereka tahu bahwa pengarang novel bisa dari kalangan rakyat biasa. Biasanya buku-buku yang mereka baca pasti dibuat oleh seorang bangsawan.


“Kenapa kau suka sih cerita-cerita aneh kayak gitu??” Tanya Pangeran Ren heran. Ia tidak mengerti dimana letak serunya membaca cerita fiksi tersebut.


“Kau tidak tahu rasanya saat kau membaca dan seolah-olah kau ada didalamnya??. Cerita mereka sangat seru dan seperti kisah nyata. Aku bahkan seperti bisa merasakan bagaimana posisi wanita bangsawan itu yang jatuh cinta dengan penjaga istana dari rakyat biasa. Dan mereka harus kencan diam-diam takut akan ketahuan oleh keluarga si wanita” Putri Rani tampak menggebu-gebu menceritakan secara singkat isi cerita novel yang baru saja ia selesaikan secara marathon diistana.


“Mana ada yang cerita seperti itu??. Apa dia mau keluarga si penjaga istana itu dihukum berat karna berani mencintai wanita bangsawan??” Tanya Pangeran Ren tidak percaya.


“Tentu saja ada??. Buktinya ia menceritakannya lewat novel. Kau harus mencoba membacanya dulu, eughh” Kesal Putri Rani kepada saudara kembarnya.

__ADS_1


“Sepertinya cerita itu sangat menyentuh Putri. Apakah saya boleh meminjamnya???” Selera Catrin dan Putri Rani hampir sama. Suka dengan cerita fiksi. Maka dari itu Putri rani merasa cocok dengan Cat dan nyambung kalau membicarakan mengenai novel. Sedangkan saudara kembarnya hanya menyukai buku bertema filsuf dan buku ilmuan lainnya. Dan itu membosankan baginya.


Tenang. Aku sudah membawakannya untukmu. Memang tujuanku kesini ialah meminjamkannya untukmu untuk kau baca” Ungkap Putri Rani senang sekaligus membanggakan diri sendiri.


“Ayo keluarkan bukunya” Perintah Rani kepada dayangnya. Dan buku itu pun diberikan ke tangan Rani lalu selanjutnya diserahkan ke tangan Catrin.


“Putri bangsawan dan penjaga istana”Cat membaca judul novel yang ada ditangannya. Judul yang unik dan strategi


pemasaran yang bagus.


“Dan kau tahu ?? Buku itu tidak diperjual belikan” Ucap Putri Rani yang membuat Catrin terkaget-kaget.


“Benarkah putri???. Wahh ini sangat disayangkan” Tutur Catrin kecewa dan sedih tapi untung saja ia dapat duplikat bukunya jadi ia tidak akan sesedih orang-orang yang tidak mendapatkan buku ini. Memang kekuatan anggota kerajaan mengalahkan segalanya pikir Cat.


“Entahlah. Aku tidak tahu. Aku dengar-dengar dia penulis handal. Tapi dia tidak pernah menjual tulisannya dalam jumlah banyak.”


“Ahh aku ingin sekali bertemu dengannya dan melihat kumpulan-kumpulan bukunya yang aku yakin itu pasti surga dunia” Sambungnya sambil berangan-angan.


“Kenapa kita tidak ketempatnya saja tuan Putri??” Tanya seorang dayang kepada Putri Rani. Dan itu entah kenapa tiba-tiba tidak terfikirkan oleh Putri Rani. Kenapa dia tidak kesana saja untuk bertemu, sementara ia selalu berangan-angan untuk bisa bertemu dengan si novelis romansa tersebut.


“Kalau begitu siapkan kudaku sekarang. Mari kita bertemu dengan novelis terhebat ini” Titah Putri Rani yang disambut bahagia oleh Cat namun disambut kekesalan oleh saudara kembarnya.

__ADS_1


Mereka benar-benar pergi mencari sosok novelis tersebut. Dengan menggunakan mata-mata yang telah ahli dibidangnya dan mencari dimana kediaman yang sudah dieluh-eluhkan itu. Tentunya tidak lupa mereka mengganti gaun santai agar tidak mencolok saat dilihat orang-orang.


Mereka pun tiba disebuah bangunan yang memiliki dua lantai, bangunan yang mungkin bisa dibilang kurang nyaman untuk ditinggali. Dan disinilah keberadaan novelis itu berada.


“Kretttt” Seorang dayang mencoba membukakan gagang pintu tersebut. Saat mereka masuk dan melihat isi dalamnya, yang ada kosong tanpa barang apa pun.


“Hei. Apa kalian benar-benar yakin dia tinggal disini??” Tanya Putri Rani agak jengkel.


“Menurut orang-orang yang saya Tanya benar begitu Putri. Mereka yakin tinggal disini” Kata seorang dayang.


“lalu kenapa rumah ini terlihat tidak berpenghuni??” tambahnya kesal lagi dan itu membuat sidayang mulai takut.


“Kalian siapa da nada perlu apa datang kemari??” Suara baritone itu datang tiba-tiba dari arah pintu lain.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga.


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2