The Future Princess

The Future Princess
Episode 84 / Sisa-sisa kenangan.


__ADS_3

“Catrin, apa kau sudah merasa baikkan sekarang??” Tanya Liliana yang masih berada disana. Begitu pula dengan kedua anak laki-lakinya.


“Sebaiknya kau istirahatlah Cat. Ini masih tengah malam. Dokter baru saja mengatakan kalau kau harus banyak-banyak istirahat” Ujar Banny


“Ia benar. Kau harus tidur kembali.”


“Barlin. Besok pagi tugasmu untuk memberi hukuman kepada pengawal yang menjaga kamar Catrin.” Tambah Liliana kesal.


“Baik ibu” Balas Barlin.


“Biar aku yang menjaga Catrin malam ini” Titah Felix yang membuat semua orang melirik kerahnya termasuk Cat sendiri. “Ahh aku tdak akan melakukan apa-apa padanya. Aku akan beristirahat di Sofa sana” menunjuk sebuah sofa disudut kamar Cat.


Marquess hanya bisa menelain salivanya kesal saat mendengar Felix akan bermalam dikamar Catrin. Tapi apalah dayanya yang hanya bawahan Felix, sedangkan Felix adalah Putera Mahkota kekaisaran. Cat yang terdiam lebih dari apa pun terkejut bukan main. Rasanya ia tidak akan tidur malam ini gumamnya.


Dengan Felix memberi titah bahwa ia akan menjaga Catrin dikamarnya, maka berangsur-angsur pula mereka meninggalkan kamar Catrin dengan hati tidak tenang seratus persen hingga tinggal mereka berdua yang


tersisa dikamar itu.


“Kau tidak perlu gugup begitu Cat. Aku akan tidur disini. Kau beristirahatlah. Jangan perdulikan aku” Ujar felix yang mulai membaringkan tubuhnya diatas sofa panjang. Para pelayan juga langsung menyediakan bantal beserta


selimut disana.


“K-kalau begitu s-saya permisi tidur duluan Yang Mulia!” tutur Catrin mulai membaringkan tubuhnya. Dan perlahan kedua maniknya tertidur karna obat.

__ADS_1


Tengah malam itu Johny harus kembali ke istana karna ada beberapa dokumen yang harus ia siapkan. Sebagai pengawal dan tangan kanan Putera Mahkota, ia juga memiliki tugas Negara yang penting dan pekerjaan itu


semakin menumpuk karna majikannya. Ketika kudanya telah sampai didepan istana. Ia lalu menyerahkannya pada kesatria penjaga untuk selanjutnya dibawa ke kandang.


Ia pun berjalan santai menuju ruang kerjanya yang tidak jauh dari ruang kerja Putera Mahkota. Atau lebih tepatnya bersebelahan dengan tujuan jika Felix membutuhkan Johny maka lebih mudah jika ruang kerjanya dibuat bersebelahan. Johny pun melewati beberapa gedung dan ula termasuk gedung dimana para tamu dari kerajaan Skanea. Saat melewati gedung itu, ia teringat akan sosok Ela yang memberinya obat untuk menghilangkan insomnia.


Johny terfikirkan untuk singgah, namun ia ingat bahwa ini sudah tengah malam. Wanita itu pasti sudah terlelap tidur diatas ranjangnya. Ahaha, apa sih yang ia fikirkan disaat seperti ini??. Johny kembali berjalan hingga langkahnya terhenti oleh suara seseorang.


“Tuan kesatria Johny??” Panggil Ela yang tidak sengaja bertemu. Dan Johny pun langsung melihat kearah siempunya.


“Apa nona tidak bisa tidur lagi??” Johny bahan lupa memberi salam kepada Ela??.


“Saya kesulitan tidur tuan kesatria” Ela memperhatikan baju zirah yang berbeda dari sebelumnya yang melekat ditubuh Johny.


“Ahh saya baru saja menemani Yang Mulia Putera Mahkota ke kediaman Marquess. Sekarang beliau menginap disana malam ini karna tidak mungkin untuk beliau pulang ke istana” Tentu saja Johny tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya dihadapan Ela sebagai orang Kekaisaran Skanea yang memiliki misi dalam pencaharian Catrin.


“Saya tidak sengaja melihat tuan kesatria melihat kesalah satu jendela mansion ini?? Apa tuan hendak mencari seseorang??” Tanya Ela lagi.


Dalam hati Johny berkata bahwa ialah yang ia cari. “hhmm sebenarnya saya tiba-tiba teringat nona Ela. Saat itu nona Ela memberikan saya obat untuk menghilang stress dan penat. Saat saya meminum obat itu badan saya kembali bugar dan saya tidak insomnia lagi. Apakah nona Ela memiliki obatnya lagi?? Karna obat itu tiba-tiba hilang sebagian dari laci kerja saya”


Ela memperhatikan kalimat Johny dengan seksama namun imut dimata Ela.


“Mungkin saya lupa menaruh obat itu dimana, jadinya hilang” Tutur Johny. Padahal obat itu masih tersisa banyak dikamarnya.

__ADS_1


“Apa tuan kesatria susah tidur lagi??. Sebenarnya saya tidak memiliki banyak karna itu persediaan untuk para kesatria kami selama disini. Jika tuan mau saya harus meraciknya terlebih dahulu. Hanya saja saya harus mencari beberapa tanaman herbal” Dan sialnya ia tidak tahu daerah ini hingga ia harus pergi kearah hutan untuk mencari beberapa tanaman disana.


“Apakah nona bisa meraciknya sekarang??” Kalimat Johny terkesan memaksa namun dengan penekanan lembut. Sementara Ela mulai bingung dan stress sendiri.


“Tuan kesatria, saya harus mencari tanaman herbal dihutan. Saya tidak mengenal daerah ini Apakah tuan kesatria bisa memberikan saya peta lokasi menuju hutan. Saya akan mencarikannya bersama salah satu kesatria saya” Ungkap Ela yang langsung dibalas oleh Johny.


“S-saya bisa menemani nona kehutan. Jika nona hanya pergi dengan kesatria nona yang sama-sama belum mengenal wilayah ini, saya rasa nona akan gampang tersesat.” Alibi Johny yang kalau dipikirkan dengan logika memang benar menurut Ela. Jika pergi dengan kesatria yang sama-sama belum mengenal Negara lain maka itu akan lebih sulit dan pasti akan tersesat sewaktu-waktu.


“Ahh benar juga tuan kesatria. Tapi apakah tuan kesatria tidak sibuk?? Saya takut akan menyita waktu anda” Ujar Ela


“Nona tenang saja. Saya akan meminta izin kepada Yang Mulia Putera Mahkota Felix. Beliau pasti mengizinkannya. Meski pun perawakkan beliau seperti itu dan kekanakkan, beliau tidak akan euhhh” Johny bingung melanjutkan kalimatnya. Entahlah itu kalimat ejekkan atau pujian.


“Yahh pokoknya beliau pasti memberi izin” Sambung Johny. Sementara diseberang sana seseorang menggaruk-garuk telinganya tanda ada yang membicarakannya.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga.


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2