
“Sepertinya kau baru saja menerima surat ya tuan kesatria” Ejek Felix yang membuat Johny sedikit kikuk. “Ahh i-ini hanya surat yang tidak penting Yang Mulia” Balasnya kikuk.
“Ooh begitu. Apakah sesenang itu tuan kesatria membacanya??. Ah aku penasaran itu dari wanita mana hingga kau sampai berguling-guling diatas ranjang dan tidak menyadari keberadaanku??” Pagi itu menjadi hari yang sedikit
memalukan bagi Johny. Ia ketahuan membaca surat. Ya memang itu bukanlah hal terlarang karna itu hanya balasan surat yang tidak perlu dipermasalahkan. Johny hampir tersenyum seketika, dan sesaat itulah ia segera menahan senyumannya karna ia masih berada dijangkauan Putera Mahkota didalam kamarnya.
Dan entah ada angin apa Putera Mahkota tersebut tiba-tiba datang ke kamarnya tanpa memberitahu sebelumnya.
“Ada apa pagi-pagi Yang Mulia datang ke kamar saya??” Tanya Johny.
“Ahh aku hanya mampir sebentar karna tumben sekali kesatriaku tidak kelihatan diruang kerjaku, sementara aku sudah lebih dulu datang.”
Ohh matilah sudah pikir Johny terlupa. Harusnya ia pagi ini laporan terlebih dahulu atau sekedar menyetor wajahnya dihadapan Yang Mulia tanda bahwa ia masih hidup sampai saat ini.
“Aku pikir kau sudah mati tuan kesatria makanya aku sempatkan datang kemari. Rupanya kau terlihat sedang bahagia” Ujar Felix menyindir.
“Maafkan saya Yang Mulia. Saya pantas dihukum mati” balas Johny merasa bersalah, tapi ia juga tidak mau mati konyol ditangan Putera Mahkota karna ia masih ingin melihat senyum Ela termasuk memiliki wanita itu.
Pagi ini aktifitas rutin kembali dimulai. Catrin telah memiliki jadwal resmi sebelum memasuki istana. Banny masih setia mengajari Catrin sampai ia mendapat guru tutor yang cocok. Catrin mengelilingi lapangan Kuda dengan kuda miliknya. Hari ini ia mulai terlihat ada perkembangan. Ia sudah mulai bisa mengatur laju kudanya sedikit kencang. Asalkan ia focus.
“Bagus Catrin. Kau harus menyeimbangkan laju kudamu. Punggungmu tetap seperti itu.” Teriak Banny dari sudut lapangan. Banyak kesatria tiba-tiba muncul tanpa diundang. Dan Banny merasakan gelagat aneh. Ia melirik kiri dan kanan lalu depan dan belakang.
“Apa mereka memiliki jadwal berkuda??” Gumam Banny bingung. Ia pun mengelus dagunya yang tidak memiliki janggut dengan mimik bingung.
__ADS_1
“Ayo semangat nona” Teriak salah satu kesatria yang membuat Banny terhenjak kaget, sialan pikirnya.
“Ayo nona” Teriak kesatria lainnya dan begitulah selanjutnya Cat mendapat sorakkan semangat. Dan itu membuat Banny bergidik ngeri dan heran. Ternyata Cat lumayan terkenal dikalangan para kesatria yang bekerja dikediaman Marquess. “SE MA NGAT” Dan lama-kelamaan teriakan sorakkan itu seperti yel-yel.
Cat yang mendengar pun sedikit tersentuh, ia meringankan laju kudanya sambil melempar senyum ke semua kesatria yang memberinya semangat.
“Terima kasih” Dan itu membuat semua kesatria mimisan berjemaah.
“Arghhhh” Banny mengeluarkan aura kepanasan setelah melihat reaksi para kesatria yang berlebihan.
“Apa yang kalian lakukan???” Tanya Banny dengan intonasi tekanan yang suram. Dan itu awalnya tidak didengar oleh semua kesatria karna suara teriakan mereka sangat mendominasi area tersebut sehingga suara Banny seperti suara tikus yang mencari makan.
“YAaaaaaaaa.” Teriak Bannya lebih keras dan itu sukses membuat seluruh kesatria yang mendengarnya terhenjak kaget dan diam.
“Kalian lari kelilingi seluruh mansion ini sebanyak 100x terhitung dua jam. Jika ada yang telat salah satunya kalian ulang kembali sebanyak 100x juga.”
“Haa??” Mereka cemas. Ternyata mereka mendapat hukuman.
“Kenapa??. Kurang??. Oke lari 200x kalau begitu,” Para kesatria menggeleng-geleng “Sekarangggg” Dan semua para kesatria terbirit-birit lari mengelilingi mansion sebanyak 200x. Bisa dibayangkan ukuran betis mereka
akan membesar setelah ini, itu pun jika salah satu dari mereka tidak terlambat, jika terlambat maka ukura betis akan besar 2x lipat.
“Hahahaha” Cat tertawa terkekeh-kekeh melihat aksi kakaknya yang menghukum semua kesatria tersebut.
__ADS_1
Cat melambatkan laju kudanya dan mendekati Banny yang sedang kesal. “Selamat pagi nona Cat dan tuan muda Banny. Pangeran Ren dan Putri Rani datang berkunjung nona” Ujar Jenni yang datang dari arah kediaman dengan menundukkan sedikit tubuhnya.
“Aahh sepertinya aku harus cepat-cepat menemui mereka.” Banny sedikit speechless dengan sosok Cat yang selalu didatangi oleh anak keluarga kerajaan itu. Padahal biasanya orang-orang bangsawan lah yang datang berkunjung ke istana.
“Apakah kakak boleh bergabung??” Tanya Banny yang hampir tertinggal jauh dan sedikit berteriak. “Ayo kak. Aku akan menunjukkan sesuatu pada kakak. Kakak pasti suka” Ujar Catrin menjawab dengan sedikit menaikkan intonasi nada karna jarak mereka yang agak jauh memang.
“Saya menghadap Yang Mulia Pangeran dan Yang Mulia Puteri” Cat dan Banny memberi salam kepada kedua adik kembar Putera Mahkota Felix tersebut. Cat memperhatikan buku-buku yang berada diatas mejanya yang dipakai untuk tea time oleh kedua adik kembar tersebut.
“Buku??” Tanya Banny penasaran saat melihat seonggok buku. “Selamat Pagi calon kakak ipar ku dan selamat pagi tuan Banny. Yup ini adalah kumpulan buku yang aku ambil dari pustaka mini milik Lucas kecil dan Ayahnya tuan Mario.”
Putri Rani meraih salah satu novel dan memperlihatkannya kepada mereka. “Ini adalah sampel novel yang akan diterbitkan besok.” Novel yang bertuliskan Putri bangsawan dan penjaga istana itu telah rampung dan akan diterbitkan segera. “Rencananya aku akan mengajakmu kesana untuk melihat proses akhir sampai buku-buku ini diedarkan”
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.
__ADS_1