
“Pangeran dan Putri datang pagi-pagi kesini apa karna merindukanku??” Tanya Cat senang.
“Tentu saja. Terakhir kita bertemu saat pesta diistana. Saat itu kami tidak bisa mendekatimu karna banyak bangsawan yang melihat. Terlebih ada Ibunda Ratu, beliau pasti mengomel kalau kami bergerak dari kursi sedikit saja” Ungkap Pangeran Ren dengan ekspresi sedih.
“Mana mungkin kami merindukanmu??. Kau tahu kenapa kami disini, itu karna kita adalah teman. Teman harus saling menjenguk satu sama lain” Ungkap Putri Rani sambil membuang muka. Memang lain dimulut, lain pula dihati pikir Catrin tidak tahan melihat betapa menggemaskannya mereka berdua ini.
“Hei kenapa kau tidak jujur saja. Kau kan yang paling bersikeras mau datang kesini. Kenapa ceritamu jadi berbeda saat tiba disini??” Teriak Pangeran Ren kesal sekaligus mengejek kembarannya yang lain dimulut lain dihati.
Putri Rani pun kesal dengan adik kembarnya yang tidak sejoli dengannya. “Awas saja kau nanti saat tiba diistana. Akan ku tantang kau duet memanah” Pikir Putri Rani licik yang memang keahlian unggulnya adalah memanah dan berkuda. Sementara bulu kuduk Pangeran Ren tiba-tiba naik. Serasa ada yang ingin menerkamnya, uhh menakutkan!.
Putri Rani melirik kesana kemari disekitaran kamar Cat yang lumayan luas dan sebenarnya baru kemarin ia pindah kamar setelah sebelumnya kamarnya diperbaiki dan diperluas oleh Marquess. Ia tampak mencari seseorang yang biasa lengket dibelakang Putra Mahkota Felix bak lem setan.
“Dimana kesatria yang biasa menempel pada kakak Baginda seperti lem itu??” Tanya Putri Rani masih dengan mencari keberadaan Johny sambil menyapu penglihatan ke segala arah. Dan Pangeran Ren pun juga ikut-ikutan mencari dan melirik kesana kemari sambil melepas pelukannya tiba-tiba dan itu membuat Cat terkejut ringan.
“Ahh barusan dia meminta izin padaku untuk menemani salah satu tamu kerajaan lain kesebuah tempat. Mungkin akan butuh seharian katanya” Felix merasa curiga kepada Johny. Padahal malam itu ia menyuruhnya lembur bagai kuda menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda dan cukup banyak setelah itu pagi butanya ia datang meminta izin dengan alasan membawa salah satu tamu kerajaan Skanea itu mencari sesuatu.
Tumben sekali disaat kondisi itu ia bela-belain untuk keluar. Padahal ia butuh istirahat sebentar setidaknya dua jam, pikirnya.
Apa jangan-jangan ia pergi kencan??. Tapi kan dia tidak punya hati. Mana mungkin dia menyukai wanita. Pengemis yang berpura-pura minta uang saja dia tebas, apalagi wanita??. Felix seperti beradu dialog sendirian dalam pikirannya, hingga ia tidak menyadari semua mata melirik kearahnya.
”Ehemm kakak baginda!!” Panggil Putri Rani membuyarkan lamunan Felix.
__ADS_1
“ya?!” Balas Felix yang hampir terhenjak kaget.
“Bukankah seharusnya kakak kembali ke istana??. Bukankah katanya kakak Baginda pagi ini akan bertemu dengan Duke Valency dari kerajaan Manoka?. Beliau pasti menunggu anda saat ini” Putri Rani berhasil membuat Felix tidak dapat berkata apa-apa. Anak itu selalu saja tahu jadwal tentang dirinya yang tidak pernah habis ini. Mungkin ia dukun, pikir Felix kegelian.
“Hhmm baiklah, tolong sampaikan kepada Marquess dan istrinya kalau aku kembali ke istana. Sampaikan salam maafku karna tidak bisa ikut sarapan bersama keluarga Marquess.” Jawab Felix dan ia bangun dari duduknya berjalan menuju pintu diikuti beberapa dayang dari istana yang datang menjemputnya bersama beberapa kesatria. Terlihat jelas aura berbeda yang terpancar dari pewaris kerajaan selanjutnya.
“Cat. Aku akan datang kembali besok. Jangan lupa istirahat” Felix tiba-tiba berhenti sambil memberi perhatian kepada Catrin. Hanya saja apakah itu perintah atau bentuk perhatian??. Dan ia kembali melangkah, berlalu dan menghilang dari balik pintu.
“Salam hormat kepada Putera Mahkota Felix. Semoga anda selamat sampai istana” Catrin dan yang lainnya langsung memberi salam kepada Putera Mahkota tersebut saat kepergian beliau.
Putri Rani berbalik kearah Cat setelah ia melepaskan lirikannya dari Putera Mahkota yang telah menghilang dari balik pintu.
Dan dipagi itu pula Johny datang menjemput Angela didepan kediaman mansion sambil membawa kudanya beriringan tanpa menaikinya terlebih dahulu. Saat ia sampai didepan. wujud Ela belum tampak. Mungkin ia masih bersiap-siap pikirnya. Namun semenjak malam itu ia tidak dapat tidur karna menyelesaikan pekerjaan yang luar biasa banyaknya hingga ia hanya tertidur satu jam.
“Ahh lelahnya” gumamnya disela-sela saat menunggu kedatangan Ela.
Hingga yang ditunggu pun terlihat keluar dari bibir pintu.
“Selamat pagi nona Ela. Apakah tidur anda nyenyak??” Salam Johny langsung kepada Ela sambil melingkarkan sebelah tangannya ke bahu kiri.
“Selamat pagi juga tuan kesatria Johny. Saya tidur cukup nyenyak. Terima kasih perhatiannya tuan” Dan terangkatlah kedua sudut bibir Ela setelah itu.
__ADS_1
Ela sedikit bingung dengan keberadaan satu kuda yang berada disisi kesatria Johny.
“Kenapa pengawalku tidak membawakan kudaku??. Ahh maaf tuan kesatria Johny. Saya harus memberi tahu pengawal saya untuk membawakan saya kuda. Kebetulan kemarin kudanya mereka yang bawa ke kandang, tapi saya juga bingung dimana letaknya. Tunggu…” Ela berbalik badan dan.
“Ahh nona Ela maaf. Bukankah saya bilang tadi malam untuk menaiki kuda bersama saya??” Johny segera memotong kalimat Ela yang membuat siempunya terdiam berdiri sambil memikirkan dengan seksama. Lalu ia pun
memutar kembali tubuhnya pelan-pelan kearah Johny sambil tetap memikirkan kembali kalimat Johny tadi malam.
Ahh sial, ia baru mengerti maksud kesatria Johny yang menawarkan diri bersama kudanya. Dengan artian menaiki satu kuda bersama kesatria tampan itu. Oh tidak rasanya jantung Ela akan melompat dari sarangnya. Dan anehnya ia hampir salah tingkah setelah itu.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga.
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.
__ADS_1