
“Menghabiskan waktu bersama??. Seperti apa itu??” Tanya Andrea dingin bercampur bingung. “Ya seperti makan bersama, Jalan-jalan, mendengarkan apa yang ia keluhkan, memberinya nasehat dan dukungan” Hal-hal yang disebutkan oleh Shane tidak ada dalam kamus besar Andrea. Hanya saja ia sudah melakukan makan bersama dan itu sudah dilakukannya dari kemarin.
“Kau tahu kan kalau hal itu tidak pernah ku lakukan bahkan dengan siapa pun. Kecuali makan bersama. Aku sudah melakukannya akhir-akhir ini” Tutur Andrea. “Tapi Yang Mulia, jika Yang mulia hanya melakukan hal itu saja, itu masih belum cukup. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar membuat wanita itu nyaman dengan Yang Mulia”
Andrea mulai berfikir sedikit keras sambil memejamkan ringan kedua matanya. Ia mulai berfikir yang dimaksud Shane yang sebenarnya ia tidak begitu paham.
“Yang Mulia bawa saja Tuan Putri jalan-jalan keluar istana, pasti beliau menyukainya. Putri sangat jarang keluar istana karna posisi dan keselamatan beliau.”
“Aku kan kuat, aku bahkan bisa membunuh 50 prajurit sendirian saat kita perang dengan kerajaan Zendervel yang sekarang sudah menjadi bagian dari Skanea” Shane serasa ingin menepuk jidatnya saat beliau tiba-tiba memotong pembicaraannya. “maka dari itu, Yang Mulia harus membawa Tuan Putri ketempat yang ia sukai”
“Toko perhiasan dan butik. Pasti itu yang disukai para wanita bangsawan kan ?” Tambah Andrea memotong kembali dan itu sukses membuat Shane sedikit kesal dan menahan kekesalannya sekuat tenaga. “Yang Mulia. Tuan
Putri tidak kekurangan sehelai gaun dan perhiasan permata. Yang Mulia cukup mengajaknya jalan-jalan seperti yang dilakukan rakyat biasa. Contohnya kepasar dan membeli jajanan, berkuda berdua, nonton festival berdua, nonton cerita rakyat.”
Setelah melalui perdebatan yang sangat sengit antara Putera Mahkota Andrea dan pengawalnya Shane. Maka diputuskanlah bahwa Andrea akan mengajak Cat jalan-jalan seperti yang dikatakan Shane.
“A a-apa Y-yang Mulia???” Cat terbata-bata mendengar kalimat Andrea yang sulit dicerna akal sehatnya. Andrea mengajaknya jalan-jalan keluar istana. Dan seorang dayang pun juga membawa pakaian biasa beserta jubah untuk penyamaran. Cat sedikit membuka mulutnya tak percaya. “Ganti lah pakaianmu dang anti dengan yang ini, aku sudha pilihkan pakaian yang tidak akan membuatmu terlihat mencolok dan aku pun juga sudah mengganti pakaianku” Jelasnya sendiri yang mendapat tatapan heran dari Cat saat melihat pakaian yang dikenakan Andrea dari ujung kaki sampai ujung kepalanya.
__ADS_1
Bagi Cat, mau pakai pakaian apa pun, tetap saja wajah pria ini tetap mencolok. “S-saya akan segera menggantinya Yang Mulia” Jawab Cat sambil mengundurkan diri yang pada saat itu mereka bertemu diluar kamar Cat.
Selagi menunggu Cat berganti pakaian, Andrea turun untuk melihat kondisi kuda yang akan ia tunggangi bersama Cat. Kuda hitam gagah kesayangannya telah menanti dibawah, tepatnya didepan kediamannya. Dengan beberapa orang dayang, pelayan dan kesatria yang berbaris didekatnya dengan pandangan sedikit menduduk menandakan bahwa mereka tengah melayani seorang penguasa.
Andrea mngelus-ngelus leher dan perut kuda kesayangannya yang belum lama ini ia pakai saat pergi menuju kekaisaran Imperial.
“Yang Mulia Putri tibaa” teriak seorang pengawal yang membuat Andrea melirik kearah bersangkutan. Andrea sedikit terkejut melihat rupa Cat ketika memakai baju ala-ala rakyat biasa “Kenapa kau tidak berubah??” Tanya Andrea yang membuat Cat sedikit terkejut plus takut.
“M-memangnya kenapa Yang Mulia?” Tanya Cat tidak mengerti. Yang membuat Cat jantungan lagi yakni Andrea tetap saja seperti memarahinya.
“Kau aahhh” Andrea bingung mau berkata apa sambil menaikkan sebelah tangannya.
Blushhhhhhh……
Suhu tubuh Cat naik 180 derajat. Wajahnya memerah bak kepiting rebus. Kedua matanya membulat sempurna. Dan semua yang mendengar disekitar mereka terkejut tak terkira. “Y-yang Mulia !!!” Cat pun tidak tahu
harus berkata apa kecuali hanya mampu memanggilnya dengan tidak sengaja.
__ADS_1
“Ayo kemarilah” Tutur Andrea dan Cat pun berjalan mendekati Andrea. Saat Cat telah berada didekat Andrea, ia pun menaikkan dan menutup kepala Cat dengan jubah tersebut. Cat tampak berusaha menahan nafasnya saat didekat Andrea. Tampak rambut-rambut kecil mulai menyibak diwajah Cat dan tangan Andrea pun reflek merapikannya dan menyimpannya dibalik telinga Cat. Tampak daun telinga Cat memerah dan itu membuat Andrea tersenyum sekilas.
Mereka pun akhirnya mulai meninggalkan istana dan perlahan-lahan hilang ditelan jarak. Cat merasa tertekan. Pasalnya jarak ia dengan Andrea begitu dekat bahkan tubuhnya menempel pada Andrea. Ia tidak bisa bernafas dengan normal dan sering kali ia harus menahan diri, menahan diri karna bau tubuh Andrea yang membuat jantungnya tidak sehat.
“K-kita akan pergi kemana Y-yang Mulia?” Tanya Cat karna sedari tadi ia tidak tahu kemana arah tujuan mereka saat ini. “Aku ingin meninjau pusat kota. Sudah lama aku tidak melihat rakyatku dari dekat” Bisik Andrea disela-sela deru nafasnya yang membuat Cat berdebar. “Aku mohon jangan berbisik dengan gaya seperti itu. Jantungku seperti akan meledak mendengarnya” Batin Cat tersiksa.
Andrea bahkan menikmati sambil terus memacu lari kudanya. Inilah bau wangi yang selama ini ia rindukan saat terciptanya rumor palsu kematian Cat. Bau wanita dihadapannya ini sangat berbeda dengan bau wangi menyengat para wanita bangsawan yang selalu datang menempel pada dirinya. Saat ia terbaring sakit dan tidak mandi selama berhari-hari saja, bau tubuhnya tetap wangi.
Lari pacu kuda sedikit melambat ketika mereka memasuki area perkotaan padat penduduk yang lumayan jauh dari istana Kaisar. Semakin terlihat pula banyaknya orang yang lalu lalang disekitar sana. Pusat perkotaan Skanea adalah letak jantungnya kekaisaran, karna disinilah pasar transaksi bisnis berskala besar yang hanya meramaikan pasar industry menengah keatas. Pasar ini termasuk pasar modern yang kebanyakan terlihat hanya kaum bangsawan atas yang berbelanja disana.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.