
Malam ini, Cat bersama tunangannya dinner bersama. Tidak ada obrolan ditempat itu. Sunyi dan dingin, begitulah suasana yang dapat digambarkan saat itu, hanya suara gesekan piring dan sendok yang menjadi suara pelengkap dimalam yang terasa mencengangkan bagi para pelayan yang berada diarea itu.
(Aku benci situasi seperti ini. Entah kenapa Tuhan memberinya nasib yang buruk untuknya. Dia tidak sebanding dengan Pangeran Ernest. Aku jadi ingin menemuinya malam ini. Baiklah, setelah makan ini berakhir, aku akan menemuinya) Ia mulai mengutuki nasibnya.
Tang….
Suara sendok terhempas diatas piring Andrea membuyarkan suasana seketika. Seperti ada yang membuat moodnya kesal dan melampiaskannya saat itu juga. (Apa barusan dia marah?? Apa jangan-jangan dia bisa baca isi
pikiran orang??)
Andrea menghentikan rutinitas makannya dan bangun dari atas kursinya. Tatapan dinginnya masih tetap intens diwajahnya menyapu keheningan yang begitu kikuk didalamnya. Ia pun segera bangun dan lekas berjalan meninggalkan meja makan melewati Cat yang masih focus dengan hidangan lezat dihadapannya. Walau pun ia tertekan barusan karna tiba-tiba Andrea menghempaskan sendoknya, ia harus bisa menyeimbangi mimik wajahnya agar tak terlihat takut dihadapan Andrea.
Setelah Andrea pergi diiringi oleh Shane yang berada dibelakangnya, ia pun juga ikut menghentikan aktifitas makan malamnya lalu terdiam sesaat. Begitu ia melihat tatapan nanar Andrea yang dingin membuat dadanya sesak. Pria itu selalu saja begitu terhadapnya. Jika saja ia bisa memohon kepada baginda Raja untuk menghentikan pertunangan ini, tapi sayangnya jika itu ia lakukan, maka bisa mencoreng nama baik kerajaan dan terutama
keluarganya.
Tidak pernah dalam sejarah Skanea membatalkan pertunangan kecuali hal-hal tertentu misalkan melakukan kejahatan yang dapat merusak reputasi kerajaan, atau didalam keluarganya ada pengkhianat/pemberontak
maka pertunangan harus dibatalkan. Tapi didalam semua itu, nama keluarganya baik-baik saja. Bahkan nama keluarganya sangat terpandang dan disegani oleh orang-orang termasuk rakyat Skanea.
“Huuffttt” Cat menghembuskan nafas gusar. Ia lalu bangkit dari duduknya yang langsung mendapat salam hormat dari para pelayan yang berjejer menunggunya dan pelan-pelan berjalan meninggalkan area ruang makan. Dadanya sungguh sesak. Bahkan irama jantungnya mulai berbunyi tak sesuai dan lebih cepat. Ia hanya ingin menghampiri Pangeran Ernest di kediamannya.
“Aku akan menemui Pangeran Ernest, tinggalkan aku sendiri” Pintanya kepada Henry yang saat itu mengikuti langkahnya dari belakang.
__ADS_1
“Maaf Tuan …”
“Aku tidak akan lama, kau beristirahatlah” Cat langsung memotong kalimat Henry.
Henry tak dapat berbuat banyak, namun karna ia disumpahi dan bersumpah untuk melindungi Cat, maka ia akan menjaga Cat dari jauh agar ia tetap terjaga dari bahaya apa pun.
Cat berdiri diantara tanaman-tanaman setinggi ukurannya ditaman sebelah kamar Ernest.
“Tuan Putri?” Panggil Ernest dari belakang yang membuat si empunya melihat kearah sumber suara yang memanggil lembut namanya. Kedua sudut bibirnya tertarik ketika melihat wanita yang ia cintai menunggunya
didinginnya malam. Cinta terlarangnya kepada seorang Putri dari kerajaan sebelah yang berstatus tunangan Putra Mahkota. Ini kesalahannya karna menginginkan wanita yang salah.
Cat pun ikut tersenyum melihat Pangeran Ernest yang selalu lembut dan menyibakkan senyuman indah diwajahnya. Sayang, Jika ia bukan tunangan Andrea, mungkin lelaki yang ia inginkan adalah Ernest. Namun, itu
Senyuman indah dari bibirnya yang sebelumnya ia balas dari Ernest berubah langsung jadi isak tangis. Buliran bening dari kedua matanya mulai jatuh menetes mengabseni kedua pipinya yang merah merona bak buah peach. Ernest terkejut dan segera lebih dekat dengan Cat.
“Cat, kau kenapa??” Tanya Ernest bingung. Ia lalu memeluk Cat. Menyandarkan wajah itu didadanya untuk selanjutnya menangislah dikedua dada bidangnya.
“hhuuhuu hiks” Cat meluapkan emosinya dipelukan Ernest. Menjatuhkan seluruh air matanya menumpahi baju kekaisaran milik Ernest. Hati dan jantungnya tersulut dan perih ditikam Andrea. Bagaimana pria itu selalu berhasil membuat hatinya luluh lantak dengan sikap dinginnya yang menakutkan bagi Cat. Cat terus terisak dipelukan Ernest, hingga mata-mata yang dari jauh melihatnya pun ingin menghentikan interaksi mereka yang mungkin tidak
pantas. Andrea dan Henry sama-sama saling mengutuk. Henry ingin menghentikan mejikannya namun ia baru saja berjanji untuk tidak memperlihatkan dirinya saat ini. Sementara Andrea dari tempat berbeda juga ikut mengutuk dan kesal melihat mereka berdua.
Kedua tangan Andrea mengepal. Padahal tujuannya tadi ingin merilekskan pikirannya, namun bukan ingin merilekskan pikirannya namun semakin bertambah tersulut emosi ketika melihat pemandangan dua sejoli
__ADS_1
dibelakangnya.
Setelah puas berpelukan, mereka pun saling melepaskan diri dengan pelan-pelan. Ernest pun memberanikan diri untuk kembali menanyakan perihal apa yang membuat Cat seperti ini. Tebakannya pasti tentang Andrea
kembali. “Cat, apa yang terjadi denganmu? Katakanlah, jangan disimpan sendiri seperti itu” Ujarnya intens memandangi Cat dari dekat.
“Apa karna Yang Mulia lagi?” Sambungnya kembali yang mendapat respon anggukan pelan dari Cat. Melihat jawaban Cat yang sama persis dengan dugaannya membuat hatinya terenyuh kembali. Sayang sekali ia tak punya
kekuatan untuk mengeluarkan Cat dari situasi ini. Ia hanya bisa mengutuk takdirnya yang menyedihkan tak bisa menyelamatkan orang yang dicintainya.
Cukup lama mereka saling bertemu dan curhat. Ernest pun mengantar Cat menuju paviliunnya dimana ia tinggal. Saat mereka berjalan beriringan dan mulai saling tersenyum, langkah mereka terhenti mendadak. Kedua wajah mereka pias saat melihat sosok Putra Mahkota Andrea dihadapan mereka. Seperti sedang tertangkap basah, keduanya hanya bisa mengucapkan salam kepada
Andrea.
“Salam kepada Putra Mahkota Agung Skanea” Ucap mereka bersamaan yang langsung dibantah oleh Andrea.
“Apa kalian baru saja bertemu dan melepaskan rindu?” Kalimat Andrea merupakan sambaran petir disiang bolong. Bagaimana tidak. Ia sangat spontan dan ringan menyatakan kalimat itu dihadapan Ernest disampingnya. “Wajah kalian seperti baru saja tertangkap basah olehku. Apa kalian diam-diam selalu seperti ini? Apa kau berselingkuh dibelakangku Cat?” Tanya Andrea dingin, percayalah. Mimik wajah Andrea begitu lebih menakutkan ketimbang saat
makan malam tadi. “Tidak seperti itu Yang Mulia. Saya hanya kebetulan lewat dan bertemu Pangeran Ernest ditaman. Kami pun berbincang-bincang sebentar. Dan Pangeran Ernest pun mengantar saya kedalam” Bela Cat dihadapan Andrea.
*Jangan lupa like dan komennya ya. Trims.
Bersambung
__ADS_1