The Future Princess

The Future Princess
Episode 80 / Berdengung.


__ADS_3

“Yang Mulia, saya mohon maaf sebelumnya. Lebih baik kita tanyakan saja bagaimana ciri-ciri wanita tersebut. Kita juga tidak bisa diam begitu saja. Jika memang yang mereka cari adalah Catrin yang selama ini berada disekitar kita, maka kita harus melepasnya. Dia adalah calon Ratu masa depan sebuah kerajaan. Kita akan dianggap memulai perang jika ketahuan menyembunyikan dia”


Pagi yang indah itu kembali datang menghampiri setiap insan. Cat senang tak kepalang saat mendengar Putera Mahkota Felix datang menemuinya dikediamannya. Ia berlarian mengejar Felix yang sedang berada diruang kerja


Felix. Rasanya semua kerinduan telah berkumpul dan bergumpal menjadi satu dan ukurannya semakin lama semakin besar hingga hampir memenuhi dan akan meledak jika tidak disalurkan.


“Nona jangan berlarian begitu.” Jamilah, Clara dan Jenni ikut berlarian mengejar Catrin.


“Ayo kejar aku” Balas Catrin menantang ketiga pelayannya.


“Jangan begitu nona” Ungkap Jamilah ngap-ngapan.


Langkah tergesa-gesa Catrin seketika terhenti begitu saja. Ada yang berhasil membuat gadis cantik itu terdiam dan mulai terpana akan sesuatu.


“Selamat pagi Nona Catrin” Sapa Felix tatkala tidak sengaja mereka bertemu disebuah lorong yang tidak jauh dari ruang kerja Marquess Franklin.


“Salam saya kepada Yang Mulia Putera Mahkota Fe…” Tubuh Cat serasa ditarik kencang dan ia pun menabrak sesuatu yang begitu kekar. Padahal salamnya belum usai saat itu. Namun serangan itu berhasil membuat rona wajah Catrin memerah dan ketiga pelayan Cat terkejut senang sambil serentak menutup mulut mereka yang tidak sengaja menganga sempurna.


“Y-yang mulia” Panggil Catrin gemetar.


“Tiga hari aku tidak bertemu denganmu aku sudah hampir gila. Apalagi jika aku tidak bertemu denganmu selamanya. Mungkin aku akan mati setelah itu”


Ini adalah gombalan paling termahsyur yang pernah Catrin dengar dari mulut Felix. Tapi yang benar saja, Catrin suka dengan gombalan itu. Apa adalagi yang lebih hebat dari gombalan itu pikirnya.


“S-saya juga merindukan Y-yang mulia” Balas Catrin yang membuat seutas senyum terpancar dari sudut bibir Felix. Seolah-olah dunia hanya milik mereka berdua saja sedangkan yang lain hanya menumpang dan artinya Felix tidak memperdulikan orang-orang disekitar sana.

__ADS_1


Akhirnya Felix mendapat gayung bersambut. Ia bahagia lebih dari apa pun. Oh andaikan wanita yang berada dalam pelukannya ini bukan milik orang lain dan hanya miliknya seutuhnya tentu ia tidak akan sekalut dan sebodoh ini. Felix pelan-pelan melepas pelukan itu dan beralih meraih bibir ranum Catrin. Cat terkejut bukan kepalang saat Putera Mahkota menciumnya. Terutama para pelayan yang melihat.


“Ayo kita tidak boleh disini.” Ungkap Jenni dan mereka pun meninggalkan kedua sejoli itu disana dan menghabiskan rasa rindu yang sesak tadi.


Catrin dan Felix jalan-jalan mengitari kediaman Marquess. Mereka singgah disuatu tempat dengan meja dan hidangan teh yang telah tersedia disana. Suara desiran daun yang dihadang angin terasa begitu tenang


ditelinga. Lokasinya pun sangat menguntungkan karna dipenuhi pohon dan tanaman hias yang sudah tertata rapi.


“Catrin.” Panggil Felix.


“Ya Yang Mulia” Balas Catrin.


“Apa kau masih belum mengingat masa lalumu??” Tanya Felix mendalam.


“Kenapa Yang Mulia menanyakan itu??” Balas Catrin. Sesuatu mulai mengganjal hatinya.


“Ahh katakanlah ia adalah kekasihmu, apakah kau akan pergi dengannya??” Sambung Felix.


Saat Cat dihadapkan dengan pertanyaan ini, Cat baru menyadari apakah dimasa lalunya ia mempunyai kekasih atau bahkan dia sudah memiliki suami atau barangkali terikat oleh sebuah pertunangan??. Cat bingung


ingin berkata dan menjawab apa. Jika seandainya ia adalah gadis yang sudah memiliki kekasih, apakah ia harus ikut atau tetap disini bersama Felix??. Disini, Catrin mulai merasa bimbang. Ia tidak memiliki petunjuk apa pun untuk mengetahui jati dirinya.


Saat ia ditemukan pun oleh Felix. Gaun yang ia kenakan sudah dibakar atau dimusnahkan.


“Aku tahu apa yang ada dipikiranmu Cat. Saat aku menemukanmu. Gaun yang kau kenakan tidak bisa untuk diperbaiki lagi dan harus dibuang. Mungkin saja sudah dimusnahkan oleh pelayan. Ditubuhmu juga tidak ada

__ADS_1


aksesoris apa pun dan termasuk sepatu yang kau kenakan juga tidak ada sebagai petunjuk.”


“Selain luka yang ada pada tubuhmu tidak ada lagi petunjuk yang bisa kami telusuri” Lanjut Felix.


“Ada satu hal yang mungkin Yang Mulia lupa untuk telusuri” Ujar Catrin yang membuat Felix focus mendengar.


“Rambut saya. Yang Mulia pasti tidak menelusuri warna rambut saya. Bukankah warna rambut ini jarang ada dinegeri ini??” Tanya Catrin menohok.


Tapi bukannya Felix tidak menelusurinya. Hanya saja dinegeri ini, masih ada yang memiliki rambut emas seperti dia.


“Catrin. Rambutmu, bukan hanya kamu saja yang memilikinya. Dikekaisaran ini, tepatnya diwilayah timur Imperial. Ada satu keluarga yang memiliki warna rambut sepertimu. Pengawalku sudah memastikannya. Diantara mereka dan anak-anaknya, mereka tidak memiliki anak perempuan. Dan bisa dipastikan tidak ada kemiripan sedikit pun dari mereka yang menunjukkan kesamaan denganmu. Jadi besar kemungkinan bahwa mereka bukanlah keluargamu Cat”.


Ya, Felix sudah mencoba mencari tahu jai diri Catrin. Hanya saja kesalahan yang ia perbuat adalah, ia hanya menelusuri disekitar kekuasaannya saja dan tidak mencoba mencarinya ke Negara atau kekaisaran lain.


Cat terdiam mendengarnya. Benarkah itu? Pikirnya mulai kabut.


“Catrin” Sesuatu mulai berdengung ditelinga Catrin.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2