The Future Princess

The Future Princess
Episode 55 / Basah kuyup.


__ADS_3

“Mana adik kalian???” Kalimat itu yang terlontar saat bertemu kedua anaknya. Anak laki-laki kedua segera duduk bertumpuh kearah Ibunya sementara sang kakak berdiri dibelakang adiknya. Dengan memakai baju prajurit dilengkapi dengan Zirah khusus kepemilikan keluarga Dominique dan 1 pedang yang yang selalu tersimpan dikiri pinggang mereka.


Lauren harap-harap cemas menanti jawaban dari bibir kedua anak sambung laki-lakinya. Berharap ada sesuatu yang bisa membuatnya bahagia, atau setidaknya tenang untuk beberapa saat. Meskipun ia sudah mulai tidak makan berhari-hari karna selalu teringat Putri bungsunya. Tirus diwajahnya semakin terlihat dan runcing. Badan yang tidak lagi proporsional seperti dulu karna semakin kurus.


Ketika beberapa saat ia tidak kunjung mendapat jawaban dari kedua anaknya yang hanya dibalas dengan kesunyian serta raut wajah bersalah, Lauren kembali menitikkan air mata.


Cleon mengepalkan kedua tangannya. Ia tak sanggup melihat linangan air mata Ibunya yang selalu saja bertanya keberadaan adiknya. Ini kedua kalinya ia kembali ke kediamannya setelah gagal lagi mencari keberadaan


ibunya. Andaikan nyawanya bisa ditebus untuk menemukan adiknya dan kebahagiaan kedua orang tuanya, ia tentu rela.


Casnav pun begitu. Jika Cleon masih bisa menahan air matanya, beda lagi dengan dirinya yang tidak dapat membendung bendungan air matanya yang terlanjur tumpah. Ia memegangi kedua tangan Ibunya hingga semakin kuat menggenggam tanpa menyakiti sang Ibu.


“Aku berjanji akan menemukan Catrin Bu. Aku berjanji dengan nyawaku”


Cleon terkejut. Janji yang diucapkan Casnav sama dengan dirinya. Ia semakin bangga dengan adiknya itu.


“Huuuuhuuuuu” Lauren tetap saja menangis.


“Berjanjilah untuk menemukan adik kalian. Berjanjilah” rengek Lauren.


Lauren pun lelah. Ia tertidur dan diletakkan diatas ranjangnya oleh Casnav. Casnav pun juga mengambil selimut dan menutup tubuh Lauren hingga ke dada. Cleon pun akhirnya pergi meninggalkan Casnav diruangan itu lebih dulu menuju kamarnya.


Casnav pun pamit meninggalkan Ibunya yang terlelap disana sambil membisikkan kata-kata “Aku berjanji tidak akan pulang sebelum aku menemukan adikku Ibu” gumamnya lalu pergi meninggalkan kamar itu.


Cleon berdiri dibalkon kamarnya sambil memandangi langit cerah diatasnya. Ternyata langit tidak ikut bersedih seperti keluarganya. Ia mulai teringat tawa adiknya dan rengekan adiknya dulu waktu mereka kecil. Satu hal yang membuat ia bangga dengan dirinya yakni tidak pernah memarahi adiknya sekalipun kecuali dengan Casnav yang terbilang nakal.

__ADS_1


Langit cerah Matahari berangsur-angsur hilang dan berganti dengan gelapnya langit menutupi sinarnya. Seakan tahu jika ia sangat putus asa.


Duarrrrr…


Suara kilat kecil mulai mendominasi langit memberi tanda akan turunnya hujan.


Cleon tersenyum getir. Ia tersungkur bertumpu pada kedua lututnya dengan pedang yang ia tegakkan disampingnya. Lalu melepaskan pedang itu kesembarang arah. Pandangannya jatuh kebawah.


Heuk,heuk, hiks….


Ia menghapus air matanya segera sebelum air matanya mengalir deras.


Tik, tik, tik…


Akhirnya hujan turun deras. Padahal sebelumnya cuaca sangat cerah.


Cleon masih menangis disitu. Belum ingin bangun dari sana. Ia ingin melampiaskan rasa sedihnya disana. Mengingat kembali masa-masa indahnya bersama adik tercintanya Catrin. Seluruh kerajaan Skanea gempar dengan menghilangnya calon Putri Mahkota Kerjaan Skanea. Karna belum ada tanda-tanda pencariannya. Banyak dari Bangsawan-bangsawan lain mulai mendekati Baginda Raja. Menyodorkan anak gadisnya, berharap yang mungkin saja bisa menjadi pengganti Putri Cetrinel.


Felix dan Cetrin segera mencari tempat berteduh. Karna lokasinya saat ini lumayan jauh dari kemah yang disediakan. Mereka berputar, berlari dengan Kuda hingga basah kuyup karna tak menemukan tempat untuk


berteduh. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke tenda dengan tubuh sangat basah dan Cetrin yang gemetar kedinginan.


“Cepat beri Cat handuk” Titah Felix kepada seorang pelayan Cat.


Sang pelayan segera berlari menyiapkan handuk dan kembali keluar dengan handuk banyak ditangannya. Cat pun setelah itu dibawa ke kedalam untuk mandi air hangat dan membersihkan diri.

__ADS_1


“Hatciuhhh”


Saat mandi Cat bersin-bersin berulang-ulang. Hingga si pelayan menempelkan punggung tangannya ke keing Cat.


“Anda demam nona” Ujar si Pelayan cemas.


“Ia, rasanya aku masih menggigil. Semua badanku rasanya sakit. Aku ingin berbaring”


Cat pun berbaring setelah membersihkan diri dengan baju tidur yang sudah melekat ditubuhnya. Felix yang kini sudah berada ditendanya juga telah selesai membersihkan diri. Kini ia bersama ajudannya mendiskusikan terkait rencana persiapan pembuatan senjata api, pedang dan pembuatan kapal skala besar. Untung saja tubuh Felix baik-baik saja dan tidak merasakan sakit seperti yang dialami Cat.


Ia masih bisa bekerja sambil menyeruput segelas kopi buatan pelayannya.


“Ren. Apa kau setuju jika Putera Mahkota bersama Cat?” Tanya Putri Rani kepada saudara kembarnya.


“Aku sih setuju saja. Tapi kurasa akan sulit. Kita tidak tahu identitasnya dari mana dan dia hilang ingatan. Para Bangsawan akan banyak yang menolak” Gumamnya disela-sela tea time mereka.


“Jadikan saja dia anak angkat dari seorang Bangsawan disini. Kan gampang” Balas Rani.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·        Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2