
“Benar. Mereka mencari calon Puteri Mahkota yang hilang. Mereka masih belum menemukannya hingga mereka meminta izin memasuki wilayah kita untuk memperluas pencarian.“ Tutur Baginda Raja dihadapan anaknya
Felix.
“Siapa nama Putri yang mereka cari??” Tanya Felix. Ia merasakan firasat yang amat aneh yang tertuju kepada Catrin. Ia takut wanita itu akan pergi darinya. Ia takut kehilangan wanita yang belum lama tinggal
disisinya.
“Memang saat itu kita diundang acara pertunangan sekaligus penobatan Putra Mahkota Andrea. Tapi kita hanya mengirim perdana menteri dan hadiah sebagai perwakilan karna kita juga disibukkan dengan berbagai pekerjaan. Aku tidak kepikiran bertanya siapa nama calon Putri Mahkota tersebut. Aku hanya tahu Putera Mahkotanya telah memiliki seorang tunangan” Sambung Baginda Raja.
Ahh hatinya makin kacau saat ini.
“Baginda. Izinkan hamba meminta permohonan” Felix telah yakin. Sebelum semuanya hilang, alangkah baiknya ia meminta permohonan kepada Ayahnya.
“Permohonan apa yang kau inginkan anakku?” Tanya Baginda.
“Aku ingin menikahi Cat. Nikahkan aku dengannya Ayah!”
CETARRRRR !!!!!
Bagai petir disiang bolong menghampiri seisi ruangan. Baginda Raja dan para kesatria yang bersama mereka terkejut saat Felix menyampaikan permintaan diluar nalar. Selain karna tidak diketahui identitas Cat. Maish banyak hal yang perlu dipastikan sebelum memutuskan pernikahan. Terutama permintaan Felix yang mendadak setelah adanya permohonan izin kerajaan Skanea memasuki wilayah Imperial untuk mencari seorang calon Puteri Mahkota. Itu membuatnya sangat berfikir keras.
“Apa gerangan tiba-tiba kau menginginkan anak yang tidak kita ketahui itu untuk dijadikan pendampingmu?. Itu sulit Felix. Para bangsawan akan menentang keras. Pendampingmu harus jelas dan harus dari Bangsawan berpengaruh dinegeri ini” Tinggi suara Baginda Raja naik sedikit dari sebelumnya. Terkait dengan umur anaknya yang hampir melewati masa menikah, disisi lain ia dapat membuka hati kepada seorang wanita.
“Izinkan hamba memberi masukan Baginda Ayah. Masukkan saja Cat sebagai anak angkat bangsawan berpengaruh di negeri ini, maka para birokrat yang lain tidak akan dapat menentang.” Tuturnya yang hampir saja
__ADS_1
gelisah dan gemetar.
Baginda Raja berfikir keras. Sepertinya ada hubungannya pencarian Putri Skanea terhadap keinginan Felix menikahi Cat. Apakah Cat wanita yang selama ini dicari oleh Kerajaan Skanea??. Jika memang benar, itu sama saja memberi signal pertanda bahwa peperangan bisa saja terjadi diantara kedua kubu kerajaan tersebut. Ia tidak mau mengambil hal rumit seperti itu yang dapat mengganggu ketenangan rakyat dan kerajaannya.
“Aku belum bisa memberikanmu izin Putera Mahkota. Lebih baik kau fikirkan putri Bangsawan Viscount Daniel der Cloun. Aku sudah membicarakan ini dengan Viscount Daniel tentang perjodohanmu dengan anaknya. Kau harus siap-siap untuk menikahinya”
“Tidak Yang Mulia. Jika Yang Mulia menjodohkan saya dengan Sovea. Akan saya pastikan Yang Mulia melihat jasad saya setelah ini” Tantang Felix. Ia terlihat sangat menggebu-gebu dan tidak ingin dijodohkan. Bagida Raja
pun terkejut. Untung saja yang Mulia Ratu tidak ada ditempat. Jika beliau mendengarnya beliau akan bersedih.
PRANKKKK !!!!!
Suara pecahan gelas terlepas sudah dari tangan Cat begitu saja. Cat lagi-lagi mendengar seseorang memanggil-manggil namanya “Cat”
“Ahh nona tidak apa-apa?? Kenapa tiba-tiba gelasnya pecah??” Jamilah kelimpungan membereskan pecahan gelas berisi teh dari tangan Cat. Jamilah tidak mendengar pertanyaan Cat barusan dan sibuk merapikan sambil
merundukkan kepalanya membersihkan pecahan beling dibawahnya. Jamilah pun bangun dan melihat raut wajah Cat yang kebingungan dan pucat.
“Nona baik-baik saja?? Apa ada yang terluka??” Tanya Jamilah khawatir.
“Apa kau mendengar ada orang yang memanggilku Jamilah??” Cat beberapa kali selalu bertanya hal yang aneh kepada Jamilah.
“Jamilah. Aku selalu mendengar panggilan aneh. Entah dari mana sumber suara itu” Cat berteriak ringan sambil memegang kedua bahu Jamilah. Jamilah hampir saja menjatuhkan pecahan beling ditangannya. Untung saja ia bisa memposisikan tegaknya dengan baik.
“Cat”
__ADS_1
“Ahhh” Cat terusik dan lagi-lagi mendengarnya. Suara bas dan berat itu begitu terngiang ditelinganya.
“Ahh hentikan, heukk, hentikan” Cat menutup rapat kedua telinganya dan terduduk tiba-tiba. Kedua bola matanya menyusuri kiri dan kanan tiap inchi ruangan mencari sumber suara aneh tersebut. Jamilah yang melihat pun kebingungan.
“Hhuhuuu hentikan hiks, heukk.” Cat ketakutan hingga pandangannya berangsur-angsur gelap.
“Nonaa” Teriak Jamilah sesudahnya.
“Dimana???” Cat berjalan pelan-pelan disebuah lorong aneh dan sangat gelap. Tidak ada tampak cahaya sedikit pun. Ia ingin mencari jalan keluar hingga ia melihat setitik cahaya. Harapannya langsung muncul seketika menemukan setitik cahaya tersebut. Hingga ia berlari menuju arah cahaya yang ia lihat, hingga lama kelamaan ternyata ditempat cahaya itu berasal ada sebuah tongkat yang diujungnya tertutupi kain merah menutupi sesuatu didalamnya.
Cat sangat penasaran apa isi didalam kain tersebut. Ia merasakan bau anyir didekatnya. Ia ragu-ragu untuk membukanya.
“Cat” Cat menoleh tiba-tiba kebelakang. Ada seseorang yang memanggilnya. Namun, ia tidak menemukan dimana asal suara tersebut.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2
__ADS_1