
“Prankkkk” suara pecahan kaca dari kamar Cat berhasil membuat mereka terkejut.
“Akhhh” Teriak mereka masing-masing. “Ayo tunggu apalagi. Cepat bawa Catrin kebawah tanah” Teriak Banny kembali dan langsung disegerakan oleh ketiga pelayan tersebut. Cat dan ketiga pelayannya cepat-cepat turun dan mencari pintu ruang bawah tanah menyusul sang ibu nyonya Liliana yang juga sudah menunggunya disana.
“Ayo cepat nona” Ujar Jamilah saat mereka menuruni beberapa anak tangga yang gelap dan hanya diberi lampu minyak ditangan Jenni dan Jamilah. Saat mereka sampai didepan pintu, nyonya marchioness segera membukakan pintu tersebut dan segera menyuruh mereka masuk “Ibu” Peluk Cat ketakutan. “Apa yang sudah terjadi??” Tanya Marchioness yang tidak tahu apa-apa. Mereka berkumpul dengan mode ketakutan hebat yang akan mengancam nyawa mereka saat ini.
“Seranggggg” Teriak Andrea memberikan komando. Pihak Skanea menyerang membabi buta beberapa pasukan tentara Imperial. Untung saja saat itu Felix menyadari pertama kali saat tidak adanya tanda-tanda kedatangan
para pasukan Skanea dari arah perbatasan Imperial. Berkat mata-mata yang ia kerjakan dan laporan yang ia terima dari sepucuk surat yang dikirim melalui merpati pos, ia dapat mengetahi lebih dahulu arah siasat Putera Mahkota Andrea.
“Heuhh, ternyata ia menyadari lebih awal” Gumam Andrea dibarisannya.
Sementara didalam bawah tanah yang lumayan sempit, Cat terpaksa menceritakan kisahnya dan kenapa ada pasukan dikediaman ini. Marchioness terkejut luar biasa.
“M-maafkan aku ibu. Aku telah menghancurkan kediaman kalian” Ujar Cat menyesal.
“Lalu apakah kita hanya akan menunggu yang saat ini Suami dan anak-anakku sedang bertarung nyawa didepan??” Marchioness sedikit gelisah, ia juga tidak menampik keesalannya terhadap Cat yang menjadi alas an utama peperangan ini.
“A-aku akan bertanggung jawab” Ujar Catrin tercekat. Ia juga sama sulitnya saat ini.
“N-nona??” panggil Jenni kasihan.
__ADS_1
“Karna akulah pencetus peperangan ini, maka aku juga harus andil didalamnya. Saya tidak akan membuat kediaman ini hancur karna ulah saya” Tutur Cat sementara Liliana hanya terdiam. Kedua matanya terbelalak
sempurna masih tidak membayangkan Jika Cat adalah tunangan dari Putera Mahkota kerajaan Skanea yang merupakan kerajaan tetangga. “Clara, apakah kau sudah membawakan baju latihanku yang kusuruhkan padamu sebelum kita kesini?” Tanya Cat mengingat.
“A-ada nona. Saya sudah membawanya” Jawab Clara. “Nona, jangan bilang bahwa nona akan menampakkan diri diluar sana. Itu berbahaya !!” Ujar Jenni khawatir. “Perang ini disebabkan olehku, maka hanya aku yang bisa
menghentikannya.” Jelas Cat kepada orang-orang disana.
Hingga pagi menjelang dan menampakkan awan biru, suasana masih terasa memanas antara dua belah pihak. Korban mulai banyak berjatuhan. Serangan yang berbeda tersebut rupanya terdengar hingga ke telinga Ela. Ela pun langsung bersiap-siap menuju lokasi yang baru kemarin ia singgahi dengan kuda sewaannya.
“Ayah, kembalilah kedalam dan lindungi Ibu dan Catrin. Biar kami yang mengatur disini” Ujar Banny yang masih ikut berperang didalam kerumunan. “Aku lebih tidak ingin kalian terluka” Balas Marquess yang sedikit keras kepala. “Ayah kami mohon pergilah kedalam. Ayah sudah lama tidak memegang senjata. Ini pasti akan sulit bagi Ayah” Ujar Barlin menambahi.
berdirilah dibelakang saya” Ujar kesatria Johny mencoba menghalangi Felix yang berusaha menghalau didepannya.
“Kau bereskan saja dibagian ini dan aku bagian itu. Sial, kenapa mereka semakin banyak?” Gerutu Felix kesal. “Apa kita sudah meminta bala bantuan??” Tanya Felix sambil tetap menodongkan senjata apinya kearah lawan “Sudah Yang Mulia” Balas kesatria Johny.
“Jangan sampai lengah, posisi kita hampir tertekan dan lawan kita cukup banyak” Tambah Felix hati-hati. Kedua tangannya berisi penuh dengan senjata api laras pendek. Ela memacu kudanya cukup kencang. Ia membawa
semua peralatan medis yang ada dikantong tasnya. Ia harus menyusul bala tentara Skanea dan ikut menjadi team medis disana. “Aku mohon” gumamnya disepanjang jalan “Jangan sampai kau terluka” pintanya terenyuh.
Saat Ela melihat dari jarak jauh kerumunan dan tenda-tenda seadanya berdiri, ia semakin memacukan laju kudanya. Ia melihat tanda lambang kerajaan Skanea dari tenda-tenda tersebut, itu artinya, mereka adalah bala tentara yang dikirim Baginda Kaisar Julian, Raja Agung dari kekaisaran Skanea.
__ADS_1
“Aku Angela Cleyton, aku adalah dokter team medis dari Skanea” Pengawal yang berjaga tersebut memperhatikan baju dokter milik kekaisaran Skanea “Jika kalian membutuhkan waktu lama untuk menyadari siapa aku, maka korban tewas bala tentara kita juga akan semakin banyak” Ujarnya sedikit ketus dihadapan para kesatria.
“Silahkan masuk nona Angela” Ujar kesatria tersebut mempersilahkan Ela masuk ke kawasan barak team medis. Ela memperhatikan kesemrawutan para petugas medis yang sibuk mengobati para tentara yang terluka. Ia pun segera mengambil alih tersebut. Seseorang yang menyadari keberadaan Ela langsung menyapanya dengan bahagia. “Dokterrrr” Panggil salah satu perawat yang girang mengenali Ela.
“Sudah, fokuskan matamu untuk mengobati mereka” Perintah Ela yang langsung dilakukan oleh perawat tersebut.
Suasana masih memanas disana, Ela sekuat tenaga menolong para tentara yang terluka. Ela juga melirik beberapa tentara yang gugur dimedan perang “Sial” gumamnya semakin membenci inti dari terciptanya perang gila ini. Sosok wanita yang ia benci. Ela pun mencoba mengalihkan perhatiannya dikediaman Marquess yang dipenuhi beberapa bala tentara Imperial.
Ia semakin takut jika kesatria Johny terluka. Ia memutuskan untuk lebih dekat dan menolong bala tentara dibatas peperangan. Disana ia pasti bisa melihat kondisi kesatria Johny lebih dekat. Ela akhirnya memberanikan diri memapah beberapa tentara yang tumbang dan membawanya kebarak pengobatan. “Nona hati-hati, anda bisa terluka nanti” Ujar salah satu kesatria. “Mereka tidak akan berani melukai team medis” Ujar Ela tersenyum.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.
__ADS_1