
Cat sibuk membaca buku sejarah kerajaan Imperial dikamarnya dari pagi hingga menjelang siang. Keseruan membaca bukunya tak membuat ia bosan, bahkan seorang pelayan yang sedari tadi keluar masuk sibuk membersihkan jendela kamarnya pun tak ia sadari keberadaannya.
“Cat”
“Ia?!” Gumamnya yang membuat seorang pelayan yang sedang membersihkan jendela kamar tiba-tiba meliriknya.
“Apakah ada yang memanggilku??” Tanya Cat kepada pelayan tersebut.
“Tidak nona, saya tidak memanggil anda. disini hanya kita berdua.”
“Apakah penjaga diluar yang memanggil??” Tanya Cat lagi.
“Penjaga yang berjaga didepan saat ini sedang melakukan tukar jaga dibawah istana nona. Sebentar lagi mereka pasti akan naik” Jawab si pelayan sopan.
Cat tak mengerti kenapa akhir-akhir ini dia selalu mendengar panggilan seseorang disaat disekitarnya tidak ada orang lain, meski pun ada, setiap ia bertanya pasti mereka menjawab tidak. Tidak mungkin seorang tamu Putera Mahkota dipanggil nama saja tanpa sebutan nona atau pun gelar lain, pikirnya.
Cat mulai mengalihkan pikirannya dengan membaca buku dari berbagai judul milik perpustakaan pribadi Putera Mahkota Felix.
“Nona” Panggil Jamilah yang tiba-tiba memasuki kamarnya. Cat tentu saja terhenjak kaget dengan kelakuan Jamilah yang tentu saja ia tak pernah memarahinya.
“Ada apa Jamilah??” Tanya Cat seius.
“Nona tahu?? Saya baru saja mendengar dari pelayan lain, kalau toko buku dipasar ada yang menjual novel.”
“Novel???” Tanya Cat lagi.
“Benar nona, novel itu sangat laris dikalangan bangsawan, bahkan butuh beberapa bulan untuk menunggu buku itu diedar dan karna buku itu sangat laris dan dicetak sedikit, si penulis menaikkan harganya dengan lumayan tinggi”
__ADS_1
“Apa kau tahu siapa saja yang sudah membacanya??” Tanya Cat mulai sedikit penasaran.
“Nona Bonia, anak dari Count Baren dan nona Syeril anak dari bangsawan Baron Jeluti. Saya mendengar dari pelayan istana yang biasanya bertugas ke pasar. Pelayan istana itu secara kebetulan bertemu pelayan salah satu bangsawan tersebut dipasar untuk membeli novel yang sedang naik daun itu. Mereka bahkan menyebutkan sudah hampir 2 bulan menunggu dan sudah membayar dimuka untuk novel tersebut”
“Benarkah???” Tanya Cat yang dibalas anggukan oleh Jamilah.
“Jika aku ingin? Bukankah akan sama nasibnya seperti anak bangsawan itu?? Apalagi statusku belum jelas” Gumam Cat sedikit kecewa.
Cat dan Jamilah pun jadi berfikir keras karna novel tersebut.
“Nah, nona saya punya ide” Ujar Jamilah yang membuat Cat sedikit terperanga.
“Apa idemu Jamilah??” Tanya Cat bingung.
“Bagaimana kalau kita menggunakan nama Yang Mulia Putera Mahkota agar lebih cepat mendapatkan bukunya?” Cat tertegun mendengar ide Jamilah.
“Jamilah, itu tidak boleh. Kita tidak boleh asal-asalan menggunakan nama Yang Mulia untuk hal kecil itu. Kita akan dihukum jika sampai pihak istana mengetahuinya” Jamilah pun murung mendengar penjelasan Cat meskipun faktanya memang benar.
“Kesana kemana??” Tanya Cat heran.
“tentu saja ke toko buku tersebut” Ungkap Jamilah sambil menunjukkan wajah riangnya.
“Jamilah, kau tahu kan kalau kita tidak boleh keluar sembarangan dari istana ini.”
“Bukankah kita hanya perlu meminta izin Yang Mulia saja nona???
Cat menggelengkan kepalanya 2 x “ Yang Mulia itu adalah pewaris kerajaan Imperial. Saat ini pasti beliau sedang sibuk dengan pekerjaannya. Kita jangan mengganggunya untuk hal sepele ini. Sebaiknya kita urungkan saja niat kita untuk membeli buku itu Jamilah. Dipikirkan saja pasti sulit. Apalagi melakukannya” Jabar Cat yang membuat Jamilah menghembuskan nafas gusar.
__ADS_1
Kerajaan skanea.
Beberapa minggu pencarian Putri Cetrinel tidak membuah hasil. Semua kesatria mulai putus asa termasuk keluarga Dominique. Ibu Cat hanya menangis dan menangis sepanjang hari sambil menunggu kabar tentang
keberadaan putrinya. Ia selalu setia menunggu Lewis bersama Putra Mahkota yang selalu melakukan pencarian tanpa henti. Dan akhir-akhir ini pun Lewis seakan tak sanggup lagi untuk mencari keberadaannya.
“Yang Mulia” Panggil Lewis dengan kondisi mereka ditengah-tengah hutan bersama para tentara kerajaan dan tentara Dominique. Lewis menjatuhkan tubuhnya dihadapan Andrea yang tak menampakkan wajah lelah sedikit pun demi mencari anaknya yang hilang.
“Hamba telah putus asa. Hamba sebagai Ayahnya sungguh tidak berguna”
“Putus asa???” Gumam andrea mengulangi perkataan Lewis.
Andrea pun ikut menjatuhkan tubuhnya. Menarik kerah baju zirah Lewis dengan perasaan kecewa “Kau bilang kau putus asa??? Lalu aku bagaimana??? Aku bahkan masih yakin bahwa kita bisa menemukannya dan kau malah
mengucapkan kalimat menjijikkan itu??” Kedua manik Andrea membulat sempurna, deru nafasnya memburu, bahkan Lewis pun merasakannya.
Wajah mereka saling berdekatan meskipun Lewis hanya bisa menundukkan wajahnya karna tak sanggup menghadapi kenyataan.
Pencaharian itu pun akhirnya dilanjutkan kembali setelah melewati rasa bersalah Ayah Catrin. Putera Mahkota yang menjadi pemimpin pencaharian pun masih bersemangat tak kenal lelah sedikit pun. Hingga waktu terus berjalan dengan hasil yang masih sama alias nihil. 2 bulan berlalu hilangnya Catrin dari tempat terakhir dihutan Golio saat dilakukannya pertunjukan tahunan yakni hari perburuan.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga
· Love in Seoul City
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2