
”Kalian hanya perlu mengatakan nama Angela Cleyton, maka beliau pasti tidak akan bertanya apa-apa lagi. Aku akan menunggunya disini sampai nona Catrin keluar” Sengit Ela kepada pengawal tersebut. Si pengawal-pengawal itu terlihat bingung. Namun karna adanya perintah yang diturunkan untuk tidak menerima tamu siapa pun kecuali pihak kerajaan Imperial maka dipersilahkan untuk mengusir mereka yang tidak berkepentingan.
“Tidak ada yang bernama nona Catrin disini, silahkan anda pulang kembali nona.”
“Aku tahu nama angkat putri yang belum lama ini diadopsi oleh tuan Marquess Franklin bernama Catrin. Sampaikan saja padanya bahwa ada yang harus kusampaikan dan ini sangat penting.” Ujar Ela ketus.
“Jangan biarkan kami membuat anda terluka nona. Tidak ada yang bernama Catrin disini. Silahkan anda kembali” Ujar pengawal tersebut lebih keras kepada Ela. Ini lebih sulit pikir Ela. Ia tidak mungkin membuat kacau kediaman ini karna ulahnya. Tapi jika tidak melakukan hal itu, maka Catrin belum tentu keluar dari kediaman itu dan melihat keributan apa yang terjadi diluar.
Akhirnya Ela bersujud didepan pintu dan membuat pengawal-pengawal tersebut kelabakan. “Nona, apa yang kau lakukan??” Tanya pengawal itu heran.
“Jika kalian tidak ingin aku membuat keributan disini, cepat panggilkan nona Catrin” Pengawal tersebut tidak mengindahkan keinginan Ela. Mereka pun berusaha mengangkat tubuh Ela dengan kedua lengannya dengan
paksa. “Tidakkkk” Tolak Ela sambil berteriak.
“Tuan Putri keluarlah, Angela Cleyton datang menemuimu. Putri Catriiinnnn” Teriak Ela membahana dan cukup membuat kacau didepan pintu gerbang. Dan salah satu pedang akhirnya mulai mendekatkan mata pisaunya didepan leher Ela oleh seorang kesatria. “Kami sudah memeritahkan anda untuk pergi secara baik-baik nona. Jika nona tidak mengindahkan keinginan kami, maka jangan salahkan pedang saya menyayat kulit leher anda disini” Ujar si Kesatria tersebut yang cukup membuat Ela terdiam.
“Aku adalah wanita bangsawan. Kalian berani menghunus pedang kerahku, maka nyawa kalian juga tidak akan selamat” Tantang Ela. Ia menahan rasa takutnya yang luar biasa. Ia berada dikerajaan orang lain yang bisa membuat nyawanya belum tentu selamat jika orang-orang tahu identitasnya.
__ADS_1
“E-ela?!!” suara lembut dan bening itu menghentikan keributan yang terjadi. Ela yang lebih mengenal warna suara itu diam seribu bahasa dan melekat wajah yang kini 100% membuatnya benci. “Akhirnya anda keluar Putri” Tutur Ela.
“Buka pintunya” Perintah Catrin kepada para pengawal. “Tapi nona??” Balas pengawal ragu. “Aku tidak akan berkata dua kali” Ucapnya tanpa melirik kearah pengawal tersebut dan tentu saja pandangannya tidak terlepas kearah Ela yang terlihat sedikit berantakan meski pun gaunnya tentu saja tidak mencerminkan kerendahan derajat dirinya yang seorang bangsawan. Pintu pun terbuka dihadapan Ela.
“Masuklah dulu Ela. Suasana saat ini sedang tidak aman” Ujar Catrin sambil memutar badannya kearah kediaman “Yang membuat suasana tidak aman disini adalah anda tuan Putri” Ujar Ela menohok yang membuat Catrin terhenti. Itu adalah kata-kata yang paling menusuk hatinya.
Ela masuk pelan-pelan mendekati Catrin beberapa langkah hingga jarak mereka semakin dekat sekitar 1 meter. “Saya tidak menyangka tuan Putri masih hidup dan terlihat sangat sehat lalu bersembunyi disini.” Catrin masih belum berani menatap Ela dibelakangnya.
“Saya tidak menyangka. karna Putri, kedua kerajaan ini harus memulai perang besar. Apa Putri senang sekarang??” Tanya Ela menghujam Jantung.
“Keluarga anda yang hampir hancur karna kematian palsu anda, Putera Mahkota yang kesakitan dan menjadi gila. Apa Putri berfikir dengan kematian palsu anda lantas semuanya akan baik-baik saja??” Buliran bening Kristal jatuh dikedua kelopak mata Catrin.
Cat sedikit berfikir tentang kalimat terakhir Ela. Apakah orang yang dicintainya ikut dalam medan perang tersebut?? Pikirnya melamun. Ia juga tidak ingin ada peperangan seperti ini. Tapi ia juga tidak ingin kembali ke kerajaan yang seperti neraka tersebut.
“Tolong Putri pikirkan ini baik-baik sebelum semuanya menjadi lebih tidak terkendalikan. Hentikanlah sandiwara konyol ini dan balik lah ke Skanea dengan segera. Pikirkanlah keluarga anda yang telah menunggu saat ini. Tutuplah rasa cinta anda kepada Putera Mahkota Felix dan mulailah hidup baru di Skanea.” Hanya Ela yang selalu mengompori pikiran Catrin tanpa sedikit pun dibalas oleh siempunya. Dan anehnya wanita ini tahu hubungannya dengan Putera Mahkota Felix.
Catrin berbalik kearah Ela “Dari mana kau tahu kalau aku dengan Putra Mahkota”
__ADS_1
“S-saya” Ela mulai tercekat. Air matanya lolos seketika. “S-sayalah yang memberitahu Kerajaan Skanea ahh dan Duke Lewis mengenai keberadaan anda. Percintaan konyol an-da heugh dengan Putera Mahkota Felix heuhh” Air mata Ela tidak bisa berhenti mengalir.
“Bah-kan S-selir???” Ela tidak memikirkan lagi etika dan sopan santunnya terhadap Catrin yang lebih tinggi derajat bangsawannya ketimbang dirinya. Ia sudah kehilangan akal sehatnya. Untuk apalagi ia memikirkan jenjang kedudukan disini pikirnya.
“Anda akan menjadi S-selir Putera Mahkota lain??!. Cih” Ela mendesih meski pun itu tidak sopan. Para pelayan yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya terdiam dan tidak berani ikut campur meski pun mereka sedikit ditekan emosi dan kesal.
“Aku mengerti perasaanmu Angela” Akhirnya Cat membuka suara. Ia juga harus mengatakan alasannya disini. “Dari dulu, aku tidak ingin bersama Andrea. Lelaki kejam itu tidak akan sepaham denganku dan bisa saja membunuhku sewaktu-waktu” Ungkap Cat. “Dan keluargaku, aku yakin seiring berjalannya waktu mereka pasti bisa melupakanku.” Ela mendengar dan tanpa berkedip sekali pun menatap Cat dengan intens. “Aku juga ingin bahagia dengan orang yang ku cintai apakah aku salah ??” Tutur Cat.
“Itu artinya keluarga anda tidak berarti apa-apa sekarang” Singkat Ela mengartikan kalimat Cat. “Saya bersumpah Tuan Putri. Jika orang yang saya cintai, yang saat ini sedang menuju medan kematian kembali dengan kondisi tanpa bernyawa. Seumur hidup, saya akan membenci anda selamanya.”
Bersambung
@yulia. fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.