
“Ini mungkin bukan sebuah pertanyaan tuan. Tapi bekerjalah dengan saya”
Aha, seketika semua mata mulai melirik kearah Cat. Cat seperti membuka peluang yang manis untuk mereka, terutama Putri Rani sendiri yang hoby dengan novel klasik. Putri Rani pun bergerak, berjalan menghampiri
beberapa rak buku tersebut dan mengambil salah satunya. Biarkan saja itu menjadi urusan dewasa pikirnya.
“Apakah aku boleh lihat-lihat” Tanya Putri Rani.
“Silahkan” Balas lelaki itu. Mereka pun duduk disebuah kursi dengan meja sedikit memanjang yang tersedia diruangan tersebut. Meja yang penuh dengan gambar-gambar.
“Lalu kerjasama apa yang akan anda tawarkan nona??” Tanya lelaki bersuara serak bariton tersebut. Dan Rani membuka helai demi helai bacaan novel yang ada ditangannya.
“Hohoho ini judulnya aku suka sekali.” sambil melompat-lompat ringan, tidak sadar bahwa ia dilirik oleh para dayang yang bingung dengan tingkah konyolnya termasuk Catrin yang bisa menjadikan Putri Rani sebagai pilarnya.
“Saya butuh tulisan dan ide cemerlang anda, maka dari itu saya akan membantu mensponsori novel anda dalam jumlah banyak dan mengedarkannya keseluruh penjuru kekaisaran ini.”
“Syaratnya??” Balas lelaki tersebut tanpa ragu.
“Anda hanya perlu bekerja keras memberikan cerita-cerita unik yang bisa membuat peminat pembaca tertarik, tentu saja ada pengecualian” Balas Catrin.
“Apa itu??” Cerita yang anda tampilkan tidak boleh memiliki unsur kekerasan seksual dan intrik politik” Karna dinegara kekaisaran ini, menyinggung intrik politik bisa saja nyawa terancam. Dan kekerasan seksual dalam unsur cerita bisa dipidana oleh Negara karna tidak bisa jadi barang publik.
Pria tersebut mulai berfikir sepersekian menit. “Lalu bagaimana dengan pajak nona, pajak yang diberikan penguasa disini sangat tinggi, hingga bagian dari kami untuk makan saja kesulitan”
Cat mulai berfikir siapa penguasa ditempat ini yang dimaksud. Ia melirik ke seorang dayang yang sepertinya ia berpangkat tinggi.
“Ia adalah Viscount Daniel nona” Dayang yang peka tersebut langsung memberi petunjuk. Kelihatan kalau ia wanita cerdas yang berasal dari bangsawan, pikirnya.
__ADS_1
“Nona Rani dan tuan Ren, sepertinya saya butuh kerjasama anda kali ini” Ungkap Cat dengan menyamarkan nama kedua saudara kembar tersebut.
“Aku akan membicarakannya pada Kakak nanti, kalau perlu dengan Ayah sekalian” Ungkap Putri Rani yang paham. Lelaki yang tampak tidak mengerti itu pun dibuat dalam sauna bingung, entah siapa mereka hingga bisa menyelesaikan masalah pajak yang dikuasai oleh seorang Viscount Daniel. Apakah kedudukan mereka lebih tinggi ketimbang Viscount. ??
“Apa kalian yakin bisa menyelesaikan masalah pajak ini??” Tanya pria tersebut.
“Serahkan saja kepada kami tuan. Tuan hanya perlu menyediakan ide cerita kedalam buku, sisanya kami yang akan menyelesaikannya” Ungkap Rani santai sambil tetap melirik kearah buku yang ia pegang dan sesekali
menahan suara kikikan tawa disana. Ada keseruan dibalik buku yang ia baca.
“Dia sudah mulai gila” Gumam Pangeran Ren jengkel.
Cat memperhatikan lagi setiap sudut rumah itu dengan hati-hati agar pria itu tidak tersinggung. Rumah itu bukanlah tempat yang layak untuk dihuni pikir Cat. Sementara para dayang dan kesatria menahan diri dari sesuatu yang membuat hidung mereka gatal dan pekat. Sementara anak lelaki itu hanya diam mematung melihat kearah Cat yang dipikirnya bak seperti dewi.
Cat baru tersadar kemudian ketika ia tidak sengaja melirik anak itu. Saat tidak sengaja itu pun si anak salah tingkah dan Cat tersenyum melihatnya.
“Apa maksudmu kau menyuruh dia tinggal dikediamanmu Cat??” Tanya Pangeran Ren bingung.
“Saya juga tidak berani sampai sejauh itu tuan. Tapi, saya akan mencoba bertanya pada Ayah saya untuk meminjamkan salah satu mansionnya untuk digunakan oleh beliau” Balas Catrin.
“Nona tidak perlu melakukan hal demikian sampai sejauh itu nona. Tempat ini sudah cukup bagi saya untuk menuangkan ide-ide saya” Balas pria tersebut.
“Tidak tuan, anda perlu tempat tinggal baru yang lebih nyaman. Daerah ini dikuasai oleh Viscount. Jika anda melakukan bisnis disini maka anda harus membayar sejumlah pajak yang lumayan banyak pada pengawal yang
berpatroli didaerah ini.” Balas Putri Rani tidak terima.
“Kalau begitu aku akan meminjamkan mansion langit yang tidak jauh dari tempat tinggal kita” Semua terhenjak kaget termasuk saudara kembarnya saat Pangeran Ren menawarkan salah satu kediaman miliknya.
__ADS_1
“Kau serius sobat??” Tanya Putri Rani tidak percaya.
“Ya aku berbaik hati meminjamkan mansion itu beserta beberapa pelayan yang akan membantumu sampai kau bisa membeli tanah dan membangun rumah diatasnya.” Tiba-tiba anak pria yang buntung tersebut memeluk
Pangeran Ren secara membabi buta hingga siempunya kaget bukan main dan segera melepaskan pelukannya tersebut karna geli.
“K-kau tidak sopan” Ungkap Pangeran Ren terkejut dan gemetar menjauh dari anak lelaki yang terlihat sebaya dengan dirinya. Ia terkejut luar biasa saat disentuh oleh anak itu.
“Terima kasih atas kebaikan tuan-tuan dan nona hiks” Anak kecil itu mulai menangis haru.
“Ibu diatas sana pasti bahagia melihat kami saat ini karna kalian menolong kami dengan sukarela heughh” Putri Rani pun menghampiri dan merangkul bahu anak tersebut “Bukankah itu keren sobat??” Tanya Rani kearah
anak yang sedang menangis haru tersebut dengan menaikkan satu sudut bibirnya.
Lantas anak itu melepas pelan dan membungkukkan tubuhnya kesemua tamu termasuk Catrin. “Terima kasih, terima kasih banyak tuan dan nona” Semuanya pun ikut dibuat haru oleh anak itu.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like,
sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2