The Future Princess

The Future Princess
Episode 57 / calon Puteri Mahkota yang hilang


__ADS_3

Sambil menunggu hasil tangkapan. Felix dan Cat berjalan-jalan ditepi Hutan. Ia banyak menemukan rusa liar. Felix hendak memanahnya tapi Cat melarang. Begitu mereka kembali, para kesatria dan si kembar berpesta ria dengan hasil tangkapan ikan yang sedang mereka bakar bersama. Mereka syok. Pasalnya tadi ia tidak mendapatkan seekor ikan pun saat memancng. Tapi saat mereka kembali ikan yang didapat cukup banyak.


“Ha. Kenapa bisa??” Tanya Felix tidak percaya. Mereka pun ikut bakar membakar bersama para kesatria dan pelayan.


Bakar membakar ikan tentunya dipisahkan. Khusus untuk pewaris kekaisaran serta para pelayan dan kesatria. Ikan panggang pun dihidangkan ditempat masing-masing. Mereka pun menikmatinya bersama dengan suka cita.


Pesta ikan bakar pun berakhir. Malam pun menunukkan dirinya dan hari pun gelap. Saatnya untuk mata terpejam dan mengistirahatkan tubuh. Felix juga akan menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu barulah ia istirahat. Namun Johny, pengawal sekaligus ajudannya datang hendak memberi laporan. Agaknya laporan ini sangat penting karna ia terlihat ngap-ngapan saat memasuki tenda Putera Mahkota.


“Ada apa Felix?” Tanyanya saat melihat raut wajah Johny.


“Yang Mulia. Saya tidak tahu apakah ini berhubungan dengan Nona Cat. Tapi….” Suaranya terhenti. Rasanya sesaknya masih ada dan ia harus berhenti sejenak dan mengambil nafas terlebih dahulu.


“Tapi apa??” Tanya Felix curiga.


“Seorang gadis Bangsawan dinyatakan hilang saat acara perburuan. Dan itu acara yang dilangsungkan oleh kekaisaran Skanea.” Tutur Johny.


“Tunggu. Aku belum mengerti. Jelaskan secara rinci Johny.” Tanya Felix.


“Pihak Skanea baru saja meminta izin kepada Baginda Raja untuk para kesatria dan pengawalnya masuk ke bagian wilayah Imperial.” Felix mendengarnya dengan sungguh-sungguh. Ada yang tidak beres dengan laporan


Johny.


“Gadis bangsawan yang hilang tersebut adalah Calon Putera Mahkota Andrea. Penerus dari kekaisaran Skanea selanjutnya”

__ADS_1


“Maksudmu gadis yang hilang itu ada hubungannya dengan Cat. Apa begitu??” Tanya Felix sekali lagi.


“Benar Yang Mulia?!”


“Siapa namanya dan sebutkan ciri-ciri gadis Bangsawan tersebut” Pinta Felix.


“Saat ini pihak Skanea belum memberitahukan ciri-ciri dan nama yang dimaksud. Jika Baginda Raja telah mengizinkan. Bisa dipastikan kesatria dan pengawal kerajaan Skanea akan mulai bergerak 3 hari setelah diturunkannya izin.” Begitulah Johny memberikan laporan tersebut. Tapi mungkin apa yang dipikirkan Johny juga sama dengan apa yang dipikirkan Putera Mahkota Felix. Bisa saja gadis muda Bangsawan yang tidak lain adalah Calon Putri Mahkota tersebut adalah Catrin yang selama ini bersamanya.


Felix pun terkejut dan mulai gelisah.


“Sampaikan kepada yang lain. Besok pagi-pagi kita akan kembali ke Kekaisaran. Aku harus bertemu dengan Baginda Kaisar besok” Titahnya yang langsung dibalas dengan baik oleh Johny.


“Siap laksanakan Yang Mulia”.


“Apa????” Yang Mulia Putri Rani mengamuk.


“Ini perintah dari Yang Mulia Putera Mahkota Putri. Ini ada sesuatu yang mendesak dan Yang Mulia memerintahkan kita untuk berangkat pagi ini karna Baginda harus menemui Baginda secepatnya” Johny kebingungan menjelaskan kepada 2 junior pewaris kerajaan tersebut.


“Biar saja Yang Mulia Kakak yang pergi. Toh kan dia yang akan menemui Baginda Ayah. Kita tetap disini saja sampai besok.” Nyinyir Rani kembali.


“Huffttt padahal aku butuh istirahat dari hiruk pikuk istana, tapi Yang Mulia kakak justru malah meminta kita untuk pulang?” Pangeran Ren tampak stay cool melipat tangan ke dada walau pun tidak searogan Putri Rani.


Akhirnya mereka pun kembali ke kaisaran dengan wajah penuh emosi antara Pangeran Ren dan Putri Rani. Dalam satu kereta kuda yang didalamnya ada sikembar, Cat dan Putera Mahkota Felix. Felix memperhatikan raut wajah kedua adiknya yang terlihat geram sambil mengepalkan kedua tangannya. Meski pun ia terlihat marah tapi ia juga tidak berani marah kepada Yang Mulia Putera Mahkota Felix.

__ADS_1


“Maafkan aku adik-adik kecil” Sambil menjewer masing-masing pipi adiknya.


“Aku tidak tahu ada gerangan apa. Tapi tiba-tiba menghentikan piknik ini aku merasa kesal.” Ujar Pangeran Ren sambil menundukkan pandangannya.


“Maafkan aku. Lain kali kita akan piknik lagi ya. Aku janji pikniknya akan lebih lama dan pastinya jauh dari tempat istana” Pura-pura tersenyum supaya kedua adik kembarnya termakan ucapannya walau pun sebenarnya hal itu belum tentu bisa terjadi karna sulit bagi pewaris-pewaris kerajaan keluar sesuka hati tanpa izin dari Baginda Raja dan memikirkan keselamatan mereka tentunya.


Cat hanya bisa tersenyum pasrah. Lagi pula itu sudah cukup baginya dan cukup menyenangkan pula walupun itu hanya sebentar.


Setibanya dikekaisaran. Felix tidak menunggu waktu lama dan langsung menemui Baginda Raja. “Saya menghadap Baginda Raja” Ujar Felix dihadapan Ayahnya.


“Apa yang membawamu gerangan menemuiku Anakku. Bukannya kau sedang berpiknik dengan adik-adikmu dan Nona Cat?” Tanya Baginda Raja bingung.


“Saya hanya ingin memastikan Baginda Raja. Saya mendengar pihak kekaisaran Skanea sedang meminta izin untuk memasuki wilayah Imperial. Apakah benar begitu?” Tanya Felix menyelidik.


“Benar. Mereka mencari calon Puteri Mahkota yang hilang.”


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2