The Future Princess

The Future Princess
Episode 59 / Suara menghantui.


__ADS_3

“Cat” Cat menoleh tiba-tiba kebelakang. Ada seseorang yang memanggilnya. Namun, ia tidak menemukan dimana asal suara tersebut.


“Cetrinel” Lagi-lagi panggilan itu memanggilnya. Kali ini sedikit lengkap.


“S-siapa itu??” Tuturnya sedikit berteriak. Namun panggilannya tak mendapat jawaban dari suara aneh tersebut. Ia pun mengalihkan perhatiannya kearah tongkat kembali. Ia ingin melepas kain merah itu dan melihat isinya. Sesuatu seperti berbisik ditelinganya untuk membuka kain itu.


Ahh ia sungguh takut. Ada perasaan aneh menyelimutinya jika ia membuka kain itu. Apakah benar jika ia mengikuti insting bisikan tersebut atau tidak. Yang jelas rasa penasarannya begitu besar mengalahkan rasa


takutnya. Ia perlahan-lahan mengangkat sebelah tangannya kearah kain tersebut.


“Glek” Cat menelan salivanya berkali-kali karna rasa canggung, takut, tegang dan penasaran. Bolehkan ia membukanya??. Ia kembali ragu. Bau amis semakin menyakiti indra penciumannya. Ia menyentuh kain tersebut


dan menariknya.


Srekk !!!


“Ahh” Cat terbangun. Kedua bola matanya terbuka lebar beriringan dengan deru nafasnya setelah mendapatkan mimpi buruk yang seperti nyata.


“Cat. Kau baik-baik saja??” Tanya Felix khawatir. Ia segera datang ke kamar Cat setelah mendengar dari Jamilah kalau Cat pingsan.


Cat pelan-pelan menaikkan satu tangannya kearah Putera Mahkota Felix. Felix yang memang saat itu sedang mencondongkan tubuhnya pun terdiam ketika tangan Cat mulai akan menyentuh pipinya. Tentunya Felix tak berdaya akan sentuhan yang akan ia terima. Dan tentunya lagi ia menyukainya. Sangat-sangat menyukainya. Cat akhirnya menyentuh sebelah pipi Felix. Yang selama ini tidak ada satu pun yang berani menyentuh tubuh Putra Mahkota Felix, kecuali ibu asuhnya saat ia bayi.


Cat tak sanggup membangunkan tubuhnya dan rasanya ia sangat nyaman saat ini diatas ranjang. Izinkan dia menyentuh pipi Putera Mahkota untuk memastikan bahwa yang ia sentuh benar adalah nyata dan bukan


mimpi seperti tadi yang ia alami.

__ADS_1


Ahh ternyata ini nyata. Pipi lembut Yang Mulia Puteri Mahkota membuatnya tenang sesaat. Ini bukanlah mimpi. Kedua sudut bibirnya tertarik merekah. Senyum Cat membuat Felix tenang dan bahagia. Senyum itu harus


ia lihat sampai ia tua dan mati nanti.


Andrea menatap dengan intens ke satu arah dimana yang ia lihat adalah sebuah tempat antara perbatasan Skanea dan Imperial. Ia berdiri disebuah menara yang telah lama dibangun kekaisaran untuk menjaga perbatasan


kerajaan. Ia telah mengirimkan surat kepada Raja Imperial untuk meminta izin memasuki wilayahnya dalam rangka pencarian Catrinel. Perasaannya semakin terusik ketika wujud Catrinel sampai saat ini belum ditemukan. Ketika Negara perbatasan itu ia lihat, seperti ada sesuatu yang mengusik relung hatinya. Apakah Cat ada disana??


Ia semakin tersiksa ketika setiap malam wajah Catrin selalu menghantuinya. Seperti meminta pertolongan. Bayangan hitam yang menyeret tangan Catrin membuatnya sulit menolong Cat disana.


Belum ada balasan dari Imperial terkait suratnya yang ia kirimi dari Skanea. Ia berharap balasan suratnya segera datang dan mendapat izin, sehingga ia bisa segera menyisir wilayah perbatasan Imperial untuk mencari sosok Catrinel Maldovan Dominique.


“Cat, tunggulah aku” gumamnya. Andrea tidak akan berputus asa demi tunangannya. Selalu ada nama tersebut disetiap dalam do’a dan harapannya. Jika ia menemukan Cat dalam keadaan hidup, ia berjanji tidak akan


melepaskan Cat lagi dan berjanji akan selalu mencintai wanita tersebut serta menikahkannya segera. Ia tidak akan mampu menunggu lebih lama lagi untuk mengikat wanita tersebut disisinya.


dan keluarga kekaisaran. Sebelum acara tersebut terjadi, Felix berencana akan memperkenalkan Catrin kehadapan layak seluruh bangsawan. Dan sebelum hal itu terjadi ia akan mengundang terlebih dahulu seorang bangsawan berpengaruh di Imperial yakni..


“Yang Mulia, Marquess Franklin telah tiba” Ujar seorang pengawal dari balik pintu.


“Suruh ia masuk” Balas Felix.


“Salam kepada Yang Mulia Putera Mahkota Felix. Saya Marquess Franklin menghadap Yang Mulia Matahari kerajaan. Ada gerangan apa Yang Mulia memanggil hamba ke istana?” Tutur Franklin panjang lebar.


“Aku memiliki permintaan untukmu. Kau harus melakukan dan menerimanya” Felix menopang dagunya dengan kedua jemari tangannya yang bertumpu diatas meja.

__ADS_1


“Hamba akan memenuhi semua permintaan Yang Mulia, dan hamba pastikan bahwa hamba bisa memenuhinya” Tutur Franklin.


“Bagus. Aku yakin kau mau memenuhi keinginanku ini.” Felix mulai berseringai. Tawa liciknya muncul.


“Silahkan sebutkan keinginan anda Yang Mulia Putera Mahkota” ujar Franklin.


“Catrin. Gadis yang bersamaku saat ini. Masukkan dia kedalam keluargamu dan adopsi ia menjadi anak angkatmu”


“Ahh” Franklin terkejut. Ia pernah mendengar bahwa Yang Mulia Putera Mahkota dekat seorang wanita yang tidak jelas asal-usulnya.


“A-adopsi??” Tanya Franklin memastikan.


“Benar. Itu tidak sulit untukmu kan Marquess Franklin?” Kalimat Felix terdengar seperti intonasi penekanan kepada Franklin dengan sedikit alunan lambat diakhir kalimat.


“Kau tidak akan rugi Marquess. Catrin akan menjadi calon Putera Mahkota nantinya. Aku butuh identitasnya dan aku menunjukmu sebagai walinya sekarang. Kau akan menjadi besan kerajaan nantinya.


Franklin belum tentu tergiur dengan ajakan Felix. Ia bukanlah bangsawan tamak seperti para bangsawan lainnya. Ia hanya ingin damai tanpa diusik oleh siapa pun.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2