The Future Princess

The Future Princess
Episode 09 / Kesal setengah mati


__ADS_3

Pesta telah berlalu. Menyebalkan dan penat pastinya. Namun Catrin tetaplah Catrin. Ia harus tetap menjalani hidupnya sebagai Putri. Statusnya kini adalah Tunangan Putra Mahkota Andrea. Setelah menjalani acara


pertunangan, Cat disuguhi beberapa tumpukan pembelajaran, termasuk pembelajaran saat di Istana nanti. Nama Cat kini semakin  menjadi pembicaraan dikalangan kelas atas.


Kini tidak hanya tumpukan pembelajarin yang harus ia pelajari. Melainkan undangan demi undangan dari beberapa kelas sosial atas termasuk undangan kerajaan sendiri.


Henry datang menghadap Cat di kamarnya saat sedang membaca buku. Dengan menundukan pandangan dan bahunya, Henry menyampaikan beberapa laporan kepada Cat.


“ Tuan putri, baru saja istana memberi kabar kalau besok Tuan putri bersama Putra Mahkota menghadiri acara penyambutan kedatangan tamu dari Persia. Dan malam ini Tuan Putri diminta untuk menginap di Istana ”


“Apa?” Bagai petir menyambarnya disiang bolong.


“A,aku menginap di Istana malam ini?” Tanyanya kembali dengan raut wajah tak percaya.


“Benar Tuan Putri, Kereta dari Istana akan segera tiba, Tuan Putri harap bersiap-siap” Timpalnya yang membuat Cat tak percaya. Ohh Lord apakah penderitaannya dimasa lalu akan dimulai saat ini?? Pikirnya saat itu.


 ---


Cat bersiap-siap ke Istana. Alexa dan Bibi Rose telah membantunya berganti pakaian. Cat tak mengeluarkan suara sedikit pun. Tatapannya hanya tertuju pada satu arah yang ia lihat. Bibi Rose dan Alexa tidak berani mengajak Cat berbicara. Sepertinya Cat dalam suasana tidak nyaman. Kini saatnya Cat bersama dua pelayannya berangkat menuju istana kerajaan Skanea.


Cat telah tiba di Istana, kedatangan Cat disambut oleh kepala pelayan kerajaan bernama Lui di depan pintu masuk istana.


“Selamat datang tuan putri. Saya Lui Kepala pelayan Istana.” Dengan menundukan padangan, tunduk dan memberi hormat kepada Cat.

__ADS_1


“Terima kasih tuan Lui” Ujar Cat membalas si kepala pelayan.


“Saya akan membawa Tuan putri ke kamar anda” Lui membawa Cat menuju kamar yang telah disiapkan Istana untuknya. Seharusnya Putra Mahkota Andrea menyambut kedatangan Cat, namun percayalah, jangan terlalu berharap banyak dengan seorang Putra Mahkota yang dingin dan tidak memiliki perasaan itu. Ketika Cat diantarkan ke kamarnya, tiba-tiba seorang pelayan istana mengetuk pintu kamarnya.


Tokk tok tok..


“Tuan Putri, saya Egri pelayan istana. Saya membawakan gaun untuk Tuan putri pakai besok bersama Putra Mahkota”


“Masuklah” Jawab Cat.


Ketika si pelayan masuk, pelayan tersebut langsung memberikan beberapa kotak yang berisi gaun beserta dengan kotak lainnya seperti sepatu, wewangian dan aksesoris perhiasan.


“Tuan Putri, ini adalah gaun dengan corak dan warna yang sama yang akan Tuan Putri pakai besok dengan Putra Mahkota” Ujarnya dengan menundukan pandangannya. Seorang pelayan atau pun seorang yang berkasta rendah


“Terima kasih Egri” Ujarnya yang langsung pelan-pelan pelayan tersebut meninggalkan kamar Cat dan memberi salam. Cat berfikir, kenapa ia harus memakai baju yang sama dengan Putra Mahkota. Seperti kekanakan, itu


fikirnya. Ia memandang sinis beberapa kotak yang terlihat diatas meja dihadapannya. Cat hanyalah anak kecil yang baru menginjak 10 tahun. Tapi rasanya penderitannya lebih cepat ia rasakan ketimbang dulu ia hidup


sebelumnya.


---


Di Aula kerajaan, dimana penyambutan tamu dari Kerajaan Persia akan datang. Cat masih bersiap-siap dengan setelan gaun yang ia terima kemarin dari seorang pelayan. Gaun itu tampak luar biasa. Lebih luar biasa lagi ketika itu dipakaikan kepada Cat. Gaun Pink muda bercorak bunga diujung gaun dan rambut yang diikat dengan cantik hasil tangan dari Alexa sendiri.

__ADS_1


“Tuan Putri, anda begitu cantik memakai gaun ini” Gumam Alexa saat selesai merias rambut Catrin


“benarkah??” Tanyanya


 “Terima kasih Alexa” Ujar Cat sambil melemparkan senyum kearah Alexa.


“Tuan Putri, Silahkan turun untuk menunggu Putra Mahkota bersiap-siap. Beliau akan menjumpai putri dibawah” Kepala pelayan Lui datang memberi informasi dari balik pintu kamarnya.


“Baik, terima kasih tuan Lui”


Cat pun turun bersama kedua pelayannya menuju lantai bawah yang telah diinfokan oleh Lui. Ternyata Raja dan Ratu telah lebih dulu turun dan menunggunya disana. Cat terkejut ini merupakan hal yang tidak sopan baginya membiarkan seorang Raja dan Ratu menunggunya.


“Tuan putri, kau cantik sekali, tidak salah aku memilihkan pakaian ini untukmu” Ujar sang Ratu, wajahnya terlihat bersinar dikala ia bahagia dan puas dengan gaun yang ia pilihkan untuk Cat.


“Saya Catrinal Maldovan Dominique datang menyambut Yang mulia Raja dan Ratu, saya pantas mati karna telah membiarkan Raja dan Ratu menunggu saya.”


“Anakku, jangan begitu. Kami memang sengaja ingin menunggumu” Ungkap Raja. Begitu senangnya beliau ketika bisa menjadikan Cat calon mantunya. Selama ini ia sangat berangan-angan bisa memiliki Menantu seperti Catrin. Namun disisi lain, Cat hampir saja akan tumbang saat melihat raut wajah Yang Mulia Ratu. Wajah yang sebelumnya ia lihat terakhir kali saat ia makan malam bersama dengan menu hidangan yang ia buat.


Kejadian nestapa yang tidak ia sangka-sangka saat Ratu mati mengenaskan dihadapannya, saat beliau menyesapkan minuman yang ia berikan pada Ratu. Dan entah kenapa kematian beliau membuat Catrin tertuduh sebagai dalang dibalik kematian Ratu. Sungguh ia tertekan saat itu. Ia mengerang frustasi. Seluruh wajahnya pucat. Ia segera menutup mulutnya karna tak percaya apa yang ia lihat. Kejadian masa lalu yang akan menjadi kenangan seumur hidupnya.


“Yang Mulia Putra Mahkota tiba” Seketika semua yang mendengar melihat kearah sumber suara, Cat terkejut saat ia dan yang lain melihat kedatangan Putra Mahkota Andrea yang baru saja menuruni beberapa anak tangga menuju lantai bawah. Ya, ia tidak memakai baju yang sama dengan apa yang Cat pakai saat ini. Dan itu membuatnya kesal setengah mati.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2