The Future Princess

The Future Princess
Episode 61 / Ide gila.


__ADS_3

Seringai bahagia Felix terpancar. Setelah ia memberi identitas kepada Cat dibawah seorang bangsawan berpengaruh, ia juga mengirimkan beberapa perhiasan, gaun dan sepatu kepada Catrin untuk dipakainya diacara


besok. Ia sangat menantikan wanita cantik itu datang dengan menggunakan gaun yang ia pilihkan dan memperkenalkannya kepada semua orang.


Marquess Franklin pun juga datang ke kamar Cat bersama dua orang pelayan wanita.


“Cat. Ini adalah dua orang pelayan yang Ayah siapkan untukmu. Jika kau memerlukan sesuatu, kau bisa katakana kepada mereka. Ayo perkenalkan diri kalian” Ujar Marquess.


“Salam saya nona Cat  Saya Jeni putri dari keluarga Baron Carles.”


“Salam saya nona Cat. Saya Clara, Putri dari Baron Lerado”


“Terima kasih. Saya mohon bantuannya” Cat berterima kasih kepada Marquess Franklin karna telah menambah pelayan untuk dirinya. Ia mengaku cukup satu pelayan saja dan tidak perlu menambah pelayan lagi. Namun Ayahnya ingin jika Catrin tetap ditambahi beberapa pelayan karna ia adalah Putri seorang Marquess. Tentu saja pembicaraan ini terjadi hanya ada Catrin, Liliana dan juga Franklin diruang kerja pribadi Marquess.


“Besok adalah acara penting bagi para bangsawan-bangsawan dikekaisaran ini. Tujuannya yang pasti lebih mengeratkan diri dengan keluarga kerajaan dan membangun aliansi-aliansi tertutup. Itu saat yang tepat untuk memperkenalkanmu kepada seluruh kekaisaran ini bahwa Marquess memiliki seorang Putri.”


Jika memang diacara tersebut banyak tokoh-tokoh penting, maka pasti banyak pembicaraan politik bercampur bisnis. Apakah ia mampu berbaur??. Dansa, cara berjalan, etika dan lain-lain. Cat pun bingung, apakah dimasa lalunya dulu ia bisa melakukan hal tersebut?.


“Ibu tahu apa yang kamu pikirkan Cat. Kau pasti bingung apakah pernah mengikuti acara seperti ini atau belum. Etika bangsawan memang sangat banyak. Seperti dansa, cara berjalan, etika minum dan lain-lain”


“Bagaimana kalau kita uji semuanya??” Tantang Marquess.


“Bagaimana caranya sayang??” Tanya Liliana bingung.

__ADS_1


“Panggilkan Berlin. Coba pasangkan dengan Cat untuk berdansa disini. Itu adalah cara yang tepat untuk melihat apakah Cat dulunya bisa atau tidak.” Tutur Marquess yang membuat Cat bergidik ngeri, pasalnya ia harus melatih dansanya dengan orang asing.


Tidak lama kemudian Berlin putera pertama Marquess pun hadir. Pria tampan dan tinggi ini dengan senang hati menerima permintaan kedua orang tuanya. Ia mencoba berlatih dansa dengan Cat agar membantu Cat mengingat


masa lalunya apakah ia bisa atau tidak.


Cat dan Berlin mulai berdansa, music pun mulai bermain dengan iramanya. Marquess Franklin dan Liliana memperhatikan bagaimana Cat melekukkan tubuhnya kesana kemari mengikuti alunan musik. Liliana dan Marquess tidak berhenti menatap kearah dimana kedua anak mereka berdansa dengan sangat baik. Liliana hampir kagum melihat keanggunan Cat. Sepertinya anak yang baru saja ia angkat tersebut sudah mahir berdansa.


Begitu pula Marquess. Setelah melakukan tarian dansa, berikutnya mereka melakukan ritual minum teh. Minum teh ala-ala bangsawan sangat berbeda pastinya dengan yang dilakukan oleh rakyat biasa. Minum teh ini pastinya ada beberapa teknik. Baik dilihat dari sikap duduk yang tegap, cara memegang gelas cangkir dan sikap tangan saat menaikkan dan menurunkan cangkir diatas meja. Semuanya memiliki tata krama yang baik.


Bagian selanjutnya adalah cara berjalan sendirian mau pun dengan pasangan. Cat juga mencoba turun dari kursi ala-ala menuruni kereta kuda. Bagaimana sikap tangan saat menerima topangan tangan seseorang ketika membantunya turun.


“Prokk, prok, prok”


“Sempurna” Tutur Liliana kagum.


Marquess Franklin datang ke istana untuk bertemu dengan Putera Mahkota Felix. Ada sesuatu yang akan ia laporkan kepada pewaris tahta tersebut. Disaat istana disibukkan dengan agenda rutin tahunan yang akan dilakukan besok, Franklin malah ingin bertemu dengan Felix.


“Salam saya kepada Yang Mulia Putera Mahkota Felix”


“Ada apa Marquess??” Tanya Felix. Ia baru saja menandatangani surat persetujuan pengakuan Catrin sebagai anak angkat dari Marquess Franklin.


“Maaf atas kelancangan saya Yang Mulia karna tiba-tiba meminta izin bertemu. Ada hal yang ingin saya diskusikan dengan Yang Mulia terkait Putri baru saya Catrin.” Ujar Franklin.

__ADS_1


“Ada apa Marquess?? hal apa yang ingin kau diskusikan kepadaku??” Tambahnya kembali.


“Hari ini saya dan istri saya melihat kemampuan Catrin, mulai dari tata karma dan etika layaknya yang dilakukan para bangsawan. Saya hampir terkejut dengan kemampuannya yang bisa melakukan segala macam etiket layaknya seorang Putri Bangsawan. Saya berfikir apakah langkah kita mengumumkan Catrin sebagai Putri saya apakah langkah yang benar?? Hamba berfikir bisa saja saat ini keluarganya sedang mencari keberadaannya” Ujar


Franklin panjang lebar.


“Itu mungkin hanya nilai plus Marquess. Kau tidak perlu khawatir. Kau hanya perlu menjadi Ayah yang baik baginya. Saat pesta besok dia akan menjadi pasanganku. Dan disaat itu juga pasti timbul gosip dari


para bangsawan bahwa dia adalah calonku nantinya”


“Lalu bagaimana dengan Putri Viscount Daniel yang mulia?? Bukankah saya mendengar desas-desusnya bahwa anaknya akan menjadi Selir anda nanti??”


“Ia dia hanya akan menjadi selirku. Berbeda dengan Cat, dia akan menjadi calon Permaisuriku dan saat aku resmi menduduki takhta Raja, maka Cat akan menjadi Ratunya” Tutur Felix dengan seringai bahagianya.


Franklin yang mengetahui ide gila Felix terlihat getir. Ia baru tahu ternyata sebagian sifat dari Putera mahkotanya ternyata agak aneh baginya. Ia tidak bisa membayangkan beberapa fraksi yang pastinya akan menolak atau keberatan dengan  keinginannya. Yang jelas jawaban itu akan segera diketahui saat nanti Cat menampilkan diri bersama Putera Mahkota diacara pesta dansa tahunan kerajaan. Ia bahkan tidak sabar melihat sisi wajah Viscount Daniel saat melihat Putera Mahkota yang sudah memiliki pasangan saat pesta besok.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2