
Bukan hanya dikenalkan atau didekati, para wanita tentu saja menunjukan keagresifannya terhadap calon pewaris kerajaan tersebut seperti mendekat dan menyentuh tubuh Felix. Menyentuh dalam artian dipegang bahkan dirangkul. Namun, setelah ia disentuh. Felix berpura-pura pamit untuk kembali ke kamarnya. Dengan langkah tergesa-gesa menjauhi area pesta termasuk para wanita yang dengan sengaja menempel kepadanya. Ia membuka atribut kekaisaran satu persatu kesembarang arah dengan perasaan jijik.
Dengan langkah jalan yang begitu cepat, Felix melepaskan sesuatu yang disentuh oleh wanita-wanita itu ditubuhnya dengan gemetar dan nafas yang sesak. Johny yang mengikutinya dari belakang sudah mulai terbiasa dengan kelakuan aneh Felix yang belum lama ini terjadi, tepatnya semenjak Catrin meninggalnya.
“Singkirkan semua barang-barang itu. Bakar, jangan sampai aku melihatnya apalagi memakainya. Aku harus mandi. Siapkan air mandiku” Titah Felix yang langsung dilakukan Johny dan menyampaikannya kepada para dayang.
“Baik Yang Mulia” Balas Johny sambil terus mengikuti Felix dan memungut satu persatu artibut yang ia jatuhkan tadi dijalan. Seorang dayang yang baru saja tiba menghampiri Felix langsung menundukan pandangannya cepat ketika melihat Felix datang tergesa-gesa menuju kamarnya. Saat ketika Felix melewatinya, Johny langsung memberikan barang yang ia pungut kepada dayang tersebut untuk segera memusnahkannya dari hadapan Felix.
“Buang semua ini dan jangan sampai Yang Mulia Felix melihatnya atau memakainya. Bakar semuanya tanpa terkecuali” Titah Johny yang langsung dilakukan oleh dayang tersebut.
“Baik tuan” Balas si dayang.
“Oh ya jangan lupa cepat siapkan air mandi Yang Mulia. Beliau baru saja disentuh lagi oleh mereka (wanita-wanita bangsawan). Cepat!!!”
“B-baik tuan” Si dayang segera berlari sambil menyuruh bawahannya untuk segera menyiapkan air mandi Felix.
“Pakkkk” Felix masuk secaa tergesa-gesa dan mendorong pintu dengan tenaganya. Kini yang tersisa ditubuhnya hanya baju kemeja putih berbahan halus sutera. Ia pun melepasnya kemudian dengan paksa hingga merusak
seluruh kancing yang ada dikemeja tersebut dan membuangnya lagi-lagi kesembarang arah. “Arrgghhh”. Ia mengerang frustasi saat dirinya lagi-lagi dijadikan bahan lelucon para gadis-gadis bangsawan yang mencoba merayunya hanya untuk kedudukan semata.
“Heuh haa sampai kapan heuh aku harus terus seperti itu heuhhh haa??!” Gumam Felix frustasi. Felix segera menompangkan tubuhnya dengan sebelah tangan diatas meja kerjanya, lalu tangan sebelahnya menekan
__ADS_1
lembut sebelah wajahnya. “Cat heuhh,, Catrin. Cuma wanita itu saja yang boleh menyentuhku heuhh. Cuma dia heuh”.
“Cepat siapkan air mandi Yang Mulia. Beliau mulai lagi seperti itu” Yang dimaksud dayang tersebut adalah Felix yang baru saja disentuh para wanita-wanita bangsawan yang menempel kepadanya layaknya seperti kotoran atau pun Alergi terhadap sentuhan wanita.
Dikamar mandi kebesaran milik Putera Mahkota, para pelayan mondar mandir menyiapkan air, wewangian, kembang dan handuk ganti untuk Felix.
“Akhir-akhir ini pekerjaan kita menjadi banyak. Yang Mulia selalu minta disiapkan air mandi secara mendadak. Apalagi saat ada pesta” Rengek seorang pelayan bagian pemandian Putera Mahkota. Beberapa pelayan yang
ada disana pun ada diantaranya mengangguk setuju. Ada juga yang tidak.
“Hati-hati dengan ucapanmu. Bagaimana kalau ada yang mendengarnya??. Kau akan berakhir mati nanti.” Ujar seorang pelayan lain yang lebih rasional pemikirannya.
“Bukannya kau seperti itu juga???. Kau kan juga kewalahan karna pekerjaanmu yang semakin banyak. Bayangkan saja. Kita bisa kembali kekamar dan beristirahat saat tengah malam saja. Hahhh dulu saat wanita berambut emas itu beliau tidak seperti ini. Jelas sekali beliau patah hati karna dia”
untuk hati-hati. Karna ia tahu, istana sangat berbahaya jika menyebarkan gosip yang merugikan majikan, apalagi itu adalah keluarga kekaisaran.
“Brakkkkk” Tiba-tiba pintu terbuka dan menimbulkan suara keras yang mengejutkan seisi ruangan tersebut “Y-yang Mulia!!!!!” Semua pelayan yang ada diruang pemandian tersebut ketakutan luar biasa saat Felix mendorong pintu tiba-tiba. Bukan hanya mendorong pintu tiba-tiba, ia juga memperlihatkan raut wajah kesal dan marah kepada seluruh pelayan yang menyiapkan air mandinya.
“Maju” Ujarnya sepatah kata yang membuat seluruh pelayan ketakutan. Mereka menundukkan kepala mereka meski pun pekerjaan mereka belum sepenuhnya selesai menyiapkan air pemandian Felix.
Pelayan yang membicarakan ia dibelakangnya gemetar luar biasa. Wajahnya pucat, bibirnya bergetar dan peluh yang mulai melucur dipelipisnya. Terkutuklah mulutnya yang tidak bisa menjaga kesopanan. Padahal temannya sudah mengingatkannya, tapi ia tidak memperdulikannya hingga kini ia harus mempertaruhkan hidup dan matinya saat ini.
__ADS_1
“Apa cuma aku yang mendengarnya tadi??.”
“AKU BILANG MAJUU!!!” Teriak Felix yang membuat sipelayan akhirnya maju memohon pengampunan Felix.
“Y-yang Mulia ampuni hamba heuhh” Pelayan itu pun bersujud setelah mendapat teriakan menakutkan dari mulut Felix yang sangat mengerikan bahkan belum pernah ia melihatnya sebelumnya selama ia bekerja di Istana. Johny pun tiba akhirnya karna mendengar teriakan Felix disekitar pemandian Putera mahkota. Pelayan itu memohon berlutut sambil menekukkan kedua tangannya dihadapan Felix yang tampak murka.
“Hahh. Jadi kau yang diam-diam membicarakanku dari belakang ya?!” Felix menyeringai saat tahu siapa pelayan yang dengan lancangnya membicarakan ia.
“M-maafkan hamba Yang Mulia. Hamba lancang. Hamba mohon jangan bunuh hamba Yang Mulia. Hamba masih butuh pekerjaan” Pelayan itu mulai menangis terisak-isak dan memohon pengampunan dari Felix. Memang Felix
terkenal dengan kebaikannya dan keramahannya kepada semua pekerja di Istana.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.