
“Ohh begitu?? Apa berpelakukan juga termasuk kedalam acara bincang-bincang kalian??” Andrea memang lihai. Setiap kata yang ia ucapkan bagaikan belati yang menusuk orang-orang dengan kalimatnya yang tajam. Mereka
berdua pun pucat. Dada Cat tetap serasa dihujani beberapa anak panah yang menembus dijantungnya. Dadanya kembali sesak. Sekuat-kuatnya ia menahan, tetap saja benteng pertahanannya runtuh. Air mata pun lolos. .
“Kau kembali lah ketempatmu “ menunjuk Ernest. “dan kau ikut denganku” meraih tangan Cat dan membawanya pergi. Sementara Ernest hanya mematung, terdiam melihat Cat berjalan terseok-seok diseret oleh Putra Mahkota. Cat mencoba menyamakan langkahnya dan sesekali melihat kearah Ernest yang mematung disana dengan wajah kekhawatiran hingga mereka berangsur-angsur hilang dari pandangan Ernest.
Ernest terkesima, bukan karna keelokan sesuatu yang membuatnya terdiam, melainkan karna kebodohannya. Ia melihat bergantian kedua telapak tangannya disana. Bagaimana putus asa dan kecewanya ia tak dapat melakukan apa-apa dengan kedua tangannya saat ini. Rasa malu yang ia tanggung dihadapan bangsawan Negara lain yang ia tumpangi saat ini, mengikis rasa kekesalannya yang mendalam
---
Andrea menyeret Cat ke kamarnya dan menghempaskan tubuh kecilnya mengarah ke dinding. “Aghh” keluh Cat kesakitan sambil mengelus pergelangan tangannya bekas pegangan kuat Andrea sebelumnya. Kini Andrea intens
melihatnya terduduk dilantai menahan rintih. Semua pelayan dan Henry pun tak berani untuk mengusik calon satu-satunya pewaris kerajaan Skanea tersebut. Cat pun sama halnya, tak berani menengadahkan pandangannya kearah Andrea yang berdiri dihadapannya. Sial!
“Apa kau tidak bisa bersikap baik sebagai tunanganku? Walaupun aku secara pribadi tak mengakuimu, tapi setidaknya kau jaga sikapmu diistana ini. Tidak hanya diistana ini tapi ditempat lain” Cat terdiam seribu kata. Ia memang bersalah.
“Kau bahkan selingkuh dengan Pangeran dari negeri bekas jajahan kita? He, memalukan.” Cat mematung, ia baru ingat bahwa Persia adalah bekas jajahan Skanea dahulunya dimasa kedudukan kakek Raja Lewis terdahulu. Kedua maniknya membulat total melihat ke arah lantai. Karna terlalu mengikuti sakit hatinya yang berlebihan, ia malah membuka hatinya pada Pangeran Ernest. Tapi untuk apa Andrea terlalu berlebihan memarahinya. Harusnya ia hanya perlu menegurnya saja?
Saat ini, hampir seluruh penduduk Skanea tahu tentang hubungan Putra Mahkota Andrea dengan Catrin. Keduanya diyakini memiliki hubungan yang kurang harmonis satu sama lain. Dan rumor itu pun telah sampai di istana termasuk Raja Lewis. Kaisar Lewis juga tak ingin menutup mata dan telinganya saat mendengar rumor itu. Ia akan mencari waktu untuk bisa bertemu dengan anaknya nanti.
---
__ADS_1
“Jangan paksa aku untuk menyukainya Baginda” Ucapnya dingin sambil berpamitan salam setelah bertemu empat mata dengan Andrea diruang kerja Kaisar. Andrea pergi begitu saja setelah Kaisar berupaya untuk membujuknya untuk bisa membuka hatinya dengan Catrin. Tapi bujukannya gagal. Kalau seperti ini orang-orang bakal berpikir bahwa ia tak bisa mendidik anaknya dengan baik.
“Bagaimana caranya menghilangkan sikapnya yang keras itu?” Ucap Kaisar sambil memijit lembut ujung pelipis keningnya. Ucapan itu ia tujukan kepada pengawalnya yang berada setia diujung meja kerjanya yakni pengawal Gwen.
“Mungkin Yang Mulia Andre perlu sedikit waktu untuk bisa membuka hatinya Baginda” Jawab sang pengawal agar dapat meyakinkan sedikit kekhawatiran Kaisar tersebut.
“Mungkin kau benar.” Gumam Kaisar Lewis.
“Minggu depan adalah hari perburuan dihutan Skarlet. Semua bangsawan Skanea akan ikut berpartisipasi disana. Persiapkan segala sesuatunya untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Andrea dan Catrin harus berpartisipasi dalam perburuan ini” Titah Kaisar kepada Gwen yang langsung disambut cepat oleh pengawal tersebut.
---
Namun bukan Cat namanya jika ia tidak memiliki rasa bosan, setelah Will selesai mengajarinya dan meninggalkan kamarnya kemudian. Hanya Lippe yang berada dipangkuannya dengan elusan lembutnya yang membuat hewan berbulu itu tertidur dengan nyaman. Ia juga baru mendengar dari Will bahwa minggu depan adalah hari perburuan dihutan Skarlet, hutan yang dipenuhi dengan hewan-hewan buas dan liar. Disini kecemasannya terusik. Dahulu ia tidak ikut dalam perburuan ini dikarenakan ia takut dan Baginda Kaisar memperbolehkannya untuk tidak mengikuti perburuan itu. Sayangnya diperburuan itu Andrea terluka dipergelangan tangannya akibat berani berkelahi dengan
seekor Harimau betina yang sedang hamil.
Diingatannya, Harimau itu hanya ingin melindungi dirinya dan anak didalam perutnya agar tidak mati ditangan para pemburu. Tapi Andrea begitu antusias ingin memanah harimau tersebut, hingga akhirnya Harimau betina itu menyerangnya agar tidak melepaskan anak panah ke arahnya.
Ahh itu mengerikan, pikirnya. Satu-satunya jalan agar pria itu tidak terluka yakni, ia harus ikut. Karna kalau ia hanya meyakinkan Andrea untuk tidak memanah Harimau, yang ada ia ditertawai atau mungkin lebih malunya di cap aneh. “Arrgghhh” ia benar-benar tak ingin pergi diperkumpulan yang tak berfaedah itu. Ia ingin tidur seharian jika bisa tanpa aktifitas apa pun.
Karna Cat berteriak frustasi, Lippe terbangun dan memperhatikannya. Cat menyadari kalau suaranya telah membangunkan kucing lucunya.
__ADS_1
“Apa suaraku yang membangunkanmu?? Ahh maafkan aku” Cat kembali berperang dialog dalam pikirannya setelah meminta maaf kepada Lippe yang memandanginya bingung.
“Baiklah, meskipun aku tidak bisa bertemu dengan Pangeran Ernest, kita juga harus jalan-jalan. Kau pasti bosan kan?” Tanya nya kepada Lippe
“Meawww”
“Bagus” Jawab Cat bangga. Ia pun bangkit dari kursinya dan pergi meninggalkan kamarnya. Keluarnya Cat dari kamarnya langsung dihadang para pengawal yang menungguinya dipintu kamar.
“Maafkan kami Tuan Putri, anda tidak diizinkan untuk keluar dari kamar atas perintah Yang Mulia Andrea” Jawab si pengawal dengan menundukan pandangannya dihadapan Cat.
“Apa???. Aku tak diizinkan keluar dari kamar??”
“Minggir kalian”
Cat menghadang para pengawal yang menghalanginya didepan.
“Maafkan kami Tuan Putri” Keluh pengawal.
* Jangan lupa like dan komennya ya. Trims.
Bersambung
__ADS_1