The Future Princess

The Future Princess
Episode 41 / Hilang.


__ADS_3

“Hhuhuuuuu hiks” Ibunda Cat tak kuasa menahan tangisnya. Lewis pun yang ikut terhanyut hanya bisa merangkul sang istri. “Apa yang terjadi jika racun itu masih mengendap ditubuhnya?” Tanya Andrea menyelidik. “Racun yang masih tertinggal ditubuh Putri membuat kondisi tubuhnya akan melemah Yang Mulia. Saya akan tetap melakukan terapi rutin kepada Putri agar racun itu bisa menghilang secara berangsur-angsur” Tambah Cleython dihadapan yang lain.


Kedua orang tua Catrin tak dapat menguasai keadaan terutama sang Ibu. Andrea juga tak dapat menyebunyikan kekesalannya saat tahu fakta dan jawaban yang sebenarnya. Akhirnya acara perburuan batal dan berakhir


menjadi tragedi dikeluarga Dominique. Keputusan Raja pun keluar dan acara perburuan pun dihentikan dan pembubaran pun akan dilaksanakan dua hari kedepan, mengingat kondisi Cat yang masih kritis dan belum diperbolehkan untuk melakukan perjalanan jauh oleh Cleython.


Andrea kini bermenung didalam tenda miliknya. Ia tak mengunjungi Cat karna kedua orang tuanya terutama ibunya yang baru datang dan sibuk menjaga anaknya yang masih terlentang diatas ranjang menunggu untuk siuman. Didalam tenda, Lauren sibuk membersihkan tubuh anaknya dengan handuk lembab sambil menitikkan tetesan buliran bening yang jatuh ke pipinya “Nyonya, biarkan kami yang melakukannya” Ujar Bibi Rose tak tega.


“Biar aku saja. Aku sudah lama tak melihat Putriku. Aku juga sudah lama tak mengurusnya” Ujar Lauren dengan segala kehangatan dan tatapannya yang syahdu. Alexa dan Bibi Rose yang memperhatikannya pun ikut terhanyut dengan kehangatan Lauren. “Beberapa waktu lalu ia mengirimkan surat kepadaku dan kakak-kakaknya. Setelah sekian lama ia diistana, barulah ia mengirimkan surat karna ia rindu dan ingin bertemu dengan kami.” Alexa dan Bibi Rose hanya bisa mendengarkan curhatan sang Ibu sambil menatap satu sama lain.


“Sudah lama rasanya aku tidak menyisir dan mengikat rambutnya. Ia tak memperbolehkan rambutnya disentuh oleh orang lain kecuali aku. Apakah diistana ada pelayan yang mengikatkan rambutnya selain aku??” Tanya


Lauran kepada kedua pelayan Cat. “Tuan Putri hanya mau rambutnya disentuh oleh kami berdua Nyonya” Jawab Alexa dengan sopan. “Sudah kuduga” Gumam Lauren.


---


Waktu berputar dan mulai beranjak dari Matahari terbit hingga Matahari terbenam bersembunyi dibalik awan. Beberapa pengawal yang siap sedia penjaga keamanan pun terlihat mondar-mandir dibeberapa tenda keluarga kekaisaran terutama tenda milik Cat. Saat itu Cat kebetulan ditunggui oleh kedua pelayannya yang duduk sambil menahan kantuk disisi ujung tempat duduk menunggui sang Putri yang masih belum siuman dari komanya.

__ADS_1


Rose yang tak bisa menghentikan rasa kantuk dimatanya berusaha memainkan kedua kelopak matanya untuk tidak tertidur. Sementara Alexa telah berada dialam lain dengan posisi duduk sama dengan dirinya. Rose yang


melihat pun dibuat geleng-geleng dengan perilaku Alexa. Dan untuk menghilangkan rasa kantuknya, ia pun keluar untuk mencari angin segar. Siapa tahu dengan ia berjalan-jalan diarea tenda, rasa kantuknya akan berhenti.


Rose berjalan-jalan disekitar tenda dan bertemu dengan beberapa pengawal yang terlihat tertidur dengan posisi ada yang berdiri, ada juga yang duduk didepan tenda. Asap yang mengitari tenda membuat Rose tak bisa menahan kantuknya “Kenapa kantuknya nggak hilang-hilang??” Gumamnya disepanjang jalan. Gumpalan asap seperti asap penghilang nyamuk itu mengitari dsekitar tenda Catrin.


Karna memang saat ini sudah tengah malam, banyak pengawal yang mulai mengantuk dan tertidur sambil menjaga tenda. “Apa karna ini bukan diistana jadi mereka bisa tidur??” Gumam Rose kembali sambil memperhatikan para pengawal yang tertidur. Rose pun jadi ikut-ikutan tak tahan menahan kantuknya. Ia pun kembali menuju tenda. Ia tak boleh berlama-lama diluar karna Cat hanya sendiri ditemani Alexa yang sedang tidur ditenda.


Rose kembali ke tenda dan melihat para pengawal didepan pintu tertidur dengan nyenyak. Perasaannya mulai tak nyaman. Ia segera berlarian masuk ke dalam tenda dan mendapati Alexa dalam posisi diatas lantai seperti pingsan. Lalu ia beralih menuju tempat Cat beristirahat. Seluruh badan Rose gemetar hebat, kedua maniknya membulat sempurna sambil menahan mulutnya dengan kedua tangannya. Catrin menghilang dan tidak ada diatas ranjang. “T-tuan Putriiii!!!” Teriak Rose dengan intonasi keras.


Rose mencari ke setiap sudut tenda, namun tidak menemukan keberadaan Cat. Ia lalu segera berlarian keluar tenda untuk meminta pertolongan “Tuan Putri hilang, tuan Putri hilang” Teriaknya yang mendominasi sekitar area tenda. Para pengawal langsung berhamburan dan terbangun dengan teriakan Rose. “cepat cari Tuan Putri, dia menghilang” Rose tak dapat menyembunyikan ketakutannya hingga menangis tersendak-sendak.


Andrea langsung masuk melihat situasi didalam tenda. Cat memang tak ada lagi diatas ranjangnya dan ia mencium aroma sesuatu “Ini??” Ia langsung berlarian keluar “cepat cari Putri disekitaran tempat ini. Ada yang sengaja menghidupkan asap beracun agar semuanya tertidur” Ujar Andrea yang membuat semua terpaku dan para pengawal yang mendengar pun langsung berpisah dan berlarian mencari jejak Putri Cat.


“Sayang aku harus mencari Catrin. Kau harus tunggu disini” Ujar Lewis kepada Lauren, “Cepat temukan dia” Ujar Lauren sambil melepas kepergian Lewis yang baru saja menaiki kuda dan mulai meninggalkan lokasi. Andrea pun juga melakukan hal yang sama. Ia langsung menaiki kudanya dan menyusuri hutan mencari jejak anaknya.


Acara perburuan menjadi begitu anker dengan kabar menghilangnya Tuan Putri Cetrinel. Menghilangnya Putri Cat tentu mengundang tanda tanya besar bagi sebagian orang terutama baginda Raja dan Ratu. Prajurit pun ditambah termasuk ke bagian Ibu Kota guna mencari keberadaan Catrin. Hilangnya Tuan Putri Cetrinel juga menjadi harapan bagi orang-orang yang iri sekaligus mengincar posisi tunangan Putra Mahkota.

__ADS_1


Harapan, doa dan usaha kerjasama pun dilakukan untuk menemukan keberadaannya. Angela pun terpaku sesaat saat mengetahui kejadian itu dan melakukan diskusi dengan sang Ayah “Ayah, kondisi Putri apakah berpengaruh


terhadap racun yang masih tersisa ditubuhnya?? Tanya Ela menyelidik.


“Anakku, hanya keajaiban yang bisa menolongnya saat ini.” Ela tak paham.


“Ayah jelaskan, aku tak mengerti”


“Racun Putri sepenuhnya tidak berhasil kita saring dan masih mengendap didalam tubuhnya. Jika tubuhnya mengalami goncangan, maka proses racun bisa berkembang lebih jauh. Kita tak dapat berbuat banyak kecuali ada keajaiban untuk Putri” Ela terdiam mendengar jawaban sang Ayah.


Bersambung


Ig : @yulia.fernanda__


Baca juga :


* Cerita Julia dan Korea Selatan 2.

__ADS_1


* Love in Seoul City


__ADS_2