The Future Princess

The Future Princess
Episode 81 / Ingatan masa lalu.


__ADS_3

Ya, Felix sudah mencoba mencari tahu jati diri Catrin. Hanya saja kesalahan yang ia perbuat adalah, ia hanya menelusuri disekitar kekuasaannya saja dan tidak mencoba mencarinya ke Negara atau kekaisaran lain.


Cat terdiam mendengarnya. Benarkah itu? Pikirnya mulai


kabut.


“Catrin” Suara berat itu kembali datang. “Cat”. Tidak, ia memohon untuk jangan mengusiknya lagi. Cat memutar pandangannya mencari arah sumber suara yang mulai membuatnya bergidik ngeri.


“Catrin”


“Deg” Sesuatu mulai berdengung ditelinga Catrin. Sesuatu yang memanggil tersebut mulai menusuk dan menyakitkan.


“A a a s-siapa itu ???” Cat reflek menutup kedua telinganya, sial!.


Felix pun terperanjak kaget “Catrin?” panggilnya khawatir.


“Catrin, kau baik-baik saja??” Tanya Felix kembali. Ada yang tidak beres dengan wanita yang dihadapannya sekarang.


Catrin lekas menggelengkan kepalanya bingung. Sesuatu lekaslah tolong ia. Cat kembali terganggu dengan panggilan aneh tersebut.


“Deg” Jantungnya kembali seperti ditusuk.


“Apa yang binatang itu lakukan??”


“Yang Mulia mohon maafkan Lippe, ia hanya hewan kecil. Saya akan mengganti burung kenari itu dengan yang baru. Saya mohon lepaskan Lippe” Cat memohon dan mengemis.


“Lippe hhuhuuu hiks”


“Itu setimpal untuknya yang telah membunuh peliharaanku”

__ADS_1


Episode 27


Suara berat dan bariton itu terngiang selalu dan memenuhi isi kepalanya. Siapa suara laki-laki sialan itu pikirnya. “Arghhh” Cat kembali berteriak tidak jelas sambil mengeluh kesakitan. Felix kebingungan bercampur khawatir.


“Cat apa yang terjadi padamu??” Felix meraih kedua bahu Cat dan mencoba menahan lekuk tubuh gadis itu yang mulai tidak beraturan kondisinya.


 “Kau lebih suka disentuh Ernest dibanding denganku?”


“Hamba tidak berani Yang Mulia”


“Lalu??”


“Bukankah Yang Mulia tidak menyukai hamba?”


“Kenapa memangnya jika aku tidak menyukaimu?”


“Karna saya juga tidak menyukai anda Yang Mulia” Episode 16.


“Akhh heugh pergilaaah!” Pinta Catrin memohon pada suara-suara aneh yang disitu anehnya juga ada suaranya. Nafasnya tersengal-sengal, memburu dan agak sulit diatur. Kedua bola matanya mulai perih, seakan-akan buliran bening akan menyeruak dari sana. “Catrin ada apa denganmu???” Felix malah semakin frustasi melihat Catrin yang tidak jelas kenapa.


“oekkk oekk...”


 “Akan ku beri nama ia Catrinel Maldovan Domique”


“Nama yang indah”  Episode 02.


Cat mulai menarik keras ujung rambutnya. Suara aneh itu mulai membuat kepalanya berdenyut hebat. Suara yang tampak seperti ia kenal namun sulit baginya untuk mengingat. Anehnya suara itu membuatnya rindu bercampur hangat. Catrin semakin kacau. Gelas yang berisi teh dan makanan dessert lainnya tumpah dan membuat keadaan meja tersebut berantakan. Ini karna Cat tidak sadar akan kondisinya.


Catrin membuang vas bunga kaca kesembarang arah tepat dihadapan kedua orang tua nya yang sedang duduk diruang tengah. Sesuatu membuatnya tak ingin dan begitu marah. Emosinya tersulut ketika ia mendapatkan surat yang turun dari kerajaan. Sesuatu yang akhirnya akan terjadi, persis dikehidupannya yang dulu. Surat titah bahwa dirinya akan dinikahkan dengan Pangeran Andrea. Seseorang yang ia kutuk seumur hidupnya saat ini.

__ADS_1


 “Catrin sayang, apakah kamu tidak ingin menikah dengan Pangeran?”


“Aku tidak ingin masuk istana, aku tidak ingin menikah dengannya. aku nggak mau Ayah huhuhuu”Episode 05.


“Catrin sadarlah” Panggil Felix sedikit teriak. Wanita itu tampaknya kesakitan dan ia jadi tidak berdaya melihatnya.


“Pelayaaannnn” Teriak Felix mendominasi tempat itu yang entah kenapa ia tidak melihat batang hidung pelayan atau pun kesatria didekatnya. Ahh sial ia lupa dan baru ingat, itu karna ia sudah katakan kepada pengawalnya agar mereka jangan muncul didekatnya sampai ia memberi aba-aba.


“Aggghhh pergilah hhuuuhuuu” Catrin mengerang frustasi hingga ia sudah sampai pada batas kekuatannya.


“Johnyyy, pelayaaannn” Felix berteriak memasuki kediaman Marquess sambil membopong tubuh Catrin yang sudah ambruk.


Semua kocar-kacir saat Felix berteriak memasuki mansion.


“Nonaaa” panggil Jenni yang kebetulan tidak jauh dari sana.


“Apa yang terjadi Yang Mulia??” Tanya Jenni khawatir.


“Cepat panggilkan dokter istana” Titah Felix sambil tetap membopong tubuh Cat menuju kamarnya tanpa peduli menjawab kekhawatiran pelayannya.


Semua berkumpul secara tidak terduga didalam kamar Cat. Wanita lemah itu terbaring lemas diatas ranjang nya sambil diperiksa oleh dokter yang biasa bekerja untuk istana kekaisaran. Dokter itu sangat telaten ketika ia mencoba mengecek satu persatu kondisi Cat dan menekan sudut-sudut tertentu. Kemudian dirasa cukup selesai, ia pun memberi laporan atas diagnosanya.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2