The Future Princess

The Future Princess
Episode 122 / Trauma.


__ADS_3

Sebelum ia benar-benar pergi, ia melirik kearah Angela yang tampak menangis sesegukkan dihadapan seorang kesatria dari kekaisaran Imperial yang hampir sekarat. “Kau, segera bereskan urusanmu disini lalu kembali ke tempat asalmu” Ujar Andrea memberi perintah kepada Ela.  “Terima kasih Yang Mulia” Balas Ela sambil menundukkan pandangannya. Andrea lalu berlalu pergi membawa tubuh Cat. Wanita itu perlu diobati terlebih dahulu sebelum dibawa pulang ke kerajaan Skanea.


Tujuh hari berlalu pasca peperangan sengit antara Skanea dan Imperial. Catrin telah dibawa kembali ke kerajaan Skanea dengan kondisi terluka. Nyawanya yang hampir melayang karna berusaha menghentikan peperangan.


Selama itu pula Catrin belum memperlihatkan tanda-tanda akan siuman. Catrin dibawa ke istana Putera Mahkota untuk mendapat perawatan oleh dokter Cleyton. Setiap hari lelaki Jangkung kurus ini selalu menjaga wanita yang belum ini mengkhianatinya. Tidak apa-apa baginya asalkan wanita ini kembali lagi ke sisinya. Ia yang kemarin hampir setengah sekarat ini sekarang telah menemukan sumber kehidupannya untuk bertahan hidup.


“Kau seperti racun tanpa penawar Cat” Gumamnya dihadapan Cat yang masih belum ada tanda akan bangun itu. Ia menyentuh tangan kiri wanita itu dan mencium punggung tangannya dengan lembut.


Alexa dan Rose kini bisa bernafas lega. Mereka dipanggil ke kerajaan untuk menjadi pelayan Cat kembali. Betapa luar biasanya reaksi mereka ketika tahu majikannya mereka masih hidup. Hanya saja saat dibawa ke Skanea kondisinya terluka dibagian tangan.


“Aarghhhhh, prank, prankkk” Teriakan yang menggema, pecahan demi pecahan apa pun yang tampak asalkan tersalurkan “Prankkk”.


“Putrii!!, putri tenanglah” Ujar Bibi Rose menenangkan namun tidak diindahkan oleh Catrin sendiri. Ia kewalahan, takut, dan tidak bisa berbuat apa-apa. “Aarrrgggghhhhhhhhhh”.


“Bagaimana keadaannya saat ini??” Tanya Andrea didalam ruang kerjanya bersama tuan Cleyton. Ia melihat hampir sebagian pelayan hiruk pikuk tidak tenang karna adanya perlawanan dari wanita yang baru saja siuman itu. “Argghhhhh”

__ADS_1


“Biasanya dalam tragedy terluka atau pun tertusuk benda asing reaksi otot masih dapat bekerja asalkan tidak menimbulkan kerusakan. Namun untuk kasus tuan Putri berbeda, Beliau bisa mengangkat tangannya hanya saja tangan tersebut akan bergetar jika beberapa saat terangkat.”


“Apakah itu bisa jadi parah??” Tanya Andrea. “Putri hanya sulit menggunakan tangan kiri kedepannya Yang Mulia. Beliau hanya bisa menggunakan tangan kanan untuk melakukan aktivitas.


Cat bagai terjerambah jatuh ke dasar jurang. Ia mengatur dan membiarkan senyumnya menari getir ke udara. “Hahahaha” Cat tertawa sendirian didalam kamarnya seperti orang gila. “HAHAHAHAAHA” Ia duduk diantara pecahan dan berantakannya kamar tersebut. Ia bersandar dibawah ranjangnya, melipat dan memeluknya dengan kuat lalu melepaskannya paksa “ARRGHHHHHH”.


Jika ia lelah, ia akan meringkuk duduk bagai pengemis atau tidur dilantai dengan penuh rasa tertekan. Sebulan berjalannya waktu, kondisinya masih tetap sama saat ia siuman dan menyadari tangannya sulit untuk dikendalikan. Ia meminum semua obat secara berlebihan agar tangannya segera pulih, namun itu hanya akan tetap merusak dirinya.


Melihat kondisi dan reaksi Cat terhadap tangannya sendiri membuat Andrea ikut dibuat sedih dan stress. Ia menopang wajah dengan sebelah tangannya diatas meja kerja. “Cat tenanglahhh” Andrea menopang kedua bahu Cat yang sulit dikendalikan. “Apa????. Sekarang APAA??. Yang Mulia puas???. Saya cacat” Andrea menjadi pelampiasan kekesalannya. Lelaki yang kurus itu menjadi bulan-bulanan Cat.


“Dasar bajingannn” Ujarnya meraih benda keras yang berada di dekatnya dan melemparnya kearah Andrea. Andrea segera menepis dan untung saja tidak mengenai dirinya. “Bajingaannnn” Teriak Cat menggema diruangan itu.


Setelah cukup lama menghabiskan waktu berteriak dan menghancurkan segala yang ada, Catrin akhirnya lelah dan tertidur. Andrea pun meninggalkannya setelah memastikan wanita itu benar-benar terlelap. “Huftt” Ia menghembuskan nafas gusar saat keluar dari pintu kamar Cat. Lelah terlihat jelas digaris wajahnya. “Jaga Putri baik-baik dikamarnya “Ujar PUtera Mahkota kepada dua pelayan Cat yang menunggunya didepan “Baik Yang Mulia” Ujar mereka serentak sambil memberi penghormatan saat Andrea berjalan meninggalkan kamar itu.


“Yang Mulia, kapan kami bisa menjenguk Catrin. Kami ingin memastikan keadaan putri kami” Ujar Lewis saat menemui Andrea diruang kerjanya. Andrea pun sulit memberi keputusan karna kondisi Cat juga tidak memungkinkan untuk dijenguk oleh siapa pun. “Aku ingin membiarkan kalian menjenguknya, tapi kondisi Cat masih kacau. Aku takut ia akan menyakiti kalian” Ujar Andrea yang saat itu Lewis memperhatikan goresan luka kecil dipelipis Andrea.

__ADS_1


Mungkin itu adalah hasil perbuatan anaknya fikirnya. “Hamba minta maaf atas apa yang sudah Catrin lakukan kepada anda Yang Mulia” Ujar Lewis yang membuat Andrea terkejut heran. “Apa yang kau katakan tuan Duke??” Tanya Andrea tidak mengerti.


“Yang Mulia pasti kelelahan menghadapi anak saya yang saat ini tidak dapat mengendalikan amarahnya. Saya mohon Yang Mulia memakluminya” Ujar Lewis membungkukkan tubuhnya. “Sudahlah tidak perlu difikirkan. Akulah yang membuatnya seperti itu. Dari awal memang aku yang salah” Ujarnya tertekan.


“Aku ingin jalan-jalan” Ujar Cat yang sudah bangun dari tidurnya. Ia sudah memakai gaun hari-harinya dan sudah terlihat rapi. Ia mulai sumpek selalu berada didalam kamar yang indah ini tanpa melihat keluar sana. Dengan ditemani 2 pelayan dan 2 kesatria, Cat berjalan-jalan mengitari istana. Sudah beberapa bulan ia tidak menginjaki kaki ke istana ini lagi.


“Ohh bukankah ini Tuan Putri Catrin??” Catrin melirik kearah sumber suara “Hallo lady Selena” Sapa Catrin sedikit tersenyum. “Sudah lama tidak bertemu tuan Putri, saya fikir anda sudah ahhh syukurlah anda masih selamat” Selena basa-basi dengan kalimat mencemo’oh. “Apa lady sedih karna saya tidak jadi mati??” Tanya Cat blak-blakan dengan wajah yang sedikit kaku. Ya, tidak perlu bermuka manis dihadapan wanita yang membenci kita pikirnya.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2