
“Anakmu, anakmu selalu datang dimimpiku. Dia datang dengan senyumnya yang membuatku frustasi. Kau tahu aku juga tersiksa dengan senyumnya itu. Kau fikir aku begini karna siapa??” Tanya Andrea. Kedua matanya mulai berkaca-kaca. Lewis lah yang berhasil melihat pemandangan mengerikan itu dihadapannya. Wajah dan tubuh itu sangat-sangat kurus seperti tulang yang terbungkus kulit. Pergelangan tangannya yang kecil namun anehnya mampu menebas leher sekali gerakan.
Kedua manik Lewis terbelalak sempurna. Lewis tidak percaya pria hebat se kekaisaran yang selama ini terkenal kejam ini begitu rapuh seperti seonggok kapas yang putih, lemah dan terkulai. Air matanya bahkan terjun dengan kilat diatas pipinya. Benarkah ini adalah sosok Putera Mahkota Andrea, satu-satunya pewaris kerajaan selanjutnya setelah Baginda Kaisar sekarang??.
“Tolong, tolong jangan siksa aku seperti ini Lewis hiks heugh” Andrea menangis. Kini Lewis seperti melihat mayat kembali. Tampang Putera Mahkota yang hampir sama dengan mayat hidup ini tidak ubahnya seperti keluarganya saat ini. Kenapa sebegitu semenyakitkan ini pikirnya. Jika ia tidak kuat, mungkin bisa saja ia lebih parah ketimbang Andrea.
Andrea terus memohon, menaikkan pandangannya dan membiarkan senyumnya menari diudara. Senyum yang menggetirkan sekaligus hampa. Lewis pelan-pelan memperhatikan Andrea secara lekat-lekat dan penuh keibaan. Mereka yang sama-sama bersimpuh ini hanya bisa saling menguatkan saja.
“Yang Mulia. Ini memang sulit untuk kita. Saya berharap Yang Mulia bisa tegar. Saya yakin Catrin diatas sana pasti sedang sedih melihat Yang Mulia seperti ini jadi….saya mohon Yang Mulia. Kembalilah seperti Yang Mulia yang dulu. Kembali lah seperti Yang Mulia yang kuat seperti yang saya kenal.”
“Brukkkk” Andrea tumbang. Shane dan Lewis terkejut dan segera memapah Andrea diatas ranjangnya. “Apa yang terjadi??” Tanya Lewis tidak mengerti. Apakah Andrea mulai lelah?.
“Beliau diberi obat penenang disalah satu botol mirasnya. Karna Yang Mulia tidak berhenti mengkonsumsi miras akhir-akhir ini, Baginda pun menurunkan perintah agar Putera Mahkota segera diberi obat penenang. Saya akan memanggil pelayan dan kesatria untuk mengikat beliau untuk sementara”
“Mengikat??” Lewis sedikit tidak percaya dengan apa yang disampaikan Shane. Shane pun berlalu sambil memberi hormat kearah Lewis dan mencari kesatria dan pelayan diluar kamar. Setelah memanggil mereka lalu mengikat kedua tangan dan kaki Andrea. Para pelayan pun mulai membersihkan botol-botol minuman dan pecahan-pecahan kaca yang berserak dilantai.
“Panggil juga dokter Cleyton untuk segera mengobati Yang Mulia.” Titah Shane kepada salah seorang pelayan “Baik tuan” Pamit pelayan tersebut meninggalkan kamar Andrea. Lewis kembali dibuat terpana saat melihat kondisi kaki Andrea yang penuh luka-luka setelah adanya lampu penerangan. “Sepertinya ini luka dari pecahan kaca.” Ungkap Shane. Lewis tidak dapat berkata apa-apalagi. Ia sudah kehabisan kata-kata.
__ADS_1
Andrea memang luar biasa pikirnya. Andaikan anaknya melihat kondisi Andrea saat ini pikirnya. “Lihatlah nak karna mu, lelaki ini menjadi berantakan dan tidak berdaya.” Lewis bergumam dalam fikirannya. Dan saat tuan Cleyton datang bersama Kaisar dan Ratu, sontak semuanya memberi salam penghormatan.
“Salam kepada Yang Mulia Baginda Kaisar Agung Skanea.” Kaisar segera mendekat kearah ranjang Andrea setelah ia mendapat kabar bahwa lelaki itu akhirnya ambruk setelah berhasil meminum salah satu miras yang
berisi obat penenang. “A-anakku” Ujar Ratu terisak.
“Saya akan mulai memeriksanya Yang Mulia Raja” Ujar Cleyton dihadapan Kaisar.
“Lakukanlah” Ujar Kaisar singkat. Hatinya terenyuh sesaat ia melihat kondisi anaknya. Dulu ia berfikir, Andrea hanya menjalankan perintah untuk menikahi Catrin dan tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap gadis cantik itu. Rupanya lama kelamaan anak ini bisa luluh juga dengan wanita tersebut. Tapi yang lebih ia sayangkan saat wanita itu mati, justru anaknya menjadi seperti ini.
Cleyton bersama anak buahnya telaten membersihkan dan mengobati luka-luka Andrea. Cara ini ternyata efektif untuk menghentikan Andrea. Cleyton yang menyentuh tubuh Andrea, mengaku terenyuh saat melihat kondisi tersebut. Sangat kurus sekali pikirnya. Ia harus menambahkan beberapa vitamin untuk Andrea. Cleyton juga mencakoki Andrea beberapa obat didalam mulutnya.
“lakukan saja yang terbaik demi anakku Cleyton. Aku serahkan padamu kesehatan anakku satu-satunya” Ujar Baginda Kaisar.
“Baik Yang Mulia” Balas Cleyton menundukkan pandangannya.
“Ahh terima kasih tuan Lewis yang sudah bersedia datang ke istana ini dan menemui anakku. Apakah tuan Duke baik-baik saja?” Tanya Kaisar khawatir.
__ADS_1
“Saya baik-baik saja Yang Mulia. Untungnya Putera Mahkota bisa diajak bicara hingga saya tidak mengalami luka sedikit pun” Ujar Lewis sedikit tenang. “Aku tidak menyangka kalau dia akan mengalami hal seperti ini. Aku salah mendidiknya selama ini” Kaisar hanya bisa menyesali dirinya sementara Ratu hanya bisa menangis dan sesekali membersihkan air matanya dengan sapu tangan yang ada ditangannya.
Sementara dikekaisaran Imperial, tepatnya diistana Raja. Setelah melihat kejadian yang menakjubkan, Ela pergi menuju ruang tamu milik Putera Mahkota Andrea. Kesatria Johny yang menemani Ela pun terlihat bingung dengan sikap Ela yang hanya terdiam tanpa mengajaknya terlebih dahulu seperti sebelumnya. Bahkan raut wajahnya juga ikut berbeda. Entah apa yang terjadi dengan wanita ini pikirnya.
Saat mereka tiba diruang tamu milik Felix, Ela dipersilahkan masuk terlebih dahulu sambil menunggu kedatangan Felix disana. Ia lalu duduk disalah satu kursi empuk yang baginya serasa keras seperti duduk diatas batu. Ela sudah tidak memperdulikan lagi sosok kesatria Johny yang sudah membuatnya bingung. Dipikirannya saat ini adalah bagaimana ia ingin sekali cepat kembali ke negaranya dan menyampaikan apa yang baru saja ia lihat.
Ia mulai mendongkol didalam hatinya kenapa Putera Mahkota ini datang terlambat menemuinya. “Tuan kesatria Johny” Panggil Ela tanpa melirik kearah siempunya. “Ya nona Ela” Balas kesatria Johny terkejut. “Bisakah aku pinjam merpati posmu?. Aku ingin mengirim surat ke ayahku. Aku harus melaporkan pekerjaanku disini” Ujar Ela berbohong.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.