The Future Princess

The Future Princess
Episode 24 / Dinner


__ADS_3

Semenjak ada Lippe, hari-hari Cat dipenuhi dengan tawa renyah dari bibirnya. Benda kecil berbulu itu selalu dapat membuatnya senang dan bahagia. Ia sampai lupa posisinya yang sebentar lagi akan masuk dalam mulut harimau.


Cat akan selalu membawa Lippe berjalan-jalan kecil disamping istana dekat dengan bangunan rumah sakit kecil tempat Ela dan Ayahnya praktek. Semenjak ada Ela dan Ayahnya diistana, ia rutin mengecek kesehatan Kaisar. Saat ini Ayah Ela berhasil mengetahui penyakit Kaisar. Ia pun mulai mengobati dan merawat kesehatan Raja Julian sehingga kesehatan beliau mulai membaik hari demi hari.


Cat tengah duduk ditaman bersama Lippe dan ditemani tentu dengan para antek-anteknya yang selalu sedia menemani kemana Cat pergi. Cat sengaja duduk ditaman itu untuk menunggu Ela yang sedang bekerja.


“Tuan Putri?!” Panggil Ela yang baru saja keluar dari rumah sakit dan menghampiri Cat lalu duduk disampingnya. Ela tampak terbiasa dengan Cat layaknya teman akrab tanpa perlu memberi salam etika di istana. Karna sebenarnya juga Cat tak suka seperti itu apalagi jika orang itu Ela. Hanya pengecualian saja bagi wanita berambut pink itu. Yang lain tentu saja harus beretika ketika bertemu dengan dirinya.


Ela terperanga saat melihat kucing kecil dipangkuan Cat. Kucing itu tertidur anteng saat Cat membelai lembut kepala dan punggungnya.


“Apakah itu kucing Tuan Putri?” Tanya Ela serius.


“Ya ini kucingku, lucu kan ?? Ini dari Pangeran Ernest. Katanya ini kucing ras dari negerinya”


“Siapa namanya Putri? Apakah Putri sudah memberikan nama untuk makhluk kecil ini?” Tanya Ela kembali, matanya masih memperhatikan warna biru mata kucing tersebut yang membuatnya begitu kepo.


“Namanya Lippe, kau pasti terkejut melihat matanya kan? Warnanya indah seperti langit” Cat sangat antusias saat memperkenalkan peliharaannya didepan Ela.

__ADS_1


Andrea sedang berjalan menuju istana utama untuk bertemu dengan Ayahnya. Saat melewati taman rumah sakit, ia tak sengaja melihat Cat dan Ela berbincang-bincang. Awalnya ia santai saja dan ingin berlalu, namun ia penasaran dengan benda kecil berbulu yang dipegangi oleh Cat. Mengerti apa yang membuat Andrea melihat sepintas Cat dari jarak jauh, Shane pun langsung melaporkan apa yang ia ketahui sambil menyamakan langkahnya dibelakang Andrea.


“yang dipegang Tuan Putri adalah seekor kucing Yang Mulia, kucing itu pemberian dari Pangeran Ernest. Kucing itu ras asli dari negeri Persia. Kucing dinegeri mereka terkenal akan bulunya yang lebat dan panjang. Kucing itu dibawa oleh Putri Momo saat menuju kemari.


“Jadi adiknya sedang disini? Tanya Andrea sambil tetap focus berjalan.


“Benar Yang Mulia” Jawab Shane.


“Cih” Andrea mendengus kesal. Ernest berani memberikan hadiah kepada tunangannya, ia berpikir bahwa yang dilakukan Pangeran Ernest pasti memiliki maksud lain. Tapi kenapa ia harus memikirkan hal itu. Percayalah, hatinya mulai tak menentu saat ini.


Saat Cat kembali, ia tak sengaja melihat interaksi antara anak dan ayah disekitar istana. Ia berhenti sejenak sambil melihat interaksi mereka. Anaknya yang memakai pakaian pelayan itu sedang memeluk sang Ayah yang memakai rompi Zirah. Sepertinya ayahnya adalah kesatria diistana ini. Sungguh menyenangkan jikalau bisa bekerja ditempat yang sama dengan anggota keluarga, pikirnya. Pemandangan pilu itu berhasil membuat Cat sedih dan membayangi wajah kedua orang tuanya.


Lalu ia memutuskan untuk mengirimkan kedua orang tuanya surat. Semenjak ia diistana, ia memang tidak pernah mengirimkan kedua orang tuanya surat. Lalu sebaliknya, kedua orang tuanya juga belum pernah mengirimi Cat hal yang sama.


Saat berada dikamarnya dan duduk dimeja tempat dimana ia belajar. Ia mulai menuliskan bait kata demi kata untuk keluarganya. Pena tinta bergagang emas itu menjadi saksi atas tulisannya yang semraut karna mulai basah oleh air matanya. Cat menyeka air matanya agar tak jatuh dikertas yang sedang ia pakai.


Ayah maafkan anakmu yang baru bisa mengirimkan surat kepada Ayah. Bagaimana kabar Ayah selama aku diistana? Apakah Ayah sehat? Bagaimana kabar Ibu dan kakak-kakak?? Aku sangat merindukan kalian. Cat baik-baik saja disini. Cat mulai terbiasa diistana. Cat banyak teman baru disini dan mereka sangat baik. Cat juga baru mendapatkan hadiah dari Pangeran Ernest. Dia membawakan seekor kucing lucu. Cat sangat senang karna kucingnya sangat imut dan menggemaskan.

__ADS_1


Ayah, aku akan segera menemui Ayah dan meminta izin ke Putra Mahkota secepatnya. Jangan sampai sakit. Ayah suka sakit kepala kan kalau telat makan. Makanya Ibu selalu ngomel kalau Ayah lupa makan. Jangan terlalu bergiat bekerja Ayah. Karna umur Ayah tidak muda lagi. Ayah harus jaga kesehatan dan pola makan. Aku akan sering-sering mengirimi kalian surat supaya kalian bisa tahu keadaan Cat disini.


Aku cinta


Ayah.


Akhirnya surat itu ia lipat dan ia masukan ke dalam amplop kecil. Ia menyimpannya terlebih dahulu dilaci dan baru akan mengirimkannya jika ia sudah selesai membuat surat untuk Ibu dan kedua kakaknya.  Lalu, ia pun melanjutkan surat-surat susulan lainnya hingga sampai malam. Mungkin terlalu banyak kata-kata yang ia tulis sehingga surat tersebut ia selesaikan saat sebelum menjelang makan malam. Hingga Alexa datang memberi laporan waktunya  untuk makan malam, dan setelah itu Cat baru tersadar jika ia menyelesaikan surat-surat ini hingga fajar berganti gelap.


“Tuan Putri, Yang Mulia Andre telah menunggu anda dimeja makan”


Cat terkejut, masalahnya ia selalu makan sendiri tanpa lelaki itu. Biar pun pernah makan malam bersamanya, hanya diacara-acara tertentu.


(Apa dia mulai belajar membiasakan diri untuk makan bersama ku? Ya ampun, betapa menyedihkannya ia jika memang harus seperti itu)


Cat akhirnya turun menuju ruang makan dan terlihatlah Putra Mahkota Andrea duduk santai sambil membaca Koran harian Skanea membentang terangkat oleh kedua tangannya dihadapannya. Para pelayan pun ikut menunggu bersama kepala pelayan yang siap sedia disampingnya jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Mereka telah menyiapkan makan malam dengan hidangan yang luar biasa. Namun tetap saja, jika makan dihadapannya Cat tidak akan nafsu.


* Jangan lupa like dan komennya ya. Trims.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2