The Future Princess

The Future Princess
Episode 131 / Matilah kau.


__ADS_3

“Aaahhh” Teriak Cat menggema seketika saat tubuhnya menghempas diatas tanah dan itu cukup menyakitkan bagi tubuhnya. Hal pertama yang Cat khawatirkan ketika ia sadar adalah Andrea. Ia lekas beranjak dan menghampiri Andrea yang melihat sebelah tangannya. Sepertinya lelaki itu terluka karna ia terlihat mengiris kesakitan “Yang Mulia” cat segera menghampiri Andrea. “Anda baik-baik saja??” Tentu saja tidak. Tangannya terluka ketika mencoba menyelamatkan Cat.


Saat mereka saling mengkhawatirkan terdengar suara kaki kerumunan mendekati mereka. Cat berfikir mungkin itu bala bantuan pengawal dari istana, tapi entah kenapa pakaian yang dikenakan mereka terlihat berbeda, perampokkah??, atau musuh??. Mereka memakai topeng menutupi wajah mereka dan hanya menyisakan sepasang mata. Dan semuanya memakai warna pakaian yang sama yakni hitam.


Cat segera bangun dan mngangkat satu sisi roknya, sontak Andrea terkejut dan mengalihkan pandangannya saat wanita itu tiba-tiba saja mengangkat roknya dan menampilan lekuk kaki mulusnya. Tapi tidak seperti itu yang dipikirkan Andrea. Cat mengenakan stocking gelap dan mengambil senjata laras pendek yang ia bawa untuk berjaga-jaga disisi pahanya. Ada gunanya juga ia membawa ini saat ia keluar.


Ia pun memasang kuda-kuda saat memegangi senjata tersebut. Andrea yang masih terduduk dibelakangnya pun terkejut. Andrea pun juga segera bangun, bukan saatnya ia melamun melihat Cat yang mengeluarkan senjatanya. Ia masih siap dengan sebilah pedangnya. Ia memegangi sebelah pedangnya karna satu tangan kirinya terkilir saat terjatuh.


“Awas, hati-hati. Ia memakai senjata” Ujar salah seorang kawanan yang kemungkinan itu adalah pimpinannya” Cat mengarahkan moncong senapannya ke satu persatu bandit-bandit tersebut dari jarak jauh. “Jangan gegabah. Jumlah mereka lebih banyak. Aku akan mengalihkan perhatian mereka dan kau segera kabur dengan kuda itu dan panggil bala bantuan” Ujar Andrea yang ditolak mentah-mentah oleh Cat.


“Tidak, saya akan disini bersama anda dan membunuh mereka semua.” Balas Cat sambil tetap memasang kuda-kuda hingga salah satu dari mereka mulai bergerak dan menyerang Cat dan Andrea “Dorr” Cat segera melepaskan tembakan, namun meleset tidak mengenai sasaran. Ia gegabah dan mulai berkosentrasi untuk menyerang. Andrea tidak tinggal diam. Ia segera maju dan menyerang para bandit.


Cat juga mulai satu persatu melepaskan tembakannya.


“Dorr, dorrr” Tembakan mengenai beberapa bandit sedangkan Andrea juga berhasil melumpuhkan beberapa yang mencoba membunuhnya. Cat tidak hanya memainkan senapannya. Ia juga melumpuhkan bandit dengan beberapa gaya menjatuhkan lawan yang selama ini ia pelajari. Ia meraih pergelangan tangan kanan lawan, mengangkat dan manjatuhkannya seketika lawannya diatas tanah hingga ia kesakitan.


“Dorr” Ia melepaskan tembakan kembali saat salah satu lewan mulai mengacungkan pedang kearahnya dan besi panas tersebut mengenai tepat disisi lehernya, darah segar pun muncrat, menjijikkan tapi ia girang saat lawannya lumpuh seketika dengan tembakannya.

__ADS_1


Andrea melihat gerakan Cat, dan itu terlihat keren baginya. Tidak sia-sia Cat belajar ilmu tersebut dan ia sudah cukup bisa melindungi dirinya sendiri. “Cat, kau harus memikirkan isi peluru mu. Kau harus bisa menembak mereka dengan tepat tanpa meleset. Setidaknya peluru mu tidak terbuang sia-sia.” Ujar Andrea didekatnya.


“Tenang saja Yang Mulia” Bisiknya didekat Andrea yang berada dibelakangnya.


Mereka masih terus dan terus saja melawan para bandit tanpa ampun. Meski pun satu persatu telah lumpuh alias tumbang, namun tetap saja semakin lama Andrea dan Cat mulai terlihat lemah dan lelah. Peluru didalam senapan Cat tersisa sedikit. Itu tidak cukup untuk membunuh para bandit yang kalah jumlah dengan isi pelurunya. Sementara Andrea terlihat sesak nafas menghadapi para bandit.


“Cat, lebih baik kau pergi dengan kuda itu dan cari bala bantuan” Perintah Andrea sama seperti tadi. Tapi Cat masih tidak peduli dan tidak mengindahkan permintaan Andrea. Karna jika ia pergi meninggalkan Andrea dengan beberapa bandit yang masih ingin menyerangnya hidup-hidup, maka Andrea belum tentu bisa selamat. Jumlah pasukan bandit yang menyerang mereka saja sekitar 50an orang. Dan baru separuhnya saja yang berhasil mereka taklukan.


“Saya tidak bisa meninggalkan anda begitu saja Yang Mulia. Pasukan pengawal akan tiba, mereka pasti mendengar suara senapan saya” Ujar Cat meyakinkan Andrea.


“Cat, yang memakai senjata disini tidak hanya kau seorang. Mereka belum tentu tahu dengan suara pistol mu. Suara pistol semuanya sama saja” Tutur Andrea yang masuk akal.


“Veweeeeetttttt” Cat membunyikan suara dari ibu jari dan telunjuk tangannya dimulut. Ia memberi perintah kepada Kuda Andrea untuk segera berlari kearah Istana. Dan dengan sontak kuda itu pun berlari begtu saja setelah mendengar suara tersebut.


“Apa yang kau lakukan??” Tanya Andrea bingung. Selagi dengan kebingungan itu Andrea terus saja masih menyerang dan menekan titik vital lawan agar terbunuh. Cat juga demikian. Ia melepaskan tembakannya dengan


hati-hati agar tepat sasaran. “Ahh haa haa” Cat sedikit demi sedikit mulai kehilangan tenaga. Selain pistolnya yang bermain, ia juga menggunakan tenaga melumpuhkan lawannya.

__ADS_1


Kuda Andrea berlarian sepanjang jalan dengan kecepatan penuh menuju istana. Ternyata yang diajari Shane selama ini kepada kuda Andrea juga cukup berguna. Cat berfikir hanya Shane saja yang bisa melakukannya, ternyata ia juga. Selagi menunggu bala bantuan yang akan segera datang, dua sosok yang diserang sekumpulan bandit tidak dikenal pun mulai menunjukkan kelemahannya.


“Haa ahhh” Cat masih berusaha agar kondisinya tetap normal, ia tidak lagi bermain kekuatan dan hanya berfokus dengan senapannya. “Dorr, dorrr” Dua lawan pun jatuh dan mati seketika. Pimpinan bandit masih kuat dan bernyawa. Ia melawan Andrea dengan membabi buta dan sekuat tenaga. Saat ia melihat Andrea terlihat lelah ia mengambil kesempatan disaat itu.


“matilah kau” Ujarnya saat pedang akan menghunus kearahnya “Dorr” Tembakan mengenai lengan kanannya. Cat kembali akan menembak pimpinan bandit tersebut “Bughh” Cat mendapat pukulan diatas punggung atasnya. “Akkhhhh” rintihnya kemudian yang dengan segera Andrea melayangkan pedangnya kearah lawan yang menyerang Cat. “Syattttt” bandit tersebut akhirnya mati. “Kau tidak apa-apa??”


“Syattttt” Sebuah pedang mengarah menyayat dan melukai kedua mata Andrea “Akhhhhh”


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2