The Future Princess

The Future Princess
Episode 47 / Berkeliling istana.


__ADS_3

Dokter kerajaan istana Imperial rutin datang mengecek kondisinya setiap hari dikamar Cat. “Bagaimana dok??” Tanya Cat sambil menelusuri dan membaca arti mimik wajah dokter dihadapannya. “Sisa racun berhasil diangkat. Nona akan sembuh total dalam beberapa waktu jika nona rutin mengkonsumsi obat dan istirahat secara teratur” Aura wajah Cat langsung berseri dan tersenyum. Sebentar lagi ia tak perlu mengkonsumsi bubur hambar yang terus ia konsumsi setiap hari itu.


Jamilah dan pelayan lainnya juga ikut terbawa suasana saat tahu Cat akan sembuh total dari lukanya. Dokter pun selesai dan pergi meninggalkan kamar Cat dengan aura wajah yang sama dengan para pelayan yang lain.


“Kita harus merayakannya nona!” Teriak Jamilah bahagia dengan lompatan girangnya yang diikuti pelayan lain.


“Merayakan??” Tanya Cat bingung.


“Sebentar lagi nona tidak perlu makan bubur tanpa bumbu itu lagi. Kita harus merayakannya dengan minum-minum dan memakan kue yang lezat” Ungkap Jamilah berlebihan.


“Kenapa tidak daging juga???” Tanya Cat lagi.


“Hhmm sebenarnya kami jarang memakan daging kalau tidak sisa dari tamu atau dari sisa makanan Yang Mulia” Ungkap Jamilah dengan raut wajah yang nyaris berubah dari sebelumnya. Cat pun nyaris lupa jika garis keturunan Jamilah ternyata bukan seorang bangsawan. Seingatnya pelayan istana kebanyakan setingkat keluarga baron atau setidaknya dari keturunan bangsawan lain. Sementara Jamilah berasal dari keluarga miskin yang dengan keberuntungannya bisa masuk bekerja di Istana.


“Seharusnya pelayan yang melayani nyonya adalah keturunan bangsawan. Tapi Yang Mulia Felix sendiri yang menunjuk saya sebagai pelayan pribadi anda. Jujur saya sangat bahagia saat tahu menjadi pelayan nona. Maafkan saya karna merupakan keluarga rakyat jelata” Ungkap Jamilah sedih.


Cat turun dari ranjangnya perlahan mendekati Jamilah dan para pelayan yang lain. Ia lalu membuka kedua tangannya dan mengumpulkan mereka ke dalam satu pelukan bersama. Meski ia tak bisa memeluk semuanya.


Mereka pun saling berdekatan dan berpelukan “Kenapa kalian harus takut dengan asal-usul kalian?? Sedangkan aku saja belum tahu jati diriku. Dengan kalian yang menjadi orang-orangku. Itu sudah cukup” Gumam Cat yang membuat para pelayan itu terharu.


Jamilah pun perlahan melepaskan pelukan sang majikan. Ada sesuatu yang menyeruak dalam pikirannya “Tapi nona, jika anda suatu saat menjadi istri Putra Mahkota. Maka yang akan menjadi pelayan nona adalah keturunan bangsawan minimal bergelar Baron atau baronet. Bukan kami”


Alasan itulah yang baru saja Cat ingat. “Bukankah siapa pun pelayannya itu tetap Yang Mulia yang memutuskannya?!” Jawab Cat lugas.

__ADS_1


“Benar Nona. Tapi tetap saja. Belum ada dari keluarga kerajaan yang dilayani dari rakyat jelata seperti kami. Jika ada hal yang seperti itu, maka pihak kerajaan akan menjadi bahan cemo’oh para bangsawan lain” Yang disampaikan Jamilah benar. Belum ada dalam sejarah kerajaan manapun seorang pelayan dari keluarga kerajaan berasal dari rakyat jelata.


“Jamilah, aku hanyalah seorang wanita yang menumpang. Jika nantinya aku ingat dengan jati diriku, maka aku harus kembali ke tempat asalku. Rasanya terlalu dini mengkaitkan diriku yang akan menjadi keluarga kerajaan. Jangan sampai hal itu keluar dari mulut kalian jika berada diluar terutama diluar kamar ini. Akan menjadi issue yang tidak enak jika pihak kerajaan mengetahuinya. Apa kalian paham?!” Penjelasan Cat langsung dibalas


dengan anggukan dari para pelayan.


“Ingatlah untuk tidak mengucapkan hal-hal seperti itu. Bisa saja calon tunangan Putra Mahkota yang sebenarnya mendengar dan itu akan menjadi aib bagi kita” Cat berjalan pelan menuju tempat pemandian “Aku harus mandi. Kalian bersiap-siaplah”


“Baik nona” Jawab mereka serentak.


Cat mandi dibantu oleh beberapa pelayan termasuk Jamilah.


“Tapi nona, tidak menutup kemungkinan juga bahwa Putera Mahkota menyukai anda. Beliau selalu menempatkan waktu mengunjungi anda dan selalu mengecek kondisi kesehatan anda setiap saat. Beliau yang orangnya


“Jamilah, jangan mengkaitan hal yang tidak kita ketahui sebelum keluar dari mulut Yang Mulia Putera Mahkota. Bisa saja hal yang ia lakukan mungkin karna rasa prikemanusiaannya sesama makhluk hidup. Dia adalah Putera Mahkota. Wajib baginya untuk tahu kondisi rakyatnya”


“Termasuk membawa anda ke istana. Maafkan atas kelancangan saya nona. Tapi sesama seorang wanita. Saya merasakan kalau Yang Mulia Felix memiliki perasaan kepada anda”


Cat terdiam mendengar penjelasan Jamilah. Matanya mulai menerawang melihat ke satu arah memikirkan kalimat pelayannya. Saat mereka sibuk membersihkan tubuhnya, ia melamun memikirkan kebaikan Felix terhadapnya. Setelah selesai mandi, ia dibantu berpakaian oleh Jamilah.


“Jamilah, apakah aku sudah boleh keluar??” Tanya Cat mulai suntuk.


“Apa nona sudah mulai bosan?”

__ADS_1


“Aku ingin jalan-jalan. Aku belum pernah melihat istana ini” Ujarnya dengan mimik lelah.


“Benar juga, nona kan belum pernah berkeliling istana ini?!. Saya akan menuntun nona jalan-jalan. Banyak hal yang harus nona ketahui dari istana ini” Ujarnya menggebu-gebu.


“Apa ini Jamilah???” Setelah bersiap-siap untuk memulai perjalanan berkeliling istana, ada hal lain yang membuat Cat bingung dengan kostum yang ia kenakan. Gaun dan ikatan rambutnya terlihat normal, namun kain renda penutup dari hidung hingga mulutnya membuatnya kebingungan.


“ Ini adalah kain penutup wajah anda Nona. Karna nona akan bertemu dengan banyak orang disekitar istana, jadi saya merekomendasikan ini untuk menutup wajah nona”


“Kenapa harus memakai kain renda ini??” Cat tak mengerti kenapa ia dipasangkan kain penutup wajahnya karna ia tak peka dengan wajahnya yang bisa saja mengalihkan lirikan orang-orang terhadap parasnya yang indah.


Karna perdebatan sengit dan akhirnya Cat mengalah. Ia berjalan-jalan berkeliling istana menggunakan kain renda penutup sebagian wajahnya. Sepanjang perjalanan Jamilah sangat aktif menerangkan satu persatu bangunan yang kita lewati “Ini adalah bangunan museum. Disini semua lukisan para keturunan pewaris kerajaan dari dulu hingga sekarang berada dimusium ini sekaligus pernak-pernik kerjaan seperti mahkota, tongkat, jubbah dll yang


pernah dipakai Kaisar terdahulu hingga saat ini semuanya dipajang disini. Disini juga ada pahatan dari generasi ke generasi Raja terdahulu dan termasuk lukisan para pejabat terkait.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2