The Future Princess

The Future Princess
Episode 102 / Novel terlaris.


__ADS_3

“Lalu darimana para pekerja itu datang??. Apa kau punya dana pibadi untuk membayar upah mereka??” Tanya Ren kembali. “Mereka adalah orang suruhan yang diberikan nona Cat untuk merenovasi tempat ini.”


“Dengan sebesar itu, memangnya kau punya berapa buku tuan Mario??. Bukannya kemarin kau hanya memiliki beberapa rak buku saja??” Tanya Rani curiga.


“Saya sudah membeli beberapa buku untuk menunjang kreatifitas Lucas, nona Rani. Saya juga membeli tambahan buku lainnya seperti tata krama, filosofi, seni budaya, sejarah dan lain-lain untuk menambah ilmu lucas.” Ujar Catrin menjelaskan.


Mario terlihat murung. Ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Cat memperhatikannya dan secara reflek menanyakan kondisi pria tanpa kedua tangan tersebut.


“Tuan Mario, Apa anda baik-baik saja??” Tanya Cat khawatir.


“Jujur ada yang saya takutkan nona” Jawab Mari dengan sedikit sedih.


“Apa yang membuatmu takut tuan Mario” Tanya Rani menambahi.


“Saya pernah melihat beberapa kali kesatria milik Viscount Daniel melirik kearah bangunan ini. Saya cemas jika beliau tahu dan meminta pajak atas penjualan novel-novel kami”


“Saya baru saja merintis bisnis ini, jika mereka meminta pajak, bisnis initentu tidak akan bertahan lama.” Ungkap Mario cemas.


“Huffttt” Catrin menghembuskan nafas gusar. “Tuan, itu tidak perlu tuan pikirkan. Bukankah anda memiliki kami sebagai perisai??. Viscount Danile tidak akan memungut pajak retribusi atas buku anda karna anda membuatnya bukan didaerah kuasa mereka. Tempat ini bukan berada didalam kekuasaan mereka dan mereka tidak akan berani menyentuh tempat ini.


“Eughh berani-beraninya mereka memata-matai daerah kekuasaanku??” Pangeran Ren terlihat kesal. “Jangan khawatir, jika mereka meminta pajak retribusi kekediaman ini, itu namanya mereka cari mati. Sesuai peraturan. Barang dagang yang dijual diluar daerah kekuasaan Viscount pajaknya tidak terlalu tinggi dan cenderung sedikit. Kita hanya membayar retribusi pajak didaerah kekuasaan Viscount tersebut sesuai peraturan yang diatur oleh Baginda Raja” Tambah Pangeran Ren dengan sorot mata kesal.


“Apakah tuan yakin??” Tanya Mario sedikit tidak yakin. Apalah daya perkataan anak kecil terkadang belum bisa dipegang.


“Serahkan saja pada kami tuan Mario. Anda hanya perlu duduk manis sambil memikirkan ide-ide cerita cemerlang. Sesuai dengan yang kita janjikan sebelumnya. Asalkan cerita anda tidak berbau unsur politik, maka anda hanya akan hidup dengan tenang.”

__ADS_1


“Disini tersedia para pengawal yang handal. Dan mereka juga akan mengawal kemana pun anda pergi. Tentunya anda akan merasa baik-baik saja” Ujar Cat meyakinkan Mario.


“terima kasih banyak tuan dan nona-nona.


Keesokan harinya novel tersebut diterbitkan. Sesuai prediksi Cat dan Putri Rani, penjualan Novel tersebut terbilang laris-manis dipasaran. Mario dan anak-anaknya bahagia atas jerih payah mereka. Satu minggu berlalu novel itu selalu menjadi buah bibir dimana-mana termasuk dikalangan bangsawan.


“Kau tahu, ada buku novel yang sangat terkenal akhir-akhir ini.”


“Pasti yang kau sebut itu Putri Bangsawan dan penjaga istana kan?” Balas wanita yang lain.


Ini adalah pembicaraan antar wanita bangsawan yang sedang melakukan tea time bersama.


“Benar. Aku sudah membacanya dan itu sangat mendebarkan, haahhh hatiku rasanya tercabik-cabik saat membacanya” Ujar yang satu lagi.


“Novel itu sangat laku dipasaran dan terjual habis. Temanku harus menunggu satu minggu lagi untuk buku itu. Dan sayangnya aku tidak mau meminjamkannya”


“Para pelayanku bahkan rata-rata sudah membacanya. Untung saja aku juga sudah jadi aku tidak kalah dari pelayan-pelayanku.”


“Bukan hanya pelayan wanita. Para pengawal dikediamanku bahkan juga sudah membaca novel tersebut, mereka berfikir penjaga istana itu tidak ada bedanya dengan mereka. Mereka bahkan berkhayal bisa memiliki gadis bangsaan seperti kita”


Pembicaraan tea time tersebut tidak ada habisnya dan topiknya hanyalah mengenai novel tersebut.


“Novel??” Ujar Viscount Daniel dikediamannya. Ia mendapat laporan bahwa ada sebuah buku yang baru saja terbit dan masuk diwilayah kekuasaannya.


“Apa si penulisnya bukan dari daerah sini??” Tanya Viscount kepada sipemberi laporan tersebut. “Tidak tuan, beliau berasal dari daerah kekuasaan kerajaan dan tinggal disalah satu mansion yang dekat dengan istana, namun ada satu hal yang saya curigai”

__ADS_1


“Apa itu??” Tanya Viscount menyelidik. “Kediaman itu adalah milik salah satu penerus Baginda Raja, dan novel tersebut berasal dari kediaman itu.” Tambahnya.


“Apa??, apa salah satu anak baginda Raja memiliki hobi menulis novel karangan aneh tersebut??” Tanya Viscount aneh. “Saat ini saya masih mencari identitas si penulis tersebut. Karna mansion itu dijaga ketat oleh pengawal kerajaan jadi sulit untuk kita melihat kondisinya dan siapa penulis tersebut.”


“Selidiki siapa si penulis tersebut. Kita tidak bisa menyimpulkan bahwa salah satu penerus Baginda Raja adalah penulisnya. Oh ya lalu apa yang ada dibelakang tubuhmu itu?” Tanya Viscount curiga.


Kesatria yang bertugas sebagai mata-mata tersebut ketahuan karna menyembunyikan sesuatu dibelakang tubuhnya.  Ia memegang sebuah benda yang seperti buku tersebut. Ia terpaksa memperlihatkannya kepada Viscount dengan berat hati.


“Ahh ini hanya sebuah buku tuan” Ujarnya sedikit kikuk. “Buku apa??” Tanya Viscount lebih curiga lagi “Aku ingin lihat” Tambahnya yang mau tidak mau kesatria tersebut memberikannya ketangan Viscount Daniel. Daniel pun menerimanya dan membaca judul buku tersebut.


“Putri bangsawan dan penjaga istana??” Viscount mengernyit menaikkan satu alisnya melihat judul aneh tersebut.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like,


sharing plus komen. Dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.

__ADS_1


__ADS_2