
Aku melihat senyuman manis sinar matahari yang diiringi diantara arakkan awan diatas langit. Kicauan burung terbang dan menari pun serasa lukisan indah serta merdunya terdengar dibalik cantiknya alam pagi ini. Sungguh indah langit jika dilihat dari Istana ini. Saat aku bangun pertama kali, hal yang kurasakan adalah asing dan berbeda.
Gaun indah yang tertempel ditubuhku. Emas permata yang begitu luar biasa,, Hiasan rambut cantik yang melekat dirambut ini dan riasan wajah yang begitu lembut. Tempat ini sungguh benar-benar asing. Tangan para pelayan yang terasa berbeda, serta wajah orang-orang yang sama sekali tidak aku kenal satu pun disini.
Flasback
“Selamat Pagi Nona Cat. Saya Jamilah yang akan menjadi pelayan pribadi anda mulai dari sekarang”
Flashback off.
Saat aku membuka mata ditempat yang rasanya asing bagiku, aku bertemu dengan orang-orang yang tak ku kenal. Pertama kalinya aku membuka mata, seluruh tubuhku terasa sakit seperti pernah dihantam oleh batu beton yang berat. Hal yang ku ingat pertama kali saat aku membuka mata adalah hanya sebuah nama (Cat).
Setelah itu aku tidak tahu tahu apa-apa lagi tentang diriku dan siapa aku sebenarnya.
Cat tak lagi mengingat apa pun dalam dirinya. Ia terkena amnesia atau dikenal dengan hilang ingatan. Saat keesokan harinya setelah ia sadarkan diri. Para pelayan telah berjejer dihadapannya yang dikomandoi oleh pelayan wanita berambut pink muda bernama Jamila. Jamilah lah yang akan menginstruksikan beberapa bawahannya untuk merawat Cat kedepannya.
Cat masih merasa asing. Dibawah sebuah pohon rindang yang disediakan meja dan kursi santai. Ia duduk sambil menikmati alam, namun pikirannya masih buntu. Ada apa dengan dirinya sebelumnya?? Nyeri dipunggungnya
masih terasa sehingga ia kadang kesulitan untuk bergerak bebas.
“Selamat pagi Cat” Ucap seseorang memanggilnya. Cat langsung melihat kearah sumber suara. Ia langsung reflek bergerak dan memberi salam ala etika bangsawan “Salam saya kepada Putra Mahkota..Ah…” Cat lupa dengan nama pria dihadapannya ini. Lalu Felix pun langsung tersenyum saat Cat kelabakan dan bingung, itu membuatnya terlihat lucu dimata Felix.
__ADS_1
“Sudahlah, itu wajar. Kau sedang sakit dan lupa ingatan. Duduklah kembali” Ujar Felix mempersilahkan Cat untuk duduk seperti sedia kala. “Apa aku boleh duduk disampingmu?” Tanya Felix.
“Tentu saja Yang Mulia, suatu kehormatan bagi saya bisa duduk dengan Yang Mulia” Felix mulai menaruh rasa curiga. Cat memiliki sifat yang anggun dan memiliki etika layaknya putri-putri bangsawan yang telah mendapatkan ajaran etika pada umumnya. “Namaku adalah Felix Tre Easton. Kau jangan sampai lupa dengan namaku ya Cat?” Canda Felix sambil menggoda Cat.
“Mohon ampuni saya Yang Mulia. Saya tidak bermaksud demikian” Ungkap Cat khawatir.
“Tapi Yang Mulia?” Tanya Cat.
“Hmm” Jawab Felix tenang.
“Apakah Yang Mulia tahu siapa saya??”
Felix terdiam. Apakah ia harus jujur atau tidak. “Apa kau penasaran dengan dirimu yang sebenarnya??” Tanya Felix kembali.
“Kau adalah bagian dari istana ini Cat” Jawab Felix seadanya.
“Lalu siapa orang tua dan keluarga saya??” Cat mulai berangsur-angsur mencari tahu dan bertanya melalui Felix.
“Cat” Felix menyentuh punggung tangan Cat dengan lembut “Untuk mengetahui siapa dirimu. Kita harus mengobatinya secara pelan-pelan. Kau pasti akan tahu nantinya. Jika aku katakan. Kau juga belum tentu akan mengingatnya.” Cat menatap mata Felix dengan hati bimbang “Yang jelas kau adalah orang yang akan selalu ada disisiku” Ujar Felix.
“Disisi Yang Mulia??” Tanya Cat memastikan dan Felix menjawabnya dengan senyuman.
__ADS_1
---
Sam kembali mengecek kondisi Cat. Setelah dilihat dari tanda-tandanya pagi ini yang tiba-tiba kembali drop. Sam segera berlarian menuju istana ketika ia mendapat panggilan “Bagaimana kondisinya??” Tanya Felix khawatir.
“Yang Mulia. Tubuhnya mengalami panas tinggi karna efek racun dan luka yang masih tersisa. Saat ini hamba masih berupaya membersihkan racun. Dengan sedikit pengobatan yang rutin dilakukan, saya yakin Nona Cat pasti akan pulih total. Tapi untuk kondisi ingatannya, saya tidak bisa memastikan kapan beliau bisa mendapatkan ingatannya kembali” Ujar Sam dengan laporannya.
Felix merasa iba dan khawatir saat melihat Cat kembali terbaring diatas tempat tidurnya dengan kondisi suhu tubuh yang panas dengan handuk kecil lembab yang terpasang diatas dahinya. Felix duduk disamping tubuh Cat ditepi ranjangnya. Ia menyentuh wajah Cat dan memandanginya dengan lembut, memperhatikan wajah indah Cat yang sedang tertidur karna obat pereda demamnya.
Sedangkan ditempat yang berbeda, Andrea diliputi rasa menyesal dan frustasi kehilangan Cat. Para tentara yang sudah bekerja hampir 2 minggu menjalani pencarian juga belum ada menemukan titik terang. Demi melampiaskan rasa emosinya, ia melakukan latihan pedang dengan beberapa prajurit istana dengan membabi buta. Ia menyerang lawannya layaknya saat dimedan perang.
“Yang Mulia, jangan terlalu keras berlatih. Mereka bisa mati jika Yang Mulia menyerang secara berlebihan” Ujar Shane memberi arahan sekaligus peringatan ringan kepada Andrea, namun peringatan itu tidak diindahkan oleh Andrea sendiri. Baginya dengan berlatih pun belum bisa meringankan beban pikirannya saat ini, terlebih para pejabat yang sudah mulai nyinyir akan statusnya.
Para prajurit yang menjadi korban Andrea banyak yang teler dan kelelahan karna tak sanggup lagi meladeni kerasnya latihan pedang dari Putra Mahkota. Kedua bahu Andrea semakin memburu naik dan menurun karna lelahnya ia menghabiskan seluruh tenaganya untuk berlatih pedang. “Yang Mulia, kondisi anda juga tidak memungkinkan untuk melanjutkan latihan. Sebaiknya Yang Mulia istirahat” Shane mujur karna ia tak menjadi bulan-bulanan latihan bersama Andrea, namun tetap saja ia mengkhawatirkan kondisi Andrea yang semakin memburuk karna hilangnya Putri Cat.
Bersambung.
@yulia.fernanda__
Baca juga
* Cerita Julia dan Korea Selatan
__ADS_1
* Cerita Julia dan Korea Selatan 2
* Love in Seoul City.