The Future Princess

The Future Princess
Episode 11 / Berkuda dengan Pangeran Ernest.


__ADS_3

Dilapangan berkuda.


“Kenapa kita tidak mengajak Tuan Putri Cat untuk ikut berkuda dengan kita?” Ujar Pangeran Ernest.


“Dia belum pernah menaiki kuda, aku takut anak itu akan terluka jika ia ikut naik kuda bersama kita”


“Kalau Putri belum pernah menaiki kuda, kita bisa mengajarinya” Timpal Pangeran Ernest.


“Dia belum pernah menaiki kuda?? Benarkah?” Gumam Putri Momo takjub.


Pangeran Ernest merasa tak enak jika tidak mengajak Putri Cat. Jika memang beliau tidak bisa menaiki kuda, seharusnya ia mengajarinya. Toh itu adalah kesempatan baginya mendekati Cat.


---


Cat berjalan mengitari lorong istana. Karna matanya tidak ingin dipejamkan untuk mengistirahatkan badannya. Ia hanya bisa berjalan-jalan mengelilingi Istana yang sangat luas ini bersama dua pelayan dan satu kesatrianya. Saat ia berjalan-jalan dan sedikit lengah, dari arah berlawanan ia melihat ketiga orang yang ia benci berjalan melewati lorong yang sama dengan dirinya. Pangeran Ernest yang melihat tak jauh dari situ lalu memberikan senyuman kepada Cat. Cat tak membalasnya, ia hanya diam dan ketika mereka hamper dekat, lalu ia memberi salam.


“Salam kepada Putra Mahkota Andrea, salam kepada Pangeran Ernest dan Putri Morissa.”


Dan mereka pun saling membalas salam terkecuali Putra Mahkota.


“Putri, maaf kami tidak mengajakmu untuk berkuda. Yang Mulia bilang kalau Putri belum pernah belajar berkuda jadi takut akan membuat putri terluka nanti”


Itu bukanlah takut karna Cat akan terluka, melainkan ia malas kalau jika ada Cat.


“Saya merasa tersanjung saat Pangeran mengingat saya. Saya memang tidak bisa memacu kuda karna memang saya tidak pernah dilatih untuk itu” Jawab Cat secara spontan.

__ADS_1


“Bersediakah Putri untuk saya ajari menunggang kuda?” Tanya Ernest yang mendapat sorotan mata dari Putri Momo dan mendapati tatapan bingung dari Andrea, hanya saja Andrea tidak menatap kearah Pangeran Ernest


langsung.


“Ah tentunya jikalau Yang Mulia memberi saya izin” Sambungnya karna hampir saja ia merasa bersalah mengajak Putri Catrin yang notabennya adalah tunangan Yang Mulia Putra Mahkota Andrea.


“Aku memberi izin, terserah Pangeran Ernest” Andrea telah membuka izin dan jalan bagi Pangeran Ernest untuk mengajari Cat. Lebih tepatnya tak peduli apa yang mereka lakukan. Namun disisi lain Putri Momo tampak senang, sepertinya ia menyadari bahwa Andrea tidak menyukai Cat tunangannya. Maka ia bisa mengambil kesempatan untuk mendekati Andrea.


“Terima kasih Yang Mulia” Ujar Cat.


---


Keesokan harinya Cat pun ikut menunggang kuda bersama Putra Mahkota Andrea, Pangeran Ernest dan Putri Momo. Cat tampak takut ketika ingin naik ke kuda poni kecil. Seluruh tubuhnya tampak menggigil ketika ingin


“Apa kau takut putri??” Gumam Putri Momo yang seperti mengejek Putri Cat yang tidak berani menaiki kuda kecil bahkan.


Putra Mahkota dan Pangeran Ernest hanya bisa melihat saja, namun Pangeran Ernest lekas memberi arahan kudanya untuk mendekati Putri Cat dan turun saat ia dekat dengan Putri Cat. “Apakah Putri mau naik ke kuda


yang saya tunggangi?? Putri jangan takut. Kuda ini sangat jinak. Jika Putri takut, saya harus lancang memegangi Putri dengan hati-hati agar tidak terjatuh. Apakah Putri mau?” Dibalik kebaikan Pangeran Ernest, terdapat maksud lain sebenarnya. Ia akhirnya bisa mendekati Putri Catrin dengan iming-iming menaiki kuda bersamanya. Secara tidak langsung ia bisa memeluk Putri Catrin.


“Apakah itu tidak apa-apa?” Tanya Cat kepada Ernest.


“Jika Putri berkenan, maka saya tidak apa-apa” Jawabnya sambil bersimpuh di hadapan Cat.


“Cih” Sebuah seringai jijik tercetak diwajah Putra Mahkota. Pemandangan yang membuatnya terasa mual.

__ADS_1


“Baiklah” Cat menerimanya, dan Pangeran Ernest pun membantu Cat menaiki kuda dengan menggendongnya dari bawah. Sontak Cat kaget dan matanya membelalak sempurna sampai ketika ia telah mendarat sempurna diatas


punggung kuda tersebut lalu disusul sang Pangeran yang lihai menaiki punggung kuda selanjutnya. Kini mereka telah menaiki kuda berdua. Cat sungguh bingung dan badannya bergetar. Wajahnya pucat dan mengeluarkan sedikit keringat kekhawatiran.


Kuda pun mulai berjalan. Cat memegangi kuat-kuat tali kuda didepannya. Takut akan tiba-tiba kuda tersebut akan berdiri hingga ia bisa waspada nanti.


“Putri jangan takut, ada saya disini” Pangeran Ernest menyadari ketakutan dan kekhawatiran Putri Cat saat ia melihat Cat memegangi tali dengan kuat. Namun saat mendengar bisikan dari Pangeran, rasa tegangnya mulai perlahan-lahan hilang. Kuda pun perlahan mulai cepat berjalan hingga berlari disepanjang lapangan. Cat tampak bahagia begitu pula dengan Pangeran Ernest.


Putra Mahkota baru kali itu melihat Putri Cat tertawa senang bersama Pangeran. Lagi-lagi seringai kesalnya muncul. Sementara Putri Momo tak henti-hentinya mengejar kuda yang ditungganginya. Sementara Henry si pengawal Cat pusing melihat Cat bersama pria lain yang bukan tunangannya. Ia justru bingung kenapa Putra Mahkota memberikannya izin untuk Putri menaiki kuda dengan Pangeran Ernest. Begitu pula dengan Bibi Rose dan Alexa. Mereka juga tampak tegang ketika melihat Cat bersama pria lain.


“Apa ini tidak apa-apa?” Tanya Alexa khawatir.


“Selagi Putra Mahkota memberi izin maka itu diperbolehkan.” Ujar Henry.


 “Ia memberi izin karna memang Yang Mulia tidak peduli” Alexa blak-blakan sehingga ia segera di tegur oleh Bibi Rose dan Henry.


“Ssttt, jaga omonganmu Alexa. Kau ingin orang mendengarnya dan menghukummu nanti?”


“Kau akan dihukum mati jika kau ketahuan berbicara seperti itu” Tambah Henry.


“Maafkan aku, aku hanya kesal” Timpalnya kesal dan menyesal. Namun dibalik itu, mereka juga tampak bahagia, karna senyuman bahagia yang jarang mereka lihat dari bibir Putri Cat akhirnya kembali mereka lihat untuk kesekian lamanya.


 


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2