The Future Princess

The Future Princess
Episode 12 / Busur Panah.


__ADS_3

Di hari kedua kedatangan Pangeran Ernest dan Putri Morissa di kerajaan Skanea. Putri Cat pun mulai akrab dengan Pangeran Ernest. Sementara Putri Momo tetap berusaha mendekati Putra Mahkota Andrea. Mereka


bermain kuda dengan asyik dan santai. Dan baru kali itu pula Cat tertawa saat menaiki kuda dengan Pangeran Ernest. Hingga waktu menjelang sore dan matahari hampir akan terbenam hingga mereka melupakan waktu. Akhirnya mereka pun balik ke istana untuk menyiapkan diri dan makan malam bersama.


Cat telah mandi dan mengganti pakaiannya. Sebelum makan bersama dengan Putra Mahkota, Pangeran Ernest dan Putri Morissa. Kini Cat kembali menawan dengan gaun yang ia pakai malam ini dan ia pun berjalan menuju


ruang jamuan yang telah disiapkan beberapa pelayan istana.


Semuanya telah berada dimasing-masing tempat duduk untuk mencicipi hidangan makan malam. Duduk berpasangan saling berhadapan. Hanya saja malam ini tanpa ada Raja dan Ratu yang menemani karna kepala Negara tersebut sedang sibuk dengan pekerjaannya.


“Yang Mulia, anda sangat pandai bermain kuda. Bisakah Yang Mulia mengajari saya berlatih kuda?” Ajakan Putri Momo langsung mendapatkan teguran dari Pangeran Ernest “Putri, kau tidak boleh seperti itu. Itu lancang namanya” Ernest membelalakkan matanya dihadapan sang adik yang mulai tidak sopan kepada Putra Mahkota.


“Aku hanya ingin minta diajarkan” Ujarnya merasa bersalah.


“Putri. Di Skanea kami memiliki guru berlatih kuda yang bagus dan terbaik. Aku akan merekomendasikannya padamu agar ia bisa mengajarimu berkuda dengan baik” Talak kalimat Putra Mahkota membuat Putri Momo


terdiam. Itu sama saja ia ditolak. Wajahnya tampak kesal, lalu Pangeran Ernest pun secara tiba-tiba mengajak hal lain “Bagaimana kalau besok kita memanah? Aku sangat ingin memanah besok bersama Yang Mulia dan Putri Cat,” Tampaknya Ernest masih belum ingin mengakhir permainan perang-perangan disini.


Memanah? Jangankan Memanah, berkuda saja Cat masih kaku. Ia bahkan belum pernah memegang alat itu termasuk pedang yang berada banyak di kediamannya. Cat lagi-lagi terdiam mendengar ajakan Pangeran Ernest.


“Putri, apakah Putri bisa memanah ???” Tanya Pangeran Ernest yang langsung mendapat tatapan dari Andrea dan Momo seperti mengisyaratkan didalam pikiran mereka juga apakah kau bisa memanah ?


“M,maaf Pangeran, S,saya tidak bisa memanah” Jawabnya canggung.


“Putri tidak bisa berkuda dan memanah juga tidak bisa?” Tanya Momo yang membuat Cat kesal. Momo tampak senang seperti menartawakan Cat yang tidak bisa apa-apa kecuali hanya belajar dan belajar, atau mungkin hanya mengandalkan kecantikan.

__ADS_1


Pangeran Ernest pun bangun dan langsung meminta izin sambil menurunkan pandangannya dihadapan Andrea “Yang Mulia, apakah hamba boleh mengajari Putri sekali lagi untuk belajar memanah?”


“Terserah kau saja” Jawabnya tak peduli.


(Seharusnya kau tidak perlu meminta izin darinya. Apa pun yang kau lakukan denganku ia tidak akan peduli. Jadi percuma saja kau meminta izin darinya)


“Terima kasih Yang Mulia” Dan Ernest pun kembali duduk seperti semula.


---


Hari ini adalah hari ketiga Pangeran Ernest dan Putri Momo dikerajaan Skanea. Setelah sarapan bersama dan mengganti pakaian latihan, mereka pun berkumpul di sebuah lapangan latihan memanah. Beberapa kesatria


Istana tampak bingung dengan kedatangan Bangsawan penting seperti Putra Mahota, Putri Cat, Pangeran Ernest dan Putri Momo yang datang mengunjungi lapangan panahan.


“Lihat Putri Cat sangat cantik dan anggun”


“ Putri Momo juga seperti boneka”


“Mereka berdua sangat cantik. Andaikan aku seorang bangsawan”


“Andaikan aku setampan Putra Mahkota atau minimal setampan Pangeran Ernest. Tapi Pangeran Ernest juga tampan sekali.”


Seperti itulah beberapa komentar para kesatria yang mengerubungi lapangan memanah. Mereka juga sebelumnya sedang latihan memanah. Namun karna adanya Putra Mahkota dan tamu kerajaan, maka latihan mereka dialihkan ke hal yang lain.


Cat mengambil salah satu busur dan panah yang ada dihadapannya. Semuanya tampak berbaris di bagian maisng-masing dengan alat panahan yang telah disediakan.

__ADS_1


“Bagaimana cara aku memainkannya. Bisa-bisa aku salah sasaran” Pikir Cat yang mulai kebingungan.


Dia mulai mencoba menarik tali panah dengan anak busur dan mengarahkannya ke tujuan sasaran. Tangannya bergetar “Bagaimana ini??” Pikirnya yang tampak kacau dan kebingungan. Putra Mahkota yang berada disampingnya tampak berdesih. “Kau bodoh” Ucapan Putra Mahkota spontan membuat Cat kaget dan tidak sengaja melepaskan busur panah ke sembarang arah.


Cat merasa tertantang dengan 2 kata yang dilontarkan pangeran, ia berbalik menghadap Putra Mahkota yang juga berhadapan ke arahnya. “Saya memang bodoh, lalu kenapa Putra Mahkota mau dengan saya?” Cat tak main-main.


Kedua maniknya mengisyaratkan Ayo mulai perang denganku, aku akan menantangmu.


Putra Mahkota pun terkejut dengan kalimat Cat. Ia berani melawan Putra Mahkota yang adalah tunangannya sendiri. Agar suasana tidak semakin lama mencekam, Pangeran Ernest segera mencairkan suasana dan


berlarian kearah Cat “Putri, izinkan saya mengajari anda. Ini hanya permainan, tidak perlu terlalu serius” Gumamnya sambil bercanda.


Semuanya pun kembali seperti sedia kala meskipun Cat dan Putra Mahkota mungkin saling memendam emosi satu sama lain. Ya mungkin saja, karna Putri Cat berani menentang Putra Mahkota. Seharusnya Putra Mahkota


menurunkan hukuman untuk Cat karna ia berani melawannya, namun Cat hanyalah anak kecil yang tak perlu ia lawan.


“Putri sejajarkan lebar kakimu seukuran dengan kedua bahumu. Lalu tarik busur panah lurus sampai ke telinga belakang anda. Lemaskan saja tangan Putri dan jangan tegang. Lurus saja pandangan Putri kearah tujuan


sasaran. Lalu lepaskan” Cat langsung melepaskan busur panahnya sesuai arahan Pangeran dan.


Tap…..


 


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2