
Dari pada banyak jatuh korban lagi. Raja pun terpaksa memperbolehkan Andrea untuk mengkonsumsi miras sesuka hatinya. “Yang Mulia Baginda. Saya punya ide untuk menghentikan rasa kecanduan miras pada Yang Mulia Putera Mahkota Andrea.” Ungkap Cleyton memberi ide. Ia menghadap Yang Mulia Kaisar setelah semalam ia tidak tidur memikirkan ide untuk menghentikan kegilaan Andrea karna miras.
“Apa itu tuan Cleyton” Tanya Baginda yang raut wajahnya semakin lama semakin lelah. Raja yang kurang tidur karna selalu memikirkan anaknya itu ditambah dengan kesehatannya yang kurang baik. Jika berada diposisi Raja seperti ini pasti semuanya melihat iba kearah Kaisar tersebut.
“Bagaimana jika salah satu miras kita masukkan obat penenang Yang Mulia. Hanya ini satu-satunya cara agar Putera Mahkota berhenti meminum miras tersebut.” Raja terlihat berfikir sedikit keras memikirkan ide Cleyton. Itu sebenarnya cara yang masih masuk akal untuk menghentikan Andrea. Tidak baik bagi kesehatannya jika ia terus menerus meneguk minuman memabukkan itu.
“Baiklah, segera beri tahu kepada pelayan Putera Mahkota untuk memasukkan satu minuman diantaranya obat penenangmu dan ikat Putera Mahkota disaat ia tidak sadarkan diri diranjangnya.”
“Perintah Baginda akan segera saya laksanakan” Cleyton segera bergerak dan bekerja sama dengan para pelayan. Inilah cara terbaik bagi Andrea. Ia terlalu terbuai dengan kesedihannya hingga ia lupa dengan kesehatannya. Dan disaat minuman itu berhasil masuk kedalam kamar Andrea tinggal menunggu waktu selanjutnya untuk Andrea pingsan.
“Kau sudah memasukkannya?” Tanya Cleyton berbisik kepada pelayan yang bertugas mengantar miras ke kemar Andrea. Mereka bertemu didekat kamar Andrea memastikan jika minuman tersebut sudah aman berada didalam.
Dengan sedikit bergetar karna takut pelayan tersebut menjawab pertanyaan Cleyton “S-sudah tuan.” Jawabnya yang membuat Cleyton kasihan.
“Aku sudah memberi tanda pada minumannya. Kau tidak lupa kan ??” Karna sebelum pelayan itu mengantar minuman tersebut, Cleyton sudah mewanti-wanti pelayan itu yang mana miras yang berisi obat penenang “Tentu
sa-ja tuan. Saya sudah pastikan minuman itu…”
“Arrgghhhhhhh” Suara teriakan Andrea sukses membuat para pelayan, kesatria termasuk pelayan yang kini sedang berbicara dihadapan Cleyton termasuk dirinya sendiri terhenjak kaget. “A-ahhh masuk ke kamar Putra Mahkota” Dengan menahan tangis sekuat tenaga, pelayan tersebut mencoba menguasai dirinya yang seperti berada diujung tebing setiap kali masuk ke kamar Andrea.
__ADS_1
Ia serasa datang ke kamar itu untuk mengantar nyawanya sendiri kepada Andrea yang semakin hari semakin gila.
“Tenanglah. Semua akan baik-baik saja. Tahanlah sedikit lagi” Bujuk Cleyton yang dibalas anggukan oleh sipelayan. Ia memegang kedua bahu pelayan tersebut agar tetap kuat dan bertahan. Ini memang pekerjaan
yang bisa saja mengancam nyawa-nyawa orang tidak berdosa. Ini sangat disesalkan pikirnya.
“Panggilkan tuan Lewis kemari. Coba bujuk Putera Mahkota melalui keluarga mendiang tunangannya. Mudah-mudahan ini bisa berhasil membujuknya”
“T-tapi Yang Mulia??” Kesatria Shane yang merupakan pengawal atau kaki tangan Andrea sedikit protes dengan kehendak Baginda Kaisar.
“Bisa saja nyawa tuan Duke Lewis terancam karna Putera Mahkota. Beliau sudah tidak terkendali lagi. S-saya bahkan ketakutan saat beliau menghunus pedangnya kearah leher saya karna saya berusaha membujuknya
untuk tidak minum lagi”
”Duke Lewis adalah komandan pasukan kekaisaran Skanea. Ia pasti bisa menguasai Andrea. Beliau juga merupakan Ayah kandung dari Puteri Catrin, tunangannya dulu. Aku yakin, ia tidak akan tega membunuh orang tua dari gadis itu” Ungkap Baginda Kaisar. “Baik Yang Mulia. Perintah anda akan saya laksanakan.” Ujar Shane. Ia pun
pamit pergi untuk menemui Duke Lewis dikediamannya. Menyampaikan perintah Kaisar kepada dirinya agar bisa membujuk anaknya yang sudah gila diistana Skanea.
“Aku akan datang menghadap Yang Mulia Putera Mahkota Andrea” Ujarnya setelah mendapat titah Kaisar melalui pengawal Shane. Beliau bersiap-siap dan menunggangi Kuda menuju Istana kekaisaran. Sudah hampir seminggu lebih ia tidak keluar rumah karna ia ingin istirahat sejenak. Kini, ia harus keluar menemui Andrea karna permintaan Kaisar. Ia sudah mendengar kabar mengenai Andrea yang tertekan karna kehilangan Catrin. Ia ikut merasa sedih dan kasihan dengan Andrea. Tapi kesedihan itu pun tidak akan membuat Catrin hidup kembali pikirnya.
__ADS_1
Duke Lewis telah tiba di Istana. Ia terlebih dahulu menghadap Baginda Kaisar untuk izin dan menampakkan dirinya yang sudah datang memenuhi permintaan Raja. Setelah itu ia pergi ke kediaman Putera Mahkota yang letaknya sekitar 150 meter dari pusat istana Raja. Ia berjalan ditemani pengawal Shane yang siap sedia menemani Andrea dari luar kamarnya.
Selama mereka berjalan menuju kamar Andrea, Lewis berbincang ringan dengan Shane. “Sudah berapa banyak korban yang jatuh akibat Putera Mahkota?” Tanya Duke Lewis kepada Shane disampingnya.
“Jumlah korban yang jatuh sekitar 12 kesatria, 5 pelayan dan 3 dokter kerajaan. Semuanya mati sekali tebas oleh Yang Mulia Putera Mahkota tuan Duke” Lewis menutup ringan kedua maniknya sambil memijat ringan pelipisnya mendengar laporan dari Shane. Apakah kali ini ia selanjutnya pikirnya tertegun. “Apakah selanjutnya aku kesatria Shane??” Tanya Lewis yang membuat Shane bergidik ngeri.
“Saya akan mendampingi anda tuan Duke. Saya juga tidak akan membiarkan tubuh anda terluka sedikit pun” Ujar kesatria Shane yang mencoba menenangkan Lewis. Ya bisa saja itu hanya sekedar hiburan bagi lewis. Tapi ya sudahlah. Ini adalah perintah Baginda Raja. Ia harus datang dan melihat sendiri kondisi Andrea saat ini yang menurut rumor bahwa beliau sudah menjadi orang gila.
Saat mereka tiba didepan pintu kamar Putera Mahkota Andrea. Shane mulai mengetuk pintu. Terlihat memang semua kesatria dan pelayan yang menunggu didepan kamarnya dipenuhi dengan rasa stress, ketakutan dan
pucat “Tok tok tok, Yang Mulia. Tuan Duke Lewis datang menemui anda” Ujar Shane pelan dan tidak ada balasan sedikit pun dari si empunya kecuali kebisuan.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.