
“Aaargghhh” Cat pun akhirnya sulit tidur nyenyak karna banyaknya barang yang tersesak dikamarnya. Saat pagi ia terbangun dan bersiap-siap untuk menjenguk Putera Mahkota Andrea. Ia memutuskan untuk membiarkannya saja dan akan ia fikirkan nanti apa yang harus ia lakukan kepada para putri-putri bangsawan tersebut beserta hadiah yang mereka berikan.
“Alexa, rangkum semua isi undangan mereka yang intinya saja lalu berikan padaku. Ini saatnya kita memperluas koneksi kita dikalangan bangsawan”
“Apa Tuan Putri akan ikut pergaulan kelas atas??” Tanya Alexa bingung.
“Sepertinya begitu. Demi masa depan yang baik, koneksi antar sesama bangsawan sangat diperlukan sebagai pendukung kita”
“Baik tuan Putri” Balas Alexa dan Cat pun berjalan meninggalkan kamar menuju kamar Andrea.
“Salam saya kepada Yang Mulia Putera Mahkota Agung Skanea”
“Kau datang lagi??” Balas Andrea yang sedang duduk bermenung diatas ranjangnya. Karna kedua matanya menurut diagnosa tuan Cleython mengalami kebutaan.
“Bukankah saya harus datang setiap pagi untuk membantu Yang Mulia??. Walau pun kita belum membuat janji seperti itu, tapi saya akan mengusahakan untuk membantu Yang Mulia kedepannya”
“Cih, jadi maksudmu karna aku cacat makanya kau menyerahkan dirimu untuk membantuku?!”
Deg “Maafkan atas kelancangan saya Yang Mulia. Saya tidak bermaksud demikian”
Cat kembali menoleh ditempat yang sama seperti sebelumnya. Sarapan utuh seperti biasanya yang terletak tanpa disentuh diatas nakas. “Yang Mulia, saya akan menyuapi Yang Mulia. Mohon buka mulut anda”
“Aku tidak ingin makan. Aku ingin jalan-jalan keluar. Aku sumpek berada didalam kamar ini selama tiga hari. Aku ingin menghirup udara segar” Sikap dinginnya mulai kembali dan memotong kalimat Cat dengan semena-mena. Ya wajar, siapa yang sanggup dengan kenyataan seperti ini. Ia adalah satu-satunya pewaris kerajaan selanjutnya dan sekarang malah ia terkena musibah.
“Baik Yang Mulia” Balas Cat.
Andrea pun dibawa ketaman kerajaan pribadi di Paviliun Putera Mahkota. Bersama para dayang dan para pengawal yang setia menemaninya dibelakang. Andrea duduk manis dikursi bersama Cat disampingnya. Dihadapan mereka telah tersedia meja yang berisi sarapan dan beberapa makanan dan minuman diatasnya jika dibutuhkan. Karna besok perban dikedua mata akan dibuka jadi saat ini Andrea masih tetap membutuhkan perban untuk menutup sisa-sisa lukanya bekas kejadian saat itu.
__ADS_1
Cat menatap dalam diam Andrea yang sedang duduk tenang disinggahsananya. “Yang Mulia. B-bagaimana kalau kita lanjutkan sarapannya??. Baginda harus minum obat agar cepat sembuh” Andrea tidak menjawab permintaan
Cat dan hanya diam memandang kesatu arah meski pun ditutupi perban.
Cat hanya bisa membuang nafasnya gusar karna diacuhkan oleh Andrea.
Karna waktu telah menunjukan sore hari. Cat harus kembali kekamarnya karna sang Kakak Cleon datang menemuinya.
“Kakak” Cat berlari mengejar sang Kakak dan mereka pun berpelukan meluapkan rindu yang membendung hingga akhirnya mereka melepasnya dengan ringan.
“Kakak rindu padaku??” Ujarnya manja dan mendapat jitakan ringan oleh sang kakak.
Takkk “Auughh” Cat memegangi dahi bekas jitakan kakaknya. Dan seketika Cleon segera meminta maaf karna lupa dengan status Cat yang menjadi Calon Puteri Mahkota kekaisaran.
“M-maaf kan saya Yang Mulia Tuan Putri” Tunduknya seketika yang berbeda dari sebelumnya.
“Cat. Ini Istana. Dan kau adalah calon istri Putera Mahkota. Kau akan menjadi bagian dari keluarga kerajaan istana. Kedatangan kakak kesini juga ingin menjenguk Yang Mulia” Cat kesal dengan kenyataan yang terlontar dari bibir kakaknya.
“Jadi kakak datang menemuimu dulu karna kakak sudah rindu sekali.”
“Jadi aku hanya selingan saat menemui Putera Mahkota ??”
“Tentu saja adik kecil, ehemmm. Maafkan saya Yang Mulia”
“Kakak!!!” Cat tidak tahan lagi dan memanggil kakaknya dengan sedikit keras.
“Hhmm ngomong-ngomong, apakah ini hadiah dari Putera Mahkota??.” Cleon melirik kearah kamar Cat yang lumayan berantakan dengan semua hadiah yang belum terkemas. Cat sengaja membiarkannya karna ada hal yang harus ia selesaikan.
__ADS_1
“Haa, sepertinya aku harus mulai mencari dukungan kak??” balas Cat gusar.
“Dukungan???. Maksudnya kau akan debut kelas atas ??” Tanya Cleon memastikan.
“Tentu saja. Aku akan menjadi Puteri Mahkota. Bukankah aku harus mengumpulkan orang-orang dibawahku sebanyak mungkin??” Cleon menyeringai bangga mendengar pikiran terbuka adiknya yang sudah mulai terlihat
dewasa dan memikirkan strategi masa depannya.
“Tuan Cleon. Yang Mulia Putera Mahkota sudah menunggu anda” Shane datang memasuki kamar Cat. Mereka pun akhirnya berpisah setelah hanya beberapa detik bertemu. Mengesalkan, batin Cat cemberut.
“Tuan Putri, ini rangkuman semua undangan yang dikirim para lady bangsawan” Alexa memberikan secarik kertas yang telah Cat pesankan pagi tadi kepada Alexa. Cat membaca satu persatu ulasan itu dengan singkat “Rata-rata
mereka mengundangku untuk tea time. Tetap saja ujung-ujungnya mereka menginginkan buku itu??. Memangnya aku yang menulisnya??. Punyaku saja sudah ku berikan kepada Baroness Milen. Aku tidak punya lagi buku itu”
Cat pun melirik hadiah-hadiah yang dikirimkan para lady bangsawan tersebut yang masih utuh didalam kamarnya. “Apakah aku harus mengirim permintaan kepada Lucas dan Ayahnya untuk mengirimkan buku-bukunya kepadaku??. Ahh tidak-tidak. Itu curang namanya.” Gumam Cat berpikir keras. “Kenapa Putri harus takut??, kan anda membelinya? Itu kan tidak masalah” Alexa yang lumayan pintar.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.
__ADS_1