
Saat mereka tiba diruang tamu milik Felix, Ela dipersilahkan masuk terlebih dahulu sambil menunggu kedatangan Felix disana. Ia lalu duduk disalah satu kursi empuk yang baginya serasa keras seperti duduk diatas batu. Ela sudah tidak memperdulikan lagi sosok kesatria Johny yang sudah membuatnya bingung. Dipikirannya saat ini adalah bagaimana ia ingin sekali cepat kembali ke negaranya dan menyampaikan apa yang baru saja ia lihat.
Ia mulai mendongkol didalam hatinya kenapa Putera Mahkota ini datang terlambat menemuinya. “Tuan kesatria Johny” Panggil Ela tanpa melirik kearah siempunya. “Ya nona Ela” Balas kesatria Johny terkejut. “Bisakah aku pinjam merpati posmu?. Aku ingin mengirim surat ke ayahku. Aku harus melaporkan pekerjaanku disini” Ujar Ela berbohong.
“Merpati pos??” Tanya kesatria Johny bingung. Memang kemarin mereka berbalas surat menggunakan merpati agar lebih cepat diterima. “Ia. Aku sudah tiga hari berada disini, beliau pasti cemas dengan keadaanku disini. Beliau suka khawatir jika anaknya pergi tanpa surat sehari pun” Ujarnya Dusta. Hanya itu yang bisa membuat kesatria Johny percaya akan ucapannya.
Ia harus mengatur strategi untuk bisa memberikan laporan kepada Yang Mulia Putera Mahkota dan Duke Lewis Dovan Dominique diSkanea. Pasti lebih singkat jika menggunakan merpati pos pikirnya.
“Yang Mulia Putera Mahkota tiba” Ujar pengawal yang menunggu didepan pintu. Ela pun bangun dari kursinya dan menghadap keraha pintu dimana Putera Mahkota Felix baru saja tiba “Salam kepada Putera Mahkota Felix.
Semoga anda selalu dilimpahkan keagungan yang indah” Ujar Ela basa-basi.
“Silahkan duduk nona Ela” Felix segera menyusul duduk diatas sofa berhadapan langsung dengan Ela. Felix hampir saja dibuat terkejut karna Ela menatapnya secara intens. “Apakah ada yang bisa saya bantu nona Ela??” Tanya Felix membuka pembicaraan.
“Sebelum itu saya akan terlebih dahulu memperkenalkan diri saya Yang Mulia. Nama Saya Angela Cleyton. Saya seorang dokter dikekaisaran Skanea. Saat saya ikut bersama Putera Mahkota Andrea mencari TUNANGAN beliau” Ela sedikit memberi penakanan pada kalimat tertentunya dan itu membuat Felix seperti ditekan sesuatu dari mulut Ela.
“Saya tidak sengaja melihat beberapa tanaman obat yang tumbuh liar dikekaisaran ini. Dan ditempat ini pun tanaman obat dijual sangat
murah hingga rakyat kecil pun tidak akan sulit untuk membeli obat.” Felix mendengar dan memperhatikan Ela berbicara.
“Saya tidak akan berlama-lama agar Yang Mulia tidak merasa bosan” Ujar Ela.
__ADS_1
“Tentu saja tidak nona Ela. Saya pernah mendengar anda. Anda adalah dokter berbakat yang dimiliki kerajaan Skanea. Silahkan anda utarakan maksud anda kepada saya. Mungkin saya bisa membantu” Ujar Felix.
“Saya ingin menawarkan kerjasama kepada Yang Mulia. Saya ingin Negara anda menyuplai beberapa tanaman obat ke kerajaan Skanea. Sebagai kerajaan yang masih kekurangan bahan tanaman obat, saya ingin kekaisaran Imperila mensupport kami dalam hal tanaman herbal.”
Felix terkesan dengan peluang kerjasama yang diminta Ela.
“Kami akan membeli tanaman obat tersebut dengan harga wajar tentunya. Jika Yang Mulia setuju tentunya” Tambah Ela. Nafasnya sedikit sesak saat berhadapan dengan Felix. Ia melirik kearah bibir Putera Mahkota tersebut yang baru saja berciuman dengan Catrin. Tampak sedikit bengkak sepenglihatannya. “Cih” pikirnya kesal.
“Ini penawaran yang menarik nona Ela. Saya sungguh sangat terhormat atas kedatangan anda demi menyelamatkan banyak manusia nantinya. Saya akan menjual dengan harga rendah untuk nona. Dan saya akan menyerahkan pekerjaan ini kepada kesatria Johny.”
“Terima kasih atas belas kasih anda Yang Mulia” Ela menundukkan pandangannya sambil menyilangkan tangannya kebahu sebelah.
“Terima kasih atas perhatian Yang Mulia Felix. Tentunya kekaisaran kami amat sangat berterima kasih atas kebaikan Yang Mulia.” Deru nafas Ela susah untuk ditaklukan dihadapan Felix. Sedikit demi sedikit wajahnya jadi pucat dan mengeluarkan keringat.
“Apakah nona Ela tidak enak badan??. Wajah nona sedikit pucat” Ujar Felix dan itu membuat kesatria Johny terlihat sedikit gelisah setelah mendengarnya.
“Mungkin saya kelelahan karna berjalan-jalan keliling kekaisaran ini. Banyak sekali hal menarik yang berhasil membuat saya terhibur Yang Mulia” Jawab Ela.
“Benarkah?? Itu bagus nona. Sering-seringlah mampir ke kekaisaran kami. Kami akan melayani nona dengan baik” Ujar Felix seperti basa basi.
“tentu saja Yang Mulia. Makan yang dijual dikekaisaran ini sangat luar biasa hingga perut saya kekenyangan mencobanya”
__ADS_1
“Hahaha” Felix tertawa puas mendengar curhatan colongan dari Ela yang membuatnya sedikit terhibur “Ahh maafkan saya nona. Nona berhasil membuat saya terhibur” Tawa Felix benar-benar membuat Ela dendam dan
sakit hati. Bisa-bisanya ia tertawa diatas penderitaan orang lain. Ia bersumpah akan membalas hal ini secepatnya.
“Terima kasih atas pujian nona terhadap kami. Lain kali sering-seringlah datang kesini. Saya akan menghidangkan beberapa makanan khas Imperial. Oh jika nona tidak keberatan bagaimana kalau anda ikut makan malam bersama kami. Nona juga harus merasakan masakah diistana yang tidak kalah enak dari yang nona coba diluar” Ajak felix yang tentu saja Ela menolaknya dengan lembut.
“Terima kasih atas kebaikan anda Yang Mulia. Karna sepertinya saya tidak enak badan. Saya harus kembali ke penginapan untuk merehatkan tubuh saya. Mohon maaf atas kelancangan saya yang belum bisa memenuhi permintaan yang Mulia”
“Ahh begitu ya?!” Ujar Felix sedikit prihatin. “Baiklah, jika nona merasa kurang sehat. Saya akan menyuruh Kesatria Johny untuk membawakan dokter kerajaan ke penginapan anda” Ela segera menolak dengan halus permintaan Felix.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.
__ADS_1