
“S-saya juga merindukan Yang Mulia” Kedua pipi Cat langsung merona merah. Ahh inilah yang ia impikan. Dicintai dengan layak oleh seorang pria. Bukan disiksa secara batin seperti yang ia alami sebelumnya. Cat membalas pelukan itu. Sebagaimana Felix memeluknya erat. Cat juga membalas erat dengan penuh bahagia.
“Cih” Umpat seseorang diatas pohon. Keirian mulai menusuk relung pikirannya.
Tontonan menggelikan itu membuat instingnya kesalnya keluar.
“kenapa Yang Mulia tiba-tiba datang tanpa memberi tahu saya dulu??” Tanya Cat yang masih dalam dekapan Felix.
“Aku tidak sempat dan aku lebih suka seperti ini. Datang secara mendadak menemuimu. Bukankah ini lebih romantis??” Goda Felix yang membuat wanita itu bersemu merah lagi.
Dekapan Felix sungguh hangat. Bedannya yang kekar dibalik baju kekaisarannya hampir menutupi tubuhnya yang bak seperti roti sobek. Tubuh Cat pun hampir tertutupi dengan besarnya tubuh Felix. Karna kekar itulah yang membuat Cat merasa nyaman.
“Aku ingin seperti ini terus. Bisakah kita seperti ini selamanya”
Perkataan itu membuat Cat terperanjak ringan sekaligus kaget. Pertanyaan itu ambigu baginya.
“Tidak” Felix tiba-tiba melepas pelukannya dan berganti memegangi kedua lengan Cat hingga mereka saling bertatapan “Aku akan membawamu ke istana segera. Aku sudah berdiskusi dengan Marquess. Kau akan menjadi Selirku” Cat lebih terkejut lagi dengan apa yang ia dengar terakhir.
“S-selir??” Ulang Cat.
“Ia, selir. Sebenarnya Baginda Raja tidak menyetujui pertunangan kita. Aku memohon kepadanya untuk menjadikanmu Selir.”
__ADS_1
“Saya tidak masalah menjadi Selir Yang Mulia. Saya juga tidak perlu menampakkan diri dipesta-pesta kerajaan. Asalkan saya bisa disisi Yang Mulia, saya tidak apa-apa.” Cat tersenyum. Tidak masalah baginya hanya menjadi Selir. Asalkan hidupnya aman dan bisa berlindung dari sisi Felix.
Felix tentu saja bahagia mendengar perkataan Catrin. Ia kembali memeluk wanita itu erat sambil memicingkan kedua maniknya bangga. Betapa beruntungnya ia memiliki Catrin saat ini. Mereka terhanyut dalam buai asmara. Betapa bahagianya Catrin bisa dicintai oleh lelaki ini. Biarkan ini menjadi selamanya, ia hanya perlu bersembunyi disini tanpa diketahui oleh Andrea.
Ia yakin pihak kerajaan Skanea pasti telah merancang-rancang untuk memilih calon tunangan Putera Mahkota Andrea yang baru. Mereka pasti disibukkan oleh itu. Sementara ia, biarkan disini saja, bersembunyi tanpa ada yang mengetahui.
Malam itu Ela berada dikamarnya menulis sesuatu diatas lembaran kertas cantik. Sesekali ia tersenyum dan bergumam sendiri.
Kepada tuan kesatria Johny.
Saya sudah menerima surat dari anda beserta tanaman-tanaman yang tuan kesatria kirim. Jujur saya terharu atas kerja keras anda untuk mencari tanaman-tanaman ini, walaupun sebagian dari mereka bukanlah tanaman obat. Tapi tuan jangan berkecil hati. Saya sungguh sangat menghargainya. Tanaman tersebut ada yang saya tanami kembali karna sangat berguna nantinya. Dan satunya lagi sudah saya buatkan untuk obat.
Saya tidak menyangka jika tuan mengirimkan surat kepada saya. Dan terima kasih juga atas perhatian tuan atas apa yang kerajaan saya alami. Rasanya saya masih belum percaya beliau akan meninggalkan kami seperti ini. Beliau orang yang sangat baik dan sangat dicintai oleh Yang Mulia Putera Mahkota Andrea. Beliau juga sangat-sangat kehilangan, begitu juga keluarga beliau.
Apakah tuan kesatria Johny bersedia menemani saya selama saya berada disana??. Tentu saja jika tuan kesatria berkenan dan tidak sibuk. Maaf saya lancang meminta bantuan tuan kesatria. Karna disana hanya tuan kesatria yang saya kenal.
Oh ya saya lupa satu hal. Saya mau menjadi teman surat anda tuan kesatria. Saya akan mengabari keberangkatan saya jika tuan kesatria sudah membalas surat dari saya.
Salam Angela.
Johny tidak dapat menahan kebahagiannya. Ia berguling-guling diatas ranjangnya setelah selesai membaca balasan surat dari Ela. Gayung bersambut ternyata. Ia kembali melihat detail tulisan tersebut dan itu sungguh indah baginya.
__ADS_1
“Ehemm” Sebuah dehaman lalu menghentikannya dan ia langsung siap siaga ditempat. Ia tahu betul itu suara dehaman milik siapa. Siapa lagi kalau bukan atasannya Putera Mahkota Felix.
“Apa kau sudah selesai berguling-gulingnya tuan kesatria???” Tanya Felix mengganggu. Ia bersandar dibibir pintu sambil melipat tangan kedada.
“S-salam kepada Yang Mulia Putera Mahkota Felix” Salam Johny sedikit bergetar. Felix melirik sebuah surat yang sudah terlanjur dilihatnya tadi, kini bersembunyi dibalik badan Johny. Ia pun berjalan ringan menuju sebuah meja kebesaran Johny. Meja itu adalah tempat yang biasa dipakai kesatria untuk bekerja extra hingga lembur bagai kuda. Felix menyentuh dan menggeser kesamping tiap jemari tangganya keatas ujung meja tersebut.
“Sepertinya kau baru saja menerima surat ya tuan kesatria” Ejek Felix yang membuat Johny sedikit kikuk. “Ahh i-ini hanya surat yang tidak penting Yang Mulia” Balasnya kikuk.
“Ooh begitu. Apakah sesenang itu tuan kesatria membacanya??. Ah aku penasaran itu dari wanita mana hingga kau sampai berguling-guling diatas ranjang dan tidak menyadari keberadaanku??” Pagi itu menjadi hari yang sedikit
memalukan bagi Johny. Ia ketahuan membaca surat. Ya memang itu bukanlah hal terlarang karna itu hanya balasan surat yang tidak perlu dipermasalahkan. Johny hampir tersenyum seketika, dan sesaat itulah ia segera menahan senyumannya karna ia masih berada dijangkauan Putera Mahkota didalam kamarnya.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.