The Future Princess

The Future Princess
Episode 124 / Seperti gemetar.


__ADS_3

“Aku ingin citrus saja Alexa.”  Jawab Cat singkat. “Baik tuan Putri”. Ini adalah cara ampuh merilekskan tubuh dan pikiran. Cat merasakan aroma citrus yang asam bercampur lembut didalam bak mandinya. Menyegarkan dan wangi


pikirnya. Bibi Rose bertugas memberikan pijitan sekaligus memberi shampoo dirambut Cat dengan aroma yang sama. Alexa masuk kembali setelah keluar mengantar nampan.


“Tuan Putri. Barusan dayang Putera Mahkota datang dan memberi tahu kalau Yang Mulia mengajak anda untuk makan malam bersama malam ini.” Cat menjawab dengan cepat sambil menikmati pijitan tangan Rose “Baiklah”.


Cat bersiap-siap untuk makan malam bersama Putera Mahkota Andrea. Setelah dirasa cukup untuk bersiap diri, Cat pun pergi menuju ruang makan khusus untuk Putera Mahkota. Dengan ditemani dua pelayan setianya Cat berjalan imbang disusul dari belakang Bibi Rose dan Alexa. “Tuan Putri Catrin datang” Ujar pengawal yang menunggu didepan pintu. Kedua pintu terbuka lebar dan Cat terkejut melihat sosok yang tampil dari balik pintu itu.


“Ahh” Cat segera menutup mulutnya yang menganga. “Sayangkuuu” Panggil wanita paruh baya kearah Catrin “I-ibuuu” Balasnya tertekan. Cat juga melirik kearah kedua kakak laki-lakinya yang tersenyum termasuk Ayahnya sendiri termasuk Andrea yang juga ada disana Cat segera berlarian menghampiri begitu pula dengan Lauren. Mereka menabrak diri dan saling berpelukan erat “Ibuuu” Bisik Cat bahagia dan mulai berlinang air mata.


Cat mulai melepas pelukan sang ibu dan memperhatikan wajah Ibunya lebih dekat. “Kurus” Batinnya berkata. “Selamat datang kembali tuan Putri” Ujar Cleon dan Casnav yang mengikutinya dibelakang. Cat kembali terkejut dengan kondisi kedua kakaknya yang sama. Wajah mereka terlihat sedikit tirus. Cat juga melirik kearah Ayahnya yang tersenyum hangat sambil berdiri didepan kursi makannya. Mereka hampir terlihat sama, bahkan Andrea pun juga begitu.


Apakah selama ini mereka mengkhawatirkan dirinya selama ini. Cat mulai mengutuk dirinya yang egois. Ia meninggalkan keluarganya hanya demi cinta monyetnya yang berakhir menyedihkan. “K-kenapa kalian seperti

__ADS_1


inii” Ujarnya sedih. Cat membelai wajah cantik Ibunya yang ditutupi kusam. Padahal dulu Ibunya sangat rajin merawat diri. “Kami baik-baik saja sayang, asalkan kau tetap hidup, itu lebih dari cukup untuk kami” Lewis tersenyum saat mendapat belaian sang anak. “Bagaimana bisa kalian seperti ini?? Heughh hiks” Cat sulit menyembunyikan kesedihannya saat melihat kondisi keluarganya yang tampak menderita saat ia pergi.


Mereka kembali berpelukan dan Cat hanya bisa membalas erat pelukan ibunya dengan tangan kanannya. Rindu yang tidak terelakkan itu akhirnya menjadi penyatuan bersama yang disusul kedua kakak laki-laki Catrin dan Ayahnya. Andrea tersenyum melihat kebahagiaan mereka yang akhirnya dapat tersalurkan.


“Saya mengucapkan terima kasih Yang Mulia karna Yang Mulia telah mengizinkan kami untuk bertemu anak kami Catrin” Ujar Lewis saat mereka sudah duduk diatas kursi masing-masing. Hidangan mewah telah terpajang diatas meja yang cukup panjang. Cat meminta ibunya untuk duduk disampingnya. Ia menyentuh tangan ibunya dengan tangan kirinya yang tidak berdaya. Mereka mulai menyantap makanan kecuali Cat yang masih sibuk dengan Ibunya “Apakah Ibu, Ayah dan kakak-kakak akan menginap disini?” Tanya Catrin terlihat manja.


“Tentu saja tidak sayang” Lewis mengusap rambut Cat. “Ibu akan usahakan datang ke istana sesekali untuk menjengukmu” Sambungnya yang membuat Cat tidak bisa berkata apa-apa. Sedangkan Andrea terlihat sibuk mengiris-ngiris kecil potongan daging. Lalu menukarnya dengan makanan bubur milik Catrin. “Y-yang Mulia??!” Lewis terkejut dan spontan memanggil Andrea.


Cat yang melihat perlakuan Andrea pun mulai terkesima. “Yang Mulia anda tidak perlu repot-repot melakukan itu” Kedua manik Lewis hampir membesar. Cleon dan Casnav hanya bisa menelan saliva mereka dalam-dalam karna tidak percaya. Andrea pun santai menyantap bubur yang awalnya disediakan untuk Catrin. Ia memakannya dengan lahap hingga habis. “Lumayan enak” Gumamnya sambil membersihkan sisa-sisa makanan dibibirnya menggunakan kain yang telah tersedia. “Apa dia mulai sintingg?? Batin Cat bingung. Cat juga tanpa sadar menghabiskan potongan daging yang sudah dipotong kecil oleh Andrea tadi.


Andrea hanya bisa melihat dari kejauhan. Ia sudah memberi izin kepada keluarganya untuk bisa datang ke istana kapan pun mereka mau. Ya, itu demi kesehatan mental Cat.


Pagi ini Cat lagi-lagi dibuat terkejut dengan sikap aneh Andrea. Dayang yang ia perintahkan ke kamar Cat dan memberitahukannya bahwa Andrea mengajaknya sarapan pagi bersama. Dan yang lebih aneh lagi, mereka tidak duduk berhadapan dengan jarak lumayan karna panjnagnya meja, melainkan Andrea duduk disampingnya. “Yang Mulia” Panggil Cat tidak mengerti “Jangan buat aku pindah dari kursi ini” Balas Andrea menekan.

__ADS_1


Andrea kembali memotong kecil daging yang ada dipiringnya dan menggantikannya dengan bubur milik Cat “Mohon maaf Yang Mulia. Tuan putri belum diperkenankan..” Seorang dayang mencoba mengingatkan Andrea namun Andrea segera memotong. “Mulai hari ini rubah makanan Cat. Aku sudah tanyakan kepada tuan Cleyton bahwa Cat tidak perlu lagi mengkonsumsi makanan ini” Ujarnya kepada para pelayan termasuk koki yang ada disana. “Baik Yang Mulia” Balas mereka masing-masing.


Cat sedikit dibuat takjub oleh pria yang ada dihadapannya ini. “Makanlah” Pinta Andrea sambil menikmati bubur putih didepannya. “Terima kasih Yang Mulia” Tutur Cat. Ia memakan satu persatu irisan daging dengan sesekali melirik Andrea dengan rasa tidak percaya. Cat mencoba meraih minuman yang ada disebelah kiri dengan tangan kirinya, saat ia lupa kalau tangannya terluka, cat mencoba meraih minuman itu dan mencoba mengangkatnya.


“Syurrrrr” Gelas itu tejatuh dan tertumpahkan meja beserta gaunnya yang belum lama ia pakai. Cat terdiam sementara Andrea reflek berdiri untuk menghindari genangan air yang mungkin saja akan mengenai bajunya. “Cat kau tidak apa-apa??” Tanya Andrea khawatir sambil memperbaiki posisi tubuhnya lalu kemudian beralih melihat kondisi Cat. Cat mengangkat tangan kirinya pelan sedikit namun, terlihat gemetar.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2