The Future Princess

The Future Princess
Episode 73 / Cat.


__ADS_3

“Lalu bagaimana dengan Catrin??” Felix tentu menyelipkan satu nama yang ia tunggu-tunggu kabarnya. “Menurut laporan yang saya terima, Lady Catrin telah siuman. Surat lamaran yang kita kirimkan kekediaman Marquess juga sudah diterima. Pasti saat ini beliau sudah mengatakannya kepada Lady dan juga anggota keluarganya” Lanjut Johny kembali.


“Kaisar juga akan melakukan acara penyambutan kepada pihak Skanea nantinya. Aku mendengar bahwa pencaharian Tunangan Putera Mahkotanya dipimpin langsung oleh Putera Mahkota Andrea sendiri bersama


keluarga calon Putri Mahkotanya.”


Felix mengalihkan pandangannya ke satu arah sambil menopang dagu dengan kedua jemari tangannya yang menyatu.


“Jika mereka baru bergerak subuh tadi. Berarti mereka akan tiba dua hari lagi ditempat ini. Apakah kau tahu keluarga calon Puteri Mahkotanya Johny??” Felix mengalihkan lagi pandangannya kearah Johny.


“Menurut yang saya tahu. Keluarga Calon Puteri Mahkota adalah seorang bangsawan berpengaruh yang memiliki sekolah militer kesatria terbesar di Eropa timur. Beberapa kesatria unggul terlahir dari didikan sekolah tersebut. Kepala keluarganya adalah ajudan besar kerajaan Skanea yang bernama Duke Lewis Dovan Dominique”


Felix mendengar dengan baik laporan dari Johny. Tidak sia-sia ia mengangkat Johny sebagai pengawalnya. Karna Johny selalu menjadi sumber informasi yang akurat.


“Keluarga Dominique mempunyai dua orang putera dan satu putri bungsu. Putri bungsunyalah yang akan menjadi calon Puteri Mahkota Skanea. Untuk saat ini hanya itu yang dapat saya sampaikan Yang Mulia” Ujar Johny menyelesaikan.


Felix tiba-tiba bangun dari kursi kebesarannya yang membuat Johny terkejut “Siapkan kudaku. Aku perlu menjenguk calon Puteri Mahkota” Felix cukup gencar mendekati Catrin. Padahal baru kemarin ia bertemu,


kini ia ingin datang kembali bertemu dengan kekasihnya.


“Baik Yang Mulia” Ujar Johny dengan sikap hormatnya.


Cat berjalan-jalan menghirup udara segar dibelakang kediaman Marquess. Ada kebun bunga Matahari disana. Catrin masih terbilang baru dikediaman itu. Ia mungkin perlu berkeliling, melihat dan mengenal mansion itu


karna ia sudah menjadi bagian dari keluarga tersebut. “Apa kau sedang berjalan-jalan Cat” Sebuah suara menghilangkan kosentrasi Cat. Ia segera melihat kearah sumber suara yang masih asing baginya. Cat menyambut dengan sebuah senyuman saat melihat sosok itu “Selamat pagi Kak Berlin” Sapa Cat yang langsung dibalas oleh Berlin “Selamat pagi juga Cat. Apa kau sudah merasa baikkan ?” Tanya Berlin.


“Aku sudah merasa lebih baikkan kak. Terima kasih atas perhatiannya” “Oh ia kakak harus memberikan ucapan selamat. Selamat atas pertunanganmu” Goda Berlin.

__ADS_1


“Acaranya masih belum kak. Masih terlalu cepat memberi selamat saat ini” Ujar Cat


“Hhmm baiklah.”


“Apa kakak bisa menjadi pemandu jalan-jalanku disini? Aku masih belum sempat mengelilingi mansion ini” Pinta Cat yang dengan segera dituruti oleh Berlin.


“Tentu” Cat dan Berlin akhirnya mengelilingi Mansion. Berlin dengan piawai memberi tahu Catrin setiap sudut mansion yang ada. Para pelayan dan pengawal yang melewati mereka langsung diperkenalkan dan memberi


salam kemudian setelahnya. Para pengawal dan pelayan pun merasa Cat adalah sosok wanita yang anggun dan ramah. Padahal mereka hanya pekerja biasa.


Clara berlarian terkocar-kacir mengejar Cat yang agak menjauh. Ada sesuatu yang harus ia laporkan kepada Cat. “Nonaa” Teriak Clara memanggil Cat saat ia hampir dekat.


“Ada apa Clara?” Tanya Cat saat mendengar teriakan Clara yang membuat kupingnya hampir pecah. “Nona. Heuhh Yang Mulia hehh Putera Mahkota tiba heh”


“Apa??” Cat terkejut.


“Salam kepada Yang Mulia Putera Mahkota. Ada apa Yang Mulia tiba-tiba datang kemari??”


Felix mengembang senyumannya kearah Cat. Berlin paham akan situasinya dan ia pun pamit meninggalkan mereka yang mulai dimabuk asmara, tidak. Lebih tepatnya Putera Mahkota Felix yang dimabuk cinta karna terlihat


dari sorot matanya yang penuh gairah cinta. Kepergian Berlin membuat Felix buru-buru memeluk Catrin. Pria itu langsung saja meraih, menarik dan memeluk tubuh mungil itu dalam dekapannya.


“Aku sangat merindukanmu Catrin”


“Blush” Kedua pipi Catrin bersemu merona merah saat dalam dekapan Felix. Wangi maskulin dari tubuh Felix mulai membuat Catrin terbuai. “Y-yang Mulia”


“Y-yang Mulia.” Nafas Catrin mulai tersengal-sengal. Dekapan Felix terlalu kuat hingga ia sulit mengambil nafas. “Yang Mulia heuh, saya kesulitan bernafas” Imbuhnya yang baru disadari Felix. Ia pun pelan-pelan melepaskan dekapannya dan memandang wajah Catrin. “Apakah kau ingin jalan-jalan denganku??” Ajak Felix.

__ADS_1


Dua hari berlalu akhirnya rombongan Putera Mahkota Andrea tiba dikekaisaran Imperial. Kedatangan mereka langsung disambut oleh Baginda Raja di istananya.


“Selamat datang dikerajaan kami Putera Mahkota Andrea” Sapa Raja kepada Andrea.


“Salam saya kepada Baginda Raja Imperial. Suatu kehormatan bagi kami disambut dengan baik di kekaisaran ini” Salam Andrea dihadapan Raja dan Felix yang saat itu ikut menyambut dihalaman depan pintu masuk istana.


“Selamat datang Putera Mahkota Andrea. Saya Felix Putera Mahkota kekaisaran ini. Saya turut prihatin atas hilangnya tunangan anda. Kami akan turut serta membantu proses pencaharian putri. Mudah-mudahan beliau


segera ditemukan dalam keadaan hidup” Basa-basi Felix cukup membuat Andrea tersenyum ringan.


“Terima kasih atas kebaikan anda Yang Mulia Putera Mahkota. Untuk saat ini saya rasa cukup dengan beberapa pasukan yang saya bawa. Jika saya butuh, saya pasti akan memberitahukannya kepada Yang Mulia”


 “Oh ya saya lupa menanyakan satu hal kepada anda. Siapakah nama Putri yang hilang tersebut.


Felix akan mengkerahkan beberapa kesatria Imperial untuk ikut membantu” Ujar Kaisar.


“Cat”


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2