The Future Princess

The Future Princess
Episode 30 / Bencana Kalen dan Qannes.


__ADS_3

Alexa tampak berhati-hati dan berbisik ketika didekat mereka agar suaranya tak menimbulkan hal yang bisa didengar oleh orang-orang diluar kamar tersebut.


“Beliau mengurangi anggaran Provinsi Kalen yang terkenal dengan kekeringan yang luar biasa itu?” Tanya Ela pun yang ikut mengecilkan suaranya. Padahal ia tak perlu mengecilkan suaranya didalam kamar itu karna kamar Cat termasuk kedap suara dan tidak akan gampang terdengar oleh orang lain yang berada diluar kamar.


“Hei, ruangan ini termasuk kedap suara. Kalian tak perlu berbisik. Kecuali kalian berteriak” Ucap Cat yang mulai frustasi melihat tingkah keduanya, terutama Ela yang tidak tahu apa-apa dan hanya mengikuti cara bicara Alexa yang mengecilkan suaranya berbisik.


“Ahh benar, saya lupa Putri” Jawab Alexa dengan ketawa malunya.


“Aku tahu daerah itu paling pelosok negeri ini, dan curah hujannya selalu sedikit.”


“Tempat itu bahkan panas dan udaranya tidak bersih” Sambung Ela.


“Apa disana tidak ada hutan?” Tanya Cat bingung.


“Disana tidak ada hutan. pepohonan pun jarang. Lagi pula untuk apa hutan dan pepohonan tuan putri?” Ela tak paham maksud dari pepohonan itu apa gunanya.


“Pohon itu baik dalam menyerap air dan bisa mengeluarkan udara yang bagus karna mereka akan menghisap udara kotor dan mengeluarkan udara yang sehat.” Jawab Cat.


“Kalau pohon menghisap air lalu apa gunanya jika akan menghabiskan air” Ujar Ela yang lebih tak paham lagi.

__ADS_1


“Ahh sepertinya aku harus mengusulkan ini kepada dia kalau ingin daerah itu lebih makmur” Jawabnya yang mulai frustasi.


“Putri, saya bingung. Kenapa harus ada pohon ditempat itu jika hanya akan menghisap air nantinya” Tambah Alexa yang juga lebih bodohnya. Wajar saja, mereka tak paham filosofi kegunaan dari sebuah pohon itu apa.


“Sebenarnya pohon itu berguna meresap air disaat hujan. Kalian tahu kan, sebagian besar wilayah Golio dikelilingi hutan dan mereka unggul dalam pertanian.” Ela dan Alexa menyimak apa yang Cat bicarakan dan mereka serentak mengangguk karna tahu bahwa wilayah itu memang dikelilingi hutan dan unggul dalam pertanian seperti yang dibicarakan Cat.


“Kalian tahu kenapa wilayah Qannes selalu banjir setiap tahunnya dan selalu memakan korban?” Tanyanya kepada dua makhluk dihadapannya, dan dibalas dengan gelengan dengan sempurna oleh keduanya.


Cat mulai frustasi, agaknya ia harus menjelaskan dengan detail tentang pepohonan yang ia baca dan teliti selama ini.


“Pohon memiliki peran penting dalam penyimpanan air bersih. Ia akan menyerap air hujan dan menyaring air tersebut menjadi bersih dan alami didalam hutan didataran tinggi. Sebesar apa pun hujan turun, pohon akan bekerja dan menyaring air yang ada. Semakin banyak pohon, maka semakin banyak pula curah hujan dan tingkat air yang ia simpan. Wilayah Qannes sering tertimpa banjir karna kurangnya pohon dan mereka dalam beberapa tahun terakhir sering melakukan pembabatan hebat hanya untuk dijadikan bahan-bahan alat rumah tangga”


“Lalu kenapa curah hujan Qannes tinggi sedangkan pohonnya tidak banyak?” Tanya Ela yang mulai pintar menganalisa.


hutannya masih aman. Dan semua para bangsawan dinegeri ini menyukai karya seni Qannes sehingga Qannes menyuplai secara berlebihan hasil pohon untuk dijadikan pundi-pundi uang.”


Ela dan Alexa semakin yakin bahwa Cat adalah makhluk cerdas yang diberikan Tuhan untuk Skanea. Tapi karna Alexa sebenarnya tidak terlalu paham dan hanya bisa menyerap sebagian yang dijelaskan Cat. Ela mulai paham tapi mungkin karna itu bukan bidangnya ia hanya mengerti sebagian, tapi secara detail Ela mengerti maksud dan penilaian Cat.


“Putri, kenapa anda tidak memberikan masukan ini kepada Yang Mulia. Mungkin ini bisa membantu kedepannya untuk masalah Kalen nanti” Gumam Ela.

__ADS_1


Dahulu Cat mempelajari mati-matian mengenai kekeringan di Kalen dan membandingkannya dengan wilayah Goilio yang amat subur dan termasuk pemasukan rata-rata terbaik di Skanea. Ia mempelajarinya mati-matian hingga bergadang dan mendatangi wilayah tersebut secara diam-diam bersama Henry dan Bibi Rose. Dan karna ia berhasil atas dedikasinya, ia akhirnya mendapatkan muka dan pengakuan dari Andrea walaupun ia tahu Andrea tak tidak memujinya dengan tulus.


Sekarang ia tak terlalu ingin mencurahkan pendapatnya karna bisa saja hasil yang ia dapatkan adalah pujian yang tidak tulus dan hanya sekedar basa basi tak berarti dari mulut Andrea. Tapi jika ia tak melakukannya, ia akan merasa bersalah terhadap rakyat Kalen yang terus menerus mendapat cobaan kekeringan.


“Kau tahu Ela? Kalau aku memberikan pendapatku apakah Putra Mahkota itu akan melihatku sebagai wanitanya? atau hanya sekedar orang yang harus mendedikasikan hidupmu bekerja tanpa pujian yang tulus karna ia tahu


wanita disampingnya hanyalah boneka yang harus bekerja dan tak perlu kasih sayang dari lelakinya” Ela terdiam mendapat jawaban dari Cat.


“Kenapa Putri tidak mengutarakannya dari dulu?” Sebuah suara yang tiba-tiba hadir membuat ketiga wanita itu terhenjak kaget seketika dan secara spontan melihat kearah sumber suara tersebut.


Kedatangan Pangeran Phillip membuat Cat dan kedua wanita itu terheran-heran. Untuk apa lelaki tersebut tiba-tiba datang dan tidak mengetuk terlebih dahulu pintu kamarnya dan malah santai mendengar percakapan mereka. Cat pun merasa bersalah. Apakah lelaki itu mendengarnya dari awal atau hanya sebagian saja?.


Phillip pun segera berjalan mendekati meja Cat dengan senyum sumringahnya. Cat beranggapan mungkin saja lelaki itu tidak mendengar keseluruhannya dan Phillip pun terhenti saat ketiga wanita itu berdiri dan Alexa menurunkan pandangannya memberi salam. Kini Phillip hanya berjarak beberapa kaki dari hadapan Cat.


Cat segera tersadar dan memberi salam kepada Phillip “Salam saya kepada Pangeran Phillip. Ada apa Pangeran tiba-tiba datang ke kamar saya dan tidak mengetuk pintu terlebih dahulu” Cat blak-blakan dan membuat wajah Ela


dan Alexa langsung terperanga tak percaya. Ela langsung melihat kearah Cat. Raut wajah Cat itu tampak tak suka.


 

__ADS_1


* Jangan lupa like dan Komennya. Terima kasih.


Bersambung.


__ADS_2