
“Siapa???” Tanya Catrin tersiksa. Ia terdiam sejenak mengambil nafas beberapa detik. “Siapaaaaaaaaa” Teriaknya sekali lagi dengan nada frustasi dan intonasi satu oktaf lebih besar. “Rroooaarrrr” Harimau pun murka. Dengan sisa-sisa kekuatannya ia akhirnya melawan dan kembali akan melompat dan menyerang Catrin. Cat yang melihat si Harimau hanya mampu tertunduk dan menangis.
“Hhuuuu heugh heugh” Cat bertumpu dengan kedua tangannya diatas tanah. Rasa sakit dikepalanya membuat ia tidak bisa memposisikan badannya berdiri tegak dan menurunkan pandangannya ke tanah sambil sesekali melihat kearah Harimau tersebut meski pun dengan penuh rasa takut dan was-was. Ia melihat Harimau itu akan mulai menyerang dan semakin berselera ingin mencabik-cabik tubuhnya.
“Dorrrrrr” Tembakan terlepas dan berhasil mengenai kepala Harimau. Disaat itulah Harimau berhasil dilumpuhkan dan Cat pun berhasil lepas dari jerat si hewan buas tersebut. Felix segera berlari kearah pintu yang sedari tadi dua orang kesatria tidak berhasil membukanya.
“Minggir” Perintah Felix yang dengan segera kedua kesatria tersebut menjauh dari pintu. Felix pun segera mengarahkan pistolnya kearah kunci tersebut. “Dorr, klak” Hanya sekali tembakan kunci pun terlepas. Para
Lady’s pun tenang dan bahagia. Sedangkan Sovea terkaget-kaget melihat kedatangan Felix.
“Uwekkkkkk” Cat berhasil muntah, mengeluarkan isi makanan dalam perut termasuk sisa teh yang ia minum dari Sovea. Ia linglung kemudian setelah isi perutnya keluar dari dalam perutnya. Samar-samar ia melihat kaki seseorang berlari ke arahnya dan ia pun melihat sebilah senapan pistol disebelah tangannya. Pria yang berlari tersebut kemudian melempar senapannya ke sembarang arah dan segera menahan kedua bahu Cat untuk
mengkokohkan tubuhnya yang lunglai.
“Catrin” Ucapnya yang membuat Catrin pelan-pelan melihat kearah sumber suara yang memanggil namanya. Kesatria Robert juga ikut berlari menghampiri Cat. “Nona” panggil Robert menyesal.
“Yang Mulia” Teriak Sovea dan berlarian memasuki kandang mendekati Putera Mahkota Felix. Tampak raut mukanya pias ketika melihat Felix datang menyelamatkan Catrin. Felix murka mendengar panggilan Sovea hingga
sebilah pedang dari pinggangnya langsung terangkat begitu saja dan mengarahkannya kearah Sovea sebelum wanita itu mendekatinya. Sovea tiba-tiba terhenti, terkejut dan ketakutan. Seluruh tubuhnya bergetar hebat saat ujung pedang Putera Mahkota tiba-tiba menghunus kearahnya. Jika ia tetap lanjut mendekati Felix, maka ujung mata pedang tersebut bisa jadi merobek kulitnya atau bahkan membunuhnya seketika.
“Y-yang Mulia” Sovea ketakutan. Ia melihat kedua manik Felix tampak membara dan menakutkan, seakan-akan berhasrat ingin membunuhnya ditempat ini.
“Kau tampak sengaja membuat Catrin menjadi makan malam hewan peliharaanmu Sovea.”
__ADS_1
“T-tidak Yang Mulia” Sovea berkilah walau pun Felix benar. Hancur sudah nasibnya saat ini. Bersiap-siaplah posisinya hilang dan dilengserkan untuk orang lain. Harimaunya telah meregang nyawa dan mati ditangan Felix, Catrin kelelahan tidak berdaya dengan kondisinya, sikap para Lady-lady bangsawan yang melihatnya dengan pandangan kebencian. Ia sudah kehilangan simpati dari Putera Mahkota dan para bangsawan.
Catrin bersandar dibahu kesatria Robert. Pandangannya sayup-sayup melihat sosok Felix dan Sovea dari belakang. Para Lady-lady langsung bergerak cepat melihat kondisi Catrin dari dekat. Wajah Cat memucat. Lady Milla yang telah tiba mulai panic dan khawatir.
“Yang Mulia. Lebih baik kita segera bawa Cat pergi dari sini. Ia harus diperiksa secepat mungkin” Ungkap Lady Milla menghentikan Felix yang masih tampak membara.
Felix pun memindahkan sebilah pedangnya dan memasukannya ke dalam sarang. Ia ingat bahwa ada yang lebih penting ketimbang sosok Sovea yang membuatnya hilang arah. Ia harus menyelamatkan Catrin dan membawanya pergi dari tempat terkutuk ini, pikirnya. Felix berbalik “Biar aku yang membawanya” Felix mengangkat dan menggendong Catrin ala bridal style. Ia harus membawanya ke kediaman Marquess untuk diperiksakan.
“Plakk”
“Aghh” Sovea mendapat tamparan keras disebelah pipinya oleh sang Ayah tuan Viscount Daniel. Tamparannya cukup perih hingga siempunya merasakan kesakitan. Tamparan itu tidak lebih cukup untuknya setelah Viscount
mendengar bahwa anaknya sengaja membawa Catrin ke dalam kandang Harimau yang belum lama ia pelihara dikediamannya.
“Plakk” Tamparan ke tiga.
“Ayahhh” Teriak Sovea kesakitan.
“Sudah, sudah suamiku. Jangan sakiti lagi” Istri Viscount tidak sanggup melihat anak perempuannya ditampar berulang-ulang. Ia mengelus pundak dan memeluknya untuk menenangkan Sovea. Suaminya terlalu keras dan sulit
untuk diberikan arahan alias keras kepala.
“Tamparanku bahkan belum apa-apa dibanding tingkah konyolnya yang baru saja ia lakukan. Aku dibuat malu didepan Baginda Raja karna ulah anak ini” Sambil menunjuk Sovea.
__ADS_1
“Kau membuat kesabaranku habisss” Viscount Danile memilih menghancurkan semua barang yang ada disekitarnya. Karna tidak mungkin terus-terusan ia memukul anaknya, maka ia lampiaskan saja pada semua barang yang terlihat. Meski pun ia harus merugi beberapa ratus keping emas. Kelakuan Viscount itu pun berhasil membuat semua pelayan dibuat ketakutan dengan aksi kepala rumah tangga tersebut. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya bisa diam menyaksikan.
Catrin telah sampai dikediaman Marquess dan membuat seisi rumah geger luar biasa. Apalagi menyaksikan Putera Mahkota Felix yang hadir turun dari kereta kudanya sambil menggendong Catrin yang tampak setengah pingsan
tidak berdaya.
“Oh Tidak” Liliana berlarian saat mendengar Catrin tiba dikediamannya dengan kondisi trauma. Saat Catrin dibawa ke kamarnya kedua kakak angkat laki-lakinya juga ikut mengiringi Felix menuju kamar adik perempuannya.
Sesudahnya Cat diletakkan diatas ranjang dan diperiksa oleh dokter pribadi kediaman Marquess, barulah Banny membuka kata.
“Apa yang terjadi dengan adikku Robert” Robert yang saat itu ikut masuk kedalam kamar Cat langsung bersimpuh didepan keluarga Marquess. “Maafkan saya tuan. Ini adalah kecerobohan saya tidak menjaga nona dengan baik”
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2
__ADS_1