
“Ahh maafkan saya tuan Putri. Saya lancang memasuki kamar anda. Awalnya saya ingin mengetuknya. Tapi saat saya mendengar dari balik pintu tentang ide Putri saya langsung masuk begitu saja. Saya juga berfikir apa yang Tuan Putri katakan mungkin bisa saja menjadi jalan keluar bagi Rakyat Kalen. Putri harus menjelaskan hal ini kepada Putra Mahkota dan Kaisar. Mereka pasti menerima usul Putri.”
Cat juga yakin kalau usulnya pasti akan diterima oleh Kaisar tapi tidak dengan Andrea dan para pejabat Skanea. Usulannya akan mendapat penolakan pada awalnya hingga Raja pun yang langsung memberi izin dan titah dibawah kekuasannya. Karna Raja yakin, dengan kecerdasan Cat rencana itu pasti akan berjalan lancar.
“Tapi Pangeran, masalahnya penanaman pohon ini akan memakan banyak waktu. Dalam hal ini kita harus banyak menanam pohon yang sudah mulai tinggi untuk ditanam diwilayah Kalen. Jika hanya menanam bibitnya. Butuh
waktu tahunan bahkan puluhan tahun untuk bisa menciptakan air dan membuat pohon itu bisa berkembang.” Jawab Cat.
“Apa maksud Putri kita harus menanam batang pohon yang sudah agak besar dalam jumlah banyak agar mempercepat waktu curah hujan?” Tanya Ela.
“benar Ela. Dalam hal ini jika hanya menggunakan batang bibit pohon maka waktu yang diperlukan lebih banyak dan rakyat Kalen harus menunggu lebih lama lagi” Gumam Cat.
“Jangan katakan itu kepada kami tuan Putri. Tapi langsung usulkan dihadapan Yang Mulia Raja dan Putra Mahkota Andrea. Apa Putri memiliki ide lain selain penanaman pohon ini?” Phillip bersemangat sekali mendengar ide Cat.
“Sebenarnya ada, tapi saya tidak terlalu yakin apakah para pejabat nanti akan menyetujuinya.”
“Jangan membayangkan hal itu dulu Putri. Pikirkan saja bagaimana ini bisa terlaksana dengan segera.” Ujar Ela.
“Baiklah. Aku akan mengutarakan ideku kepada Yang Mulia Raja dan Putra Mahkota.”
---
“Benarkah itu Putri??” Tanya Raja Julian mulai tak percaya sekaligus terdengar kagum.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama dihari itu juga Pangeran Phillip langsung meminta permohonan kepada Raja dan Putra Mahkota untuk mendengarkan ide dari Putri Cat. Raja pun langsung memanggil Putri Catrin untuk menghadapnya bersama Putra Mahkota dan Pangeran Phillip.
“Benar Yang Mulia.” Jawab Cat sedikit meragui.
Andrea memandangi Cat yang berada disampingnya dengan tatapan dingin bercampur rasa bingungnya.
“dari mana Putri mendapatkan ide itu?” Tanya Raja kembali.
“Saya banyak membaca buku tentang tragedi alam Yang Mulia. Dan saya juga mempelajari geografis keadaan alam dan membandingkannya antara Kalen, Golio dan Qannes yang sering mengalami banjir setiap tahunnya.
Jalan keluarnya hanya menanam pohon Yang Mulia” Papar Cat secara singkat yang membuat Raja Julian dan Andrea masih bingung dan tidak paham.
“Bagaimana mungkin sebuah pohon bisa mendatangkan sebuah hujan?” Tanya Raja kembali.
dapat menghalangi curah air berlebihan diatas permukaan tanah atau yang biasa kita sebut banjir Yang Mulia.”
“Yang Mulia. Penjelasan Putri mungkin akan sedikit panjang. Alangkah baiknya jika kita mengadakan rapat dewan bersama para pejabat dan menteri untuk mendengarkan usulan Tuan Putri. Disana barulah kita bisa memberikan kesimpulan untuk selanjutnya bagaimana kita akan bertindak dan memberi jawaban apakah ide ini layak untuk dikerjakan atau tidak” Usul Phillip yang membuat raja menyetujuinya.
“Segera adakan rapat dewan dua jam dari sekarang. Kumpulkan semua menteri dan pejabat untuk mendengarkan usulan Putri Cat.” Raja Julian langsung memberikan titah untuk segera melakukan rapat dadakan yang membuat Cat terkesima dan terkejut. Dikehidupannya dulu, butuh waktu satu minggu untuknya menunggu untuk mengadakan rapat dewan ini.
“Baik Yang Mulia” Jawab mereka serentak.
---
__ADS_1
Karna undangan yang terkesan mendadak ini, hampir semua menteri dan para pejabat terkejut dan terkesan kesal. Mereka masih sibuk dengan berbagai urusan kenegaraan dan harus menyediakan waktu untuk mendengar hal yang
mungkin tak perlu harus ada rapat dewan hanya untuk mendengar usulan seorang gadis yang belum pernah terjun ke urusan politik.
“Apa??? Kau serius Raja mengumpulkan kita karna masalah kekeringan di Kalen?. Dan Putri Cat mempunyai usul untuk masalah kekeringan diwilayah itu?? Jangan gila. Upaya apa yang belum kita lakukan untuk daerah terpencil itu?? Tidak akan ada gunanya.” Gumam John yang terdengar menyepelekan.
“Aku tidak tahu, yang jelas aku juga baru saja mendapat pesan ini dari Shane langsung. Kita harus kesana. Toh kita hanya perlu mendengarkan. Tak perlu diambil pusing” Ujar Menteri perdagangan Khail Ismat diruang kediaman John. Khail Ismat adalah salah satu bangsawan dan pejabat Skanea yang sama buruknya dengan John. Ia berupaya menjilat John agar ia bisa mendapat jabatan menjadi Menteri. Hasilnya ia memang berhasil. Namun
akhir-akhir ini ia ingin menjadi perdana menteri jikalau ambisi John menaiki tahta berhasil. Dan ia akan berusaha membantu John untuk bisa mencapai tujuannya, maka ia pun akan secara otomatis bisa menduduki jabatan yang ia tunggu-tunggu.
Tak berbeda dengan pejabat lainnya yang juga terkejut mendengar rapat dadakan. Lewis juga sama halnya dengan yang lain. Ia juga mendapat perintah untuk mengikuti rapat dewan. Ia mendengar titah tersebut saat ia sedang melangsungkan rapat dengan beberapa bawahannya mengenai kondisi para tentara yang berada di perbatasan Skanea dan para tentara yang mengikuti bela Negara di kerajaan Lopea sekaligus mempersiapkan acara tahunan buruan yang akan menurunkan beberapa tentara kesatria Dominique..
Saat mendengar kabar itu dari Henry, ia lebih tak percaya lagi. Karna tujuan rapat itu adalah karna Cat akan mengusulkan beberapa ide terkait kekeringan di daerah Kalen.
“Kau serius Henry?” Tanya Lewis yang masih duduk terpaku dikursi rapatnya yang masih didengar oleh para bawahannya diruangan itu, seolah ia tak memperdulikannya.
“Benar tuan” Jawab Henry.
Lewis pun langsung membubarkan rapatnya tersebut dan bergegas menuju istana untuk menghadiri rapat dewan. Ia sangat tergesa-gesa ketika nama anaknya menjadi tujuan dalam rapat tersebut.
* Jangan lupa like dan komennya ya.
__ADS_1
Bersambung.