The Future Princess

The Future Princess
Episode 67 / Suara auman.


__ADS_3

“Lalu. Wah, teh yang diminum oleh Lady Yosi sangat khas. Teh yang diminum oleh Lady Yosi adalah minuman yang disukai para keluarga anak-anak Kaisar dinasti King. Ini disebut teh barley. Teh yang dicampur dengan


susu yang belum lama ini menjadi lebih terkenal disana. Dan ini bukan teh dari batang sereh tentunya.” Cat memberikan penekanan pada kalimat terakhirnya yang membuat Sovea skak mat dan lagi-lagi malu.


Cat melirik kearah teh milik Chritsine “Teh yang diseduh oleh Lady Christine hampir sama dengan milik Lady Manda. Tapi ini lebih ke Infusius atau menyaring extrak buah. Sangat baik untuk kesehatan dan diet alami.”


“Benarkah lady??” Tanya Manda saat ia memandangi teh yang ada dihadapannya.


“Kami sungguh terkejut dengan pengetahuan lady mengenai teh. Kapan-kapan saya ingin mengundang Lady datang ke mansion saya untuk minum teh bersama. Pasti sangat menyenangkan” Ujar Lady Milla yang membuat Sovea tertekan berat. Ia jarang menerima undangan tea time bersama dari keluarga Archduke. Padahal sudah tersebar luas kalau ia akan menjadi selir Putera Mahkota, tapi keluarga Archuke tetap tertutup terhadapnya. Kenapa!.


“Suatu kehormatan bagi saya bisa menerima undangan dari Lady. Saya sungguh sangat menantikannya” Jawab Cat tersenyum. Tampaknya langkah Cat untuk dapat memperluas wawasan hampir terbuka lebar dengan adanya


undangan dari Lady Milla.


“Ehemm, Lady Sovea. Bisakah saya meminta ganti teh yang lain??” Tanya Cat.


“Memangnya kenapa Lady? Apakah teh nya tidak enak?” Padahal Sovea tahu apa yang dimaksud dengan Cat meminta ganti minumannya sendiri. Ia sengaja memberikan teh kualitas buruk kepada Cat untuk balas dendam.


“Apakah Lady kurang menikmati tehnya ??” Tanya Lady Christine.


“Entahlah. Saya bingung. Rasanya saya belum pernah merasakan teh yang seperti ini” Cat mengexpresikan wajah sendu seketika yang membuat para lady respect.

__ADS_1


“Bolehkah saya mencoba teh milik Lady Catrin nona Sovea??” Milla ingin mencoba teh yang diminum oleh Cat. Karna teh yang ada dicangkir milik Cat berbeda dengan yang lain. Dan tentunya reaksi Sovea sedikit terkejut


dan bingung. Pasalnya jika Milla mencobanya maka ia akan celaka. Obat itu dapat membuat mual dan lunglai dalam jumlah tertentu. Ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa untuk menjawab permintaan Lady Milla.


“Ah itu adalah Teh Melati Lady Milla. Anda kan tidak menyukai teh Melati??” Tutur Sovea kebingungan. Ia akhirnya berbohong agar Milla jangan meminumnya. Bisa celaka ia jika tahu Teh itu sudah tidak layak diminum. Cat malah bingung, kenapa teh yang dimilikinya dibilang teh Melati??. Padahal tehnya terasa aneh dan agak berbau.


“Benarkah??” Cat memastikan lagi dan menyesap sedikit teh tersebut dan ia hampir saja akan muntah. Milla yang melihat reaksi Cat langsung curiga. Apa Catrin juga tidak menyukai teh Melati pikirnya.


“Ahh bagaimana kalau kita jalan-jalan ke tempat yang lebih mengasyikkan. Ada satu hal yang ingin saya tunjukkan kepada Lady. Saya baru saja dibelikan peliharaan baru oleh Ayah saya. Dan itu sangat menggemaskan” Sovea segera mengalihkan situasi agar tidak semakin menjadi mencurigakan. Sovea segera bangun agar para Lady yang lain mengikuti langkahnya. Dan memang akhirnya para Lady pun jadi ikut-ikutan beranjak dari kursi masing-masing.


Mereka berjalan beriringan. Cat berjalan beriringan dan disampingnya bersama lady Milla. Sedangkan Sovea sebagai penunjuk arah karna ia adalah tuan rumah.


“Kalian pasti akan senang melihatnya. Karna banyak dari bangsawan lain tidak memeliharanya karna hewan ini memiliki keunikan tersendiri” Celoteh Sovea saat sedang menuju tempat yang dituju yang membuat para Lady sangat penasaran terutama Cat.


“Ini kejutan Lady Christine. Para Lady pasti akan tahu nanti” Sovea tetap focus berjalan sambil mengembangkan senyum seringai dibaliknya. Ia tidak sabar ingin melihat pertunjukan spektakuler yang menegangkan nanti. Tentunya ia sudah memikirkan cara ini sebelumnya.


Mereka akhirnya tiba disebuah kawasan luas persegi yang berada tidak jauh dari taman belakang. Ada terdapat kolam air berukuran sekitar 2x2 meter dan beberapa pohon yang tidak terlalu tinggi. Ditempat itu juga ada tempat duduk kayu tanpa sandaran didalamnya. Yang lebih membuat aneh lagi, disekelilingnya dilapisi pagar besi tertutup dan memiliki pintu. Cat merasa aneh walau pun ia masih diluar area tersebut bersama Lady yang lain.


“Dimana hewan yang akan Lady tunjukan kepada kami?” Tanya Lady Yosi kepada Sovea.


“Sebentar lagi akan saya tunjukan. Pelayan sudah menyiapkan tempat untuk kita bersantai. Tapi ini lebih nikmat karna kita akan istirahat diatas rumput beralaskan tikar”

__ADS_1


“Wahh ini pasti menyenangkan Lady” Ucap Christine bahagia. Sovea melirik kearah Cat yang tidak lepas memandangi kandang tersebut. Cat menaruh rasa curiga saat memandangi hal yang ia lihat. Ini bukan kandang


Kuda pikirnya. Terlalu kecil kolam mandi untuk seukuran kuda sendiri.


“Apakah Lady penasaran dengan yang ada didalam??” Tanya Sovea tiba-tiba menghampiri yang membuat si empunya kaget dan melihat kearah sumber suara.


 “Jika Lady Catrin penasaran, Lady boleh lihat kedalam. Sebentar lagi pasti hewannya keluar” Bujuk Sovea. Haa Cat tidak akan termakan bujukan seperti sebelumnya. “Apakah Lady juga akan ikut menemani saya didalam??” Pinta Cat yang dibalas senyuman oleh Sovea. “Tentu, saya akan menemani Lady disana” Balas Sovea.


Mereka pun berjalan bersama dan masuk ke dalamnya. Saat memasuki area yang lumayan luas dan dikelilingi pagar besi. Cat meliat sebuah tembok kokoh dengan pintu teralis kecil disampingnya. Cat berfikir mungkin hewan yang dimaksud Sovea ada didalamnya, hanya saja ia tidak tahu itu apa.


“Nona Sovea, Nona Milla memanggil anda disana” Salah satu pelayan Sovea berdiri dibalik terali besi, jaraknya tidak begitu jauh dari mereka hingga dapat didengar. “Ah Sebentar ya Lady Catrin. Lady Milla memanggil saya. Nanti saya akan datang menemani Lady disini” Ungkap Sovea dan ia pun langsung berjalan menjauhi Catrine dengan lagi-lagi seringai liciknya karna sebentar lagi akan ada pemandangan bagus disini.


Sovea berjalan dan menutup pintu teralis. Seolah-olah hanya menutupi pintu padahal ia juga diam-diam menguncinya dari luar. Cat tidak mengetahuinya hingga ia pun mendengar suara auman “RRroooaarrrrrr”


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2