
Musim gugur telah menyelumuti negeri Skanea. Musim yang bagi rakyatnya adalah suatu berkat yang tak terhingga. Dimusim ini para raykat berpesta ria atas panen bagi tanaman-tanaman yang mereka hasilkan disetiap
musim gugur tiba dan pepohonan peluruh meluruhkan daun-daunnya. Berkah yang tak terhingga dan kebahagiaan para rakyat terima tak sebanding dengan rasa perasaan Cat saat ini. Cat telah tiba di Istana dengan hati luruh, goyah dan menyedihkan.
Ia menangis sepanjang malam setelah beberapa hari menginjakkan kaki di Istana. Kedua pelayan dan kesatrianya hanya bisa memperhatikan tuan putrinya menangis tak bahagia. Disaat seluruh wanita muda dinegeri ini begitu menginginkan menjadi pendamping Yang Mulia, tapi beliau justru tak ingin. Cat menangis sepanjang malam bahkan sering tak menyentuh makanannya karna ingin pulang dan merindukan keluarganya.
“Aku ingin pulang” pekiknya ditengah malam sambil sesegukkan menangis, bila dihitung dengan seringnya ia menangis hasilnya bisa dilihat langsung dari kedua bola matanya yang membengkak.
“Tuan Putri ini sudah tengah malam sebagiknya putri tidur. Besok saya akan meminta izin yang mulia untuk mengizinkan Putri pulang sebentar”
“Sebentar?? Aku ingin pulang dan nggak mau datang ke tempat ini lagi” Pekiknya kembali ketika mendengar kalimat sebentar dari mulut Henry. Henry kehilangan akal dan frustasi melihat tingkah Cat. Selama beberapa
hari ia tinggal di Istana, ia tidak bisa bertemu dengan keluarganya, ia juga tidak bisa bertemu dengan Pangeran Ernest walaupun hanya untuk belajar. Walau pun tingkah Cat telah sampai ditelinga kedua orang tuanya namun mereka juga tak bisa melakukan apa-apa. Putra Mahkota pun belum sekali pun menampakkan batang hidungnya dihadapan Cat.
Dimalam musim gugur yang tak terlalu dingin, Cat beristirahat sendirian dikamarnya. Bibi Rose dan Alexa entah dimana perginya, hanya henry yang menunggui Cat didepan kamarnya. Sementara Cat terbaring diranjang dengan nafas terengah-engah. Seluruh tubuhnya berkeringat dan lemah. Suhu tubuhnya naik dan panas. Tidak ada yang mengetahui jika Cat sakit saat ini sampai Alexa masuk dan membawa makanan ia melihat Cat berbeda dari biasanya.
Brakkkk..
Alexa secara membabi buta membuka pintu kamar memanggil Henry diluar “Tuan, cepat panggilkan dokter. Tuan Putri demam tinggi” Henry pun segera memanggil dokter.
---
Tak lama setelah Henry memanggil dokter, dokter pun datang dan dengan sigap mengobati Cat “Demamnya lumayan tinggi tuan. Tapi saya sudah memberi tuan Putri obat penurun panas. Besok saya akan datang kemari untuk mengecek kondisi beliau” Ujar sang dokter.
__ADS_1
“Terima kasih dokter” Ucap serentak kedua pelayan Cat dan Henry.
Dokter pun keluar dari kamar Cat.
Sementara dikediaman Putra Mahkota, Shane datang menyiapkan beberapa laporan yang harus ia sampaikan kepada Andrea “Yang Mulia hasil panen rakyat dikota selatan lebih baik dan naik ketimbang tahun-tahun sebelumnya, dan lumbung cadangan untuk persediaan makanan untuk para tentara diperbatasan telah mencukupi hingga akhir tahun ini.”
“Lalu” Andrea memotong pembicaraan Shane.
“ lalu….” Kalimat Shane langsung terputus begitu saja ketika Pangeran Philip masuk menyelinap tiba-tiba diruang kerjanya “Terlalu lama aku menunggumu Putra Mahkota” Pangeran Philip masuk dan duduk disalah satu kursi yang telah tersedia diruang kerjanya, duduk bersila sambil menyilangkan kedua kakinya dengan mata tertuju kearah Andrea. Andrea pun memberi isyarat agar meninggalkan ia berdua dengan Pangeran Philip. Tapi Shane enggan karna masih ada laporan yang harus ia laporkan namun ia pun bingung apakah harus dikatakan ke Putra Mahkota atau tidak, karna ini berhubungan dengan Cat.
“Yang Mulia maaf, tapi ada satu hal lagi yang akan hamba laporkan kepada Yang Mulia”
“Jika tidak penting, tidak perlu dilaporkan” Ujar Andrea dingin.
“Ada apa dengannya” Andrea kembali memotong pembicaraan Shane, pikirannya langsung teralihkan ketika mendengar Catrin.
“Tadi malam beliau demam tinggi, pagi ini pun kondisi Tuan Putri masih sama Yang Mulia” Kaki Andrea tergerak sebentar lalu kembali tenang, rasanya tubuhnya bergerak sendiri seiring kabar sakitnya Tuan Putri. “Putri Cat?
Tunangan Yang Mulia kan? Yang Mulia tidak menjenguknya ?” Tanya Pangeran Philip
“Aku masih sibuk, aku akan menjenguknya jika semua pekerjaanku selesai”
“Baik Yang Mulia” Ujar Shane dan langsung meninggalkan ruang kerja Andrea. “Bukankah dia tunanganmu? Jenguklah ia. Pekerjaan ini tidak akan pernah habis. Menjenguknya tidak akan banyak menyita waktumu” Ujar Phillip menasehati.
__ADS_1
“Dia sakit pasti karna aku melarang ia bertemu dengan keluarganya” Andrea terlihat lesu. Ia memang memberi perintah kepada bawahannya untuk tidak membiarkan Cat bertemu keluarganya sampai diberi izin oleh Andrea.
Tapi dibalik itu ternyata ia membuat wanita tersebut terluka dan jatuh sakit.
Sementara dikamar Cat, Bibi Rose sibuk mengompres dahi Cat. Demam Cat tidak turun-turun, membuat kedua pelayannya khawatir akan kesehatan majikannya.
“Tuan Putri terlalu stress hingga sakit seperti ini” Ujar Alexa yang dibalas langsung oleh Bibi Rose. “Kita tidak bisa berbuat banyak” Gumam Bibi Rose.
Hingga malam hari kondisi Cat masih tetap sama. Dokter yang baru saja datang dan merawat Cat pun hanya bisa memberi suntikan penahan rasa sakit lalu pergi setelah memberitahukan kondisi Cat terakhir ini yang baginya sama seperti sebelumnya.
“Yang Mulia Putra Mahkota datang” Begitu seruan yang terdengar hingga Bibi Rose dan Alexa pun segera beranjak dan memberi ruang untuk kedatangan Putra Mahkota.
“Kami menghadap Putra Mahkota Agung” Ujar keduanya menyambut Andrea masuk. Langkah Andrea terhenti dihadapan Cat yang terbaring lemah dan pucat. Ia merasakan kejanggalan pada hatinya yang mulai goyah melihat
kondisi Cat. Selama ini ia hanya cuek dan tidak mau tahu akan keberadaan Cat bahkan ia membencinya. Entah kenapa kini berbeda. Ada sedikit luka yang tak sengaja tergores dikulitnya. Tak terlalu menyakitkan tapi perih jika dirasa.
“Bagaimana keadaannya ?” Tanya Andrea kepada kedua pelayan Cat.
“Info dari dokter, kondisi Tuan Putri belum ada perubahan Yang Mulia” Jawab Rose.
Andrea menghembuskan nafas gusar. Lalu tak lama ia meninggalkan kamar Cat yang diikuti oleh Shane dibelakangnya.
Jangan lupa tinggalkan komen dan love nya ya Terima kasih.
__ADS_1
Bersambung.