
Setelah selesai membersihkan tubuh, Putera Mahkota bangun dan seorang dayang siaga bersiap membawa nampan berisi handuk terbaik yang terbuat dari bulu sutera. Andrea meraih dan melekatkan ke tubuhnya. Ia pun berpindah dan kembali keluar untuk memakai pakaiannya. Sebagian para dayang ada yang langsung membersihkan kamar mandi itu, lalu sebagianya lagi membantu Putera Mahkota berpakaian malam.
Cat yang masih tertidur itu pun tidak terlihat terusik dengan adanya para dayang yang mungkin juga sudah berhati-hati agar gerakan mereka tidak menimbulkan kebisingan.
Pakaian yang dikenakannya tentu saja pakaian santai dan ringan untuk beristirahat malam. Celana kain sutera dan kemeja putih berbelahan dada berbentuk V. Tentu saja menampilkan sebagian dadanya yang bidang. Setelah selesai mengganti pakaiannya, para dayang pun permisi meninggalkan kamar dengan rapi dan sopan hingga suara penutup pintu pun tidak terdengar sedikit pun..
Putera Mahkota Andrea berjalan pelan mendekati ranjang cat yang sudah lebih dulu diisi oleh seorang wanita yang tertidur seperti bayi kecil. Begitu imut dan menggemaskan bahkan dari jarak beberapa meter batin Andrea menatap. Andaikan gadis kecil ini penurut dan bertahan sedikit saja, pasti tidak akan sekacau ini dirinya saat ini.
Namun takdir memang kejam sekali rasanya. Betapa bahayanya gadis ini jika sekali lagi pergi meninggalkannya. Andrea telah terobsesi dengan wanita ini. Andrea yang semakin dekat dan akan naik keatas tempat tidur itu dari bibir ranjang dan merebahkan tubuhnya menghadap ke seorang wanita yang tertidur lelap disebelahnya.
“Deg deg deg” Ahh sial sekali Jantungnya suka membuat timing yang tidak pas. Jangan sampai wanita itu terbangun dengan suara detak Jantungnya yang berbunyi seperti pukulan gendang. Andrea mencoba mengatur nafasnya sejenak sambil membuang muka diarah berlawanan lalu kembali melihat kearah wajah gadis imut.
“Maafkan aku” Gumamnya lirih dan ia yakin wanita itu tidak akan terbangun dengan suaranya yang amat rendah. Andaikan ia bisa memutar waktu, ia akan menyempurnakan diri dan membuka hatinya seorang untuk Catrin.
Menyayangi dan melindungi wanita ini yang sangat gampang membuat laki-laki mana pun terpikat. Jika perlu, ia akan menahan dan mengurung wanita ini didalam kamarnya agar tidak ada yang dapat melihat wajah indahnya.
Arghh tahukah ia bahwa saat ini lelaki ini sedang berusaha menahan diri untuk tidak menyerang dirinya??. Tidak, tidak. Ia adalah seorang lelaki yang tidak akan bermain dengan wanita yang sedang tertidur. Ia tidak akan tertarik.
__ADS_1
Bagaimana jika ia seperti ini saja dan memandangi wajah itu hingga ia muntah dan bosan, tapi mustahil saja. Pasalnya wajah ini seperti racun tanpa penawar, bagai sesuatu yang menjadi favorite dan sangat sulit jika ada rasa bosan. Andrea tersenyum mengingat dialog-dialog aneh dikepalanya. Entah sejak kapan dia menjadi seperti ini.
Baru kali ini rasanya ia berani berbaring disamping wanita ini apalagi didalam satu ranjang. Hal yang mustahil akan dia lakukan jika dulu ia tidak berubah. Tapi siapa snagka ia akan menjadi luluh seperti ini fikirnya.
Cat mulai bergerak mengerangkan tubuh dan tangannya tidak sengaja menyentuh dada bidang Andrea. Reflek sentuhan itu membuat ia mulai meraba-raba dengan posisi terlelap. Andrea yang merasakan sentuhan Cat terkejut
bukan main. Wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Ia memohon jangna melakukan tindakan lebih dari ini. Ia akan sulit menguasai dirinya nanti.
Cat berputar dan menghadap kearah Putera Mahkota. Sesuatu yang ia sentuh dan keras pikirnya adalah sebuah bantal. Ia pun lebih dekat dan memeluknya.
Asap mulai berkumpul dan mengepul dikepala Andrea. Tidak, tidak. Ia masih bisa menahannya. Saat ini kepala Cat berada dibagian dada Andrea. Entahkah wanita itu mendengar berisik detak Jantungnya yang seperti bunyi petasan tersebut entah tidak. “Tahan dan tahan” Batinnnya dalam hati.
Mungkin dikedua maniknya sudah tercetak lingkaran hitam seperti binatang Panda. Dan sialnya wanita itu tidak bangun-bangun dan telat. Tampaknya obat yang diberikan Cleyton semalam berhasil membuat wanita ini tidur seharian suntuk tanpa terjaga.
Menangis sudah batin seorang Putera Mahkota Agung Skanea Andrea Bernes Lerman. Cat pun terbangun berkat sebuah cahaya yang keluar dari sisi tirai dan membuatnya silau. Pelan-pelan kedua maniknya terbuka dan hal pertama dilihatnya adalah sebuah dada bidang.
Ia mencoba merabanya lagi untuk memastikan “Apa kau tidak puas merabanya tadi malam sampai-sampai kau merabanya terus hingga pagi??” Ujar Andrea kesal dengan menahan nafsunya sekuat tenaga.
__ADS_1
Cat terperanjak kaget dan bangun seketika “Yang Mulia???” Panggilnya tidak pecaya. Kedua bola matanya melotot sempurna dan mulutnya yang menganga, tertutup dengan sebelah tangannya. “Kenapa Yang Mulia ada disini??” Cat berteriak pelan agar tidak ada keributan diluar. Andrea pun memperbaiki posisinya dengan nyaman dan mulai berdiri.
“Kemarin aku memutuskan untuk menjagamu sekaligus bermalam disini kedepannya.” Cat yang mendengar hal gila itu pun terkejut “Apa??” Ingin rasanya ini hanya dimimpi saja dan bukan kenyataan. Ia mencubit paha Andrea dan lelaki itu pun meringis kesakitan tanda bahwa saat ini adalah nyata alias bukan mimpi.
“Apa yang kau lakukan??” Tanya Andrea sedikit kesal. “Saya hanya memastikan kalau ini bukan mimpi. Benar, ternyata ini bukan mimpi” Tuturnya dengan senyum klise.
“Yang Mulia jangan bercanda. Kita belum menikah dan masih terlalu dini untuk tidur satu ranjang” Bantah Cat. “Tujuanku kita satu ranjang agar kau tidak melakukan hal-hal konyol dengan meminum obat-obat itu secara berlebihan. Hampir saja nyawamu melayang karna obat-obat itu.” Cat pun teringat apa yang dilakukannya kemarin karna depresinya tersebut.
“Aku tidak akan membiarkan halt u terjadi lagi, jadi aku memutuskan untuk mwnjagamu sekaligus mengontrol obat-obat yang kau makan. Kau dan aku akan tetap disini. Aku juga akan memindahan barang-barang dan pekerjaanku agar lebih mudah nantinya.” Ahh ini gila pikir Cat mulai frustasi.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.