The Future Princess

The Future Princess
Episode 66 / Lagi-lagi malu.


__ADS_3

Wah, wah, wah mereka rata-rata bangsawan kelas menengah. Ada juga bangsawan Archduke yang lebih tinggi kedudukannya dari Marquess. Ada satu yang setara dengan Cat dan dia duduk persis sebelah Sovea


yang duduk di ujung paling utama. Sedangkan anak bangsawan Archduke duduk bersebarangan dengan putri Marquess Francios. Cat sudah menyadari bahwa Sovea sengaja membuatnya malu. Tapi ia ingin lihat seperti apa lagi trik yang akan dilakukan Sovea kepada dirinya.


“Ayo silahkan diminum teh nya nona-nona. Ini adalah teh terbaik dari timur yang dibawa oleh Bangsawan Tiongkok. Teh milik Cat pun disiapkan. Warna teh nya sedikit berbeda, seperti lebih hijau pekat. Tanpa sadar Cat menaikkan sebelah alisnya. Saat ia meraih cangkir dan menyesapnya pelan-pelan, rasa teh tersebut terbilang agak sedikit pahit. Ini bukan teh tapi seperti racun.


Cat tidak suka dan tidak nyaman dengan rasa teh yang asing ini. Ia segera meletakkan cangkir teh tersebut diatas piringan gelasnya.


Sovea yang melihatnya pun langsung merepon Cat “Ada apa lady Cat. Apa rasa tehnya tidak cocok dilidahmu??” Smirk. Seringai Sovea muncul setelah menanyakan keadaan Cat.


“Apakah ini benar teh dari timur Lady Sovea???


“Ia benar. Ini adalah teh hitam dari biji-bijian yang dikirim langsung dari timur. Apakah rasa tehnya tidak sesuai dengan selera lady Cat??” Singgung Sovea.


“Wahh saya baru tahu kalau hijau pekat ini adalah teh timur dari biji-bijian. Setahu saya teh dari timur berwarna agak hitam kemerahan dari daun teh yang sudah dikeringkan terlebih dahulu. Tapi saya lihat disini tidak ada senyawa biji-bijian seperti yang lady sebutkan” Jelas Cat yang membuat semua mata lady mengarah takjub kepadanya.


“Tidak mungkin lady. Saya tahu jelas mengenai teh.”


“Benarkah?? Wah berarti lady memiliki pemahaman mengenai teh ya?” Cat ingin sekali menguji lady Sovea.


“T-tentu saja” Sovea mulai khawatir.


“Saya melihat teh yang diminum Lady Milla terlihat segar dan enak. Bisakah Lady jelaskan itu teh apa ?” Cat mulai menantang pengawasan Sovea mengenai dunia teh yang ia banga-banggakan barusan.

__ADS_1


Sovea mulai berfikir agak keras. Sebenarnya ia tidak tahu banyak mengenai teh. Sial!.


“Ahh ini adalah teh dari sari daun Melati. Lihatlah warnanya yang cerah ini” Sovea melirik teh yang dimiliki oleh Lady Yosi dari keluarga Baron Joan. “Dan minuman yang diminum oleh Lady Yosi adalah teh dari daun teh, ahh bukan sepertinya itu dari batang sereh karna bauknya sangat khas” Celotehnya.


Dia mulai melirik ke semua teh setiap para Lady yang hadir. “Teh yang diseduh dicangkir milik Lady Manda dan Lady Christine sama. Saya yakin kalau itu adalah teh buah persik. Nahh bagimana Lady Catrin saya sudah menjawab semua keraguan Lady. Pengetahuan saya lumayan luas” Sovea berceloteh dengan kepercayaan tingkat tinggi. Ia yakin Catrin pasti tidak terlalu paham dengan teh.


Cat yang mendengar celotehan Sovea hanya bisa tersenyum kecut “Sepertinya pengetahuan lady mengenai minuman yang awalnya diciptakan dari Negara dinasti King masih awam ya??” Kalimat Cat mampu membuat


Sovea tercengang seperti dihantam batu besar.


“Lady. Anda sungguh tidak sopan. Lady berani meragukan pengetahuan saya mengenai minuman ini??” Nyinyir Sovea.


“Saya tidak bermaksud untuk menyalahkan Lady Sovea. Kita hanya perlu membuktikannya saat mencoba rasanya. Bisakah saya mendapatkan beberapa minuman yang sama seperti yang diminum oleh Lady-lady anggun disini??”


Pelayan tersebut melirik kearah Sovea. Tentu saja ia butuh izin dari Sovea terlebih dahulu sebelum melakukannya “Berikan saja” Ujar Sovea kesal.


“Baik Lady” Hormat pelayan tersebut lalu ia mulai memberikan beberapa cangkir berisi teh satu persatu dihadapan Cat. Setelah semuanya selesai diseduh, Cat pun mulai mencicipinya. Ia mulai merasakan beberapa minuman didalam cangkir satu persatu dengan focus sambil memikirkan apa rasa yang terkandung didalamnya. Setelah cukup puas merasakannya, ia pun meletakkan cangkir teh terakhir dengan tenang dan anggun sambil tersenyum kearah para Lady yang memperhatikannya.


“Lady. Saya akan perbaiki beberapa kesalahan yang tadi Lady katakan mengenai minuman yang para lady’s lainnya coba”


“Nona Catrine. Anda sungguh keterlaluan” Kecam Sovea.


“Saya hanya perbaiki kesalahan yang lady perbuat. Jika tidak diperbaiki maka itu adalah aib. Saya rasa, lady yang lain pasti setuju kalau teh yang disebutkan oleh Lady Sovea berbeda”

__ADS_1


Prakkk. “Tidak mungkin” Sovea mulai memukul meja dengan agak keras. Suaranya naik satu oktaf. Ia tidak terima pengetahuannya tadi dikoreksi oleh orang seperti Cat.


“Lady Sovea. Saya rasa yang dikatakan oleh Lady Cat benar. Teh yang saya minum saat ini bukan dari sari daun Melati. Ini adalah teh dari malt atau biji-bijian dari gandum. Bukankah Lady tahu sendiri kalau saya tidak menyukai daun melati makanya Lady memberikan saya teh ini?” Tutur Milla yang membuat Sovea terdiam dan tercekat. Sebenarnya ia lupa kalau Milla tidak menyukai bau Melati. Untung saja pelayan tidak memberikan teh daun Melati


kepadanya. Bisa-bisa keluarga Archduke meremehkannya nanti. Ia mulai berkeringat.


“Benar. Ini adalah teh malt dari ekstrak biji-bijian yang disimpan dalam air dan disimpan dalam suhu lembab. Wahh selera Lady Milla sungguh sangat berkelas” Cat pun memuji Lady Milla.


“Benar sekali. Ini adalah ekstrak biji-bijian seperti yang disebutkan oleh Lady Cat. Anda ternyata mengetahuinya Lady Catrin” Oke Cat langsung mendapat umpan respon yang bagus.


“Lalu. Wah, teh yang diminum oleh Lady Yosi sangat khas. Teh yang diminum oleh Lady Yosi adalah minuman yang disukai para keluarga anak-anak Kaisar dinasti King. Ini disebut teh barley. Teh yang dicampur dengan susu yang belum lama ini menjadi lebih terkenal disana. Dan ini bukan teh dari batang sereh tentunya.” Cat memberikan


penekanan pada kalimat terakhirnya yang membuat Sovea skak mat dan lagi-lagi malu.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2