
“Saya akan berusaha semampu saya Yang Mulia” Jawab Ela yakin meskipun ia sedikit ragu karna racun yang ia lihat dari tubuh Cat.
Andrea dan yang lainnya menunggu dari tenda sebelah milik Raja Julian dan Ratu. Mereka menunggu dengan harap-harap cemas, begitu juga dengan Lewis, anaknya baru saja diambang kematian.
---
Angela dan anak buahnya sekuat tenaga menyelamatkan dan mengoperasi tubuh Cat. Setelah panah berhasil dilepaskan dari tubuh Cat, sesuatu mulai mengkhawatirkan dan ia merasa dirinya tak yakin dapat menyelamatkan dan menyelesaikannya. “Dokter, apa dokter baik-baik saja??” Tanya salah seorang perwat yang ikut membantu. Ia melihat wajah Angela yang pias yang telah dipenuhi keringat jagung disekitaran dahinya.
“A-aku butuh Ayah, R-racun ini sangat kuat” Angela menggigil hebat. Ia tak yakin bisa menyelamatkan Cat kecuali Ayahnya datang. Sebab ia butuh penawar racun yang hanya Ayahnya lah yang bisa membuatnya. Disela-sela operasinya, Angela keluar dengan langkah tak berani dan rasa ketakutan untuk menghadap Putra Mahkota dan Kaisar. Putra Mahkota yang masih setia menunggu diluar pun terlihat pucat saat Angela keluar dari dalam tenda
Cat.
“Apa pengobatannya sudah selesai?? Kenapa kau cepat sekali keluarnya?? Bagaimana keadaan Putri?” Rentetan pertanyaan Andrea membuat wajah Ela semakin pias.
“Bagaimana dengan Putriku nak Angela??” Tanya Lewis kepada Ela
“R-racunnya,,racunnya” Kalimat Ela begitu ngambang dan menggantung, membuat Putra Mahkota dan yang lainnya mendengar diliputi rasa penasaran yang dalam hingga bayangan rasa takut.
“Y-yang Mulia maafkan hamba” Angela berlutut seketika dihadapan Kaisar, Putra Mahkota dan yang lainnya. Kata maaf dari Angela membuat Andrea terlihat seperti sulit menguasai diri. Ia sedikit bingung mengartikan kata maaf dari mulut Angela, begitu juga yang lainnya. Seolah-olah anak ini tidak dapat menolong nyawanya atau memang Putri tidak dapat diselamatkan lagi “ Racun ditubuh Putri begitu kuat, mohon Yang Mulia segera memanggil Ayah hamba untuk segera membuat penawar racunnya”
“Racun di anak panah yang mengenai tubuh Putri adalah racun dengat tingkat tinggi sehingga tubuh Putri tak kuat melawan racun tersebut. Hanya Ayah hamba yang dapat membuat penawar racunnya hiks” Angela tak kuasa menahan dirinya sehingga ia menangis.
__ADS_1
“Cepat panggil dokter Cleython kemari. Suruh ia segera meracik racun yang ada ditubuh Putri” Titah sang raja yang segera dilaksanakan oleh anak buahnya.
Andrea berusaha sekuatnya menahan diri saat tahu racun yang didapat Catrin adalah racun berbahaya. Jika dia yang mendapat racun tersebut, mungkin ia masih bisa bertahan karna ia juga dilatih untuk bisa menahan tubuhnya dari berbagai racun. Sampai saat ini, para kesatria masih memburu pengkhianat yang masih berkeliaran didalam hutan. Phillip yang telah mengetahui kondisi Cat pun termenung disisi hutan yang agak jauh dari pemukiman
tenda.
Ia memegang anak panah bekas tusukan ditubuh Putri dengan kepalan kuat. Anak panah itu ia dapatkan setelah Angela memberikan kepadanya. Disisi lain Pangeran Ernest pun juga melakukan hal yang sama. Ia tak dapat melihat kondisi Cat karna Putra Mahkota selalu berada disisinya dan tidak diizinkan orang lain memasuki tendanya. Hal yang bisa ia lakukan adalah mengayunkan kudanya didalam hutan dengan kecepatan penuh.
Ernest melampiaskan amarahnya dengan mengayunkan kudanya bersama pengawal pribadinya memburu para penjahat yang telah melukai Catrinel. Disisi lain Pangeran Phillip juga melakukan tindakan yang sama. Ia menyuruh anak buahnya untuk mencari dimana pembuatan anak panah dan toko obat kimia di ibu kota untuk mencari jejak pelaku karna setahunya anak panah yang ia lihat sedikit berbeda dari anak panah biasanya yang tersebar di Skanea.
Kondisi Cat masih memburuk. Kedua pelayannya masih sibuk menjaga dan merawat Cat didalam tenda. Sementara Putra Mahkota masih setia menunggu disamping Cat yang masih belum menunjukkan tanda-tanda akan bangun. Kedua pelayannya menjadi canggung saat Putra Mahkota didalam tenda yang sama dengan mereka “Jangan hiraukan aku. Kalian tetap rawat saja dia” Ujar Andrea.
Shane datang memberi laporan kepada Andrea. Ia memasuki tenda Catrin karna Putra Mahkota hanya berada disana semenjak kejadian itu. “Bagaimana kelanjutannya??” Tanya Andrea usai Shane memberi salam hormat
tanpa melihat si empunya yang berada dibelakang punggungnya.
“Seluruh pasukan telah dikerahkan untuk mencari diseluruh hutan Yang Mulia. Hamba juga mendengar beberapa bawahan Pangeran Phillip juga mulai mencari jejak menggunakan anak panah dan senyawa racun di ibu Kota. Ia mulai mencari dimana pembuatan anak panah tersebut dan toko obat yang pernah dihampiri oleh si pelaku untuk membeli racun itu” Ujar Shane memberi laporan.
“Anak itu lumayan cepat. Ia langsung mencari sumbernya. Racun itu pasti dibeli oleh orang petinggi, bisa saja seorang bangsawan. Racun itu tidak bisa diperjual belikan dan harus ada izin khusus. Jika seseorang membeli racun tersebut, maka ia harus memberikan tanda stempel keluarganya.” Gumam Andrea sambil menatap wajah Cat yang masih pucat pasi itu.
dokter Cleython telah tiba dengan kudanya setelah melakukan perjalanan selama 1.5 jam dengan kecepatan penuh tanpa istirahat. Mendengar Putri Catrinel tunangan Putra Mahkota mendapat serangan panah beracun, ia lalu sigap mempersiapkan segala sesuatunya dan mulai meracik penawarnya. Andrea dan yang lainnya harus kembali menunggu diluar tenda untuk menunggu.
__ADS_1
Sementara Angela dan Ayahnya melakukan operasi kembali serta melakukan pembuangan racun dari tubuh Catrinel. Operasi yang dilakukan selama kurang lebih 3 jam itu membuat semua orang bergadang hingga pagi hari.
Luar biasanya Putra Mahkota yang tanpa sedikitpun istirahat dan setia menunggu Cat yang masih melakukan operasi didalam tenda bersama Angela dan Cleython.
Setelah 3 jam berlalu, Angela dan Ayahnya keluar dari tenda dengan mimic muka yang tidak semenakutkan Ela sebelumnya yang terlihat pias dan ketakutan karna belum berhasil menyelamatkan Cat. “Salam kepada Kaisar
agung Skanea dan Putra Mahkota” Salam Cleython saat menghampiri Kaisar, Putra Mahkota dan yang lainnya diluar tenda. “Cleython mari kita lupakan sejenak salamnya. Bagaimana dengan kondisi Cat saat ini?” Tanya Kaisar tergesa-gesa.
“Yang Mulia, Racun telah berhasil hamba bersihkan, namun karna racunnya telah mulai menyebar dan lambatnya kedatangan hamba saat ini membuat tidak seluruh racun bisa keluar.”
“Hhuhuuuuu hiks” Ibunda Cat tak kuasa menahan tangisnya sambil dikuatkan oleh Lewis disampingnya. “Apa yang terjadi jika racun itu masih mengendap ditubuhnya?” Tanya Andrea menyelidik.
Bersambung.
Ig : @yulia.fernanda__
Baca juga
* Cerita Julia dan Korea Selatan 2
* Love in Seoul City.
__ADS_1