The Future Princess

The Future Princess
Episode 121 / Kembali ke Skanea.


__ADS_3

“Johnyyyyyy” Teriak Putera Mahkota Felix menggema. Kesatria Johny terjatuh oleh sebuah tembakan diperut atasnya. Ela terdiam mematung saat akan memanggil bala bantuan untuk mengangkut satu tentara yang


sedang terluka, namun langkahnya terhenti saat seorang nama disebut berhasil mengalihkan perhatiannya. Ela sedikit menganga terdiam dan pelan-pelan melihat kearah sumber suara. Ela yang berhasil tertegun melihat kesatria Johny tersungkur dengan darah segar yang berhasil keluar dengan sempurna. Ela yang sudah dibutakan rasa takut segera berlarian menuju lelaki itu. “T-tidak” gumamnya berlari tanpa memperdulikan area sekitar yang sangat berbahaya bagi nyawanya.


“Dokter” Teriak salah satu team medis yang tidak sengaja melihat Ela berlarian ditengah-tengah hujanan tembakan yang sewaktu-waktu bisa saja menancap ketubuhnya. “Nona Ela” Gumam Felix yang saat itu menolong Johny yang hampir tidak sadarkan diri. “Johny sadarlah” Ungkap Felix menampar ringan pipi Johny.


Felix juga kembali melihat kea rah Ela yang masih berlarian ke arahnya. Entah mungkin ia ingin menyelamatkan Johny pikirnya namun ini sangat berbahaya bagi wanita itu. “Nona Ela jangannn” Teriakk Felix yang cukup terdengar ditelinga Johny. Ela tidak mengindahkan peringatan dari orang Skanea.


“I-itu nona Angela Clayton” Ujar Shane yang berada disamping Putera Mahkota Andrea.


“Apa??” Pikir Andrea tidak mengerti dan setelah itu ia melihat kearah wanita yang disebutkan “Cepat suruh mereka jangan menembak kearahnya” Teriak Andrea kesal memberi perintah. Namun tembakan demi tembakan dan panah tetap menghujani area tersebut yang entah kenapa Ela masih bisa selamat melewati bahaya tersebut.


“Elaa” Gumam Cat dan ia melirik kearah Felix yang sedang melindungi Johny yang sudah terluka dan tetap standby mengarahkan tembakan ke bala tentara musuh dengan satu tangannya.


“Sapp…” Satu tembakan berhasil mengenai pergelangan tangannya dan sontak senjata yang ia pegang terlepas dari genggamannya “Arghh” Rintih Felix kesakitan. “Yang Mulia” Teriak Cat disana dan ia pun juga ikut berlarian mengejar Felix yang terluka. “Yang Mulia” Teriaknya lagi hingga siempunya mendengar dan melihat kearah sumber suara.


“Cat, jangann” Ucapnya lirih mencoba menahan Catrin. Baik antara Ela dan Catrin, keduanya juga berlarian menuju kedua laki-laki tersebut.

__ADS_1


Ela yang tiba lebih dahulu segera meraih tubuh atas kesatria Johny dan menyandarkan tubuh lelaki itu dipangkuannya. “Tuan Kesatria” Lirihnya menangis. Air mata yang seperti aliran anak sungai itu membasahi antara kedua pipinya.


“N-nona” Panggilnya setengah sekarat. Ela mencoba aliran darah yang masih terus keluar dari balik peluru diperut atasnya dengan telapak tangannya. “Bertahanlah heughhh” Ujarnya menangis. “Yang Mulia, itu Catrin” Teriak Lewis yang tidak jauh dari sisi Andrea dan ia pun juga melihat wanita itu berlari seperti orang gila kearah Felix yang sedang terluka “Hentikan tembakannnnn” Perintahnya kepada pasukan.


“Yang Mulia” Teriak Cat memanggil Felix dengan raut wajah bersalah hingga jaraknya kini berdiri diantara Felix, Johny dan Ela yang lebih rendah darinya. Dan kini sosok Cat seperti melindungi ketiganya. Cat pun memutarkan tubuhnya kearah bala tentara Skanea.


“Sap” Sebuah busur panah menancap ditengah-tengah antara pangkal tangan kiri Catrin “Eugh”. “Tidak” Lirih Andrea dan Felix. “Tuan Putri!!” Gumam Ela terbelalak. Cat seperti akan runtuh jatuh ketanah, namun sekuat-kuatnya, ia bertahan dengan setengah lunglai.


“Turunkan senjata kaliannnnn” Titah Felix berteriak.


“Hentikannn!!!” Teriak Andrea yang menggema kedua kalinya dan itu membuat bala tentara Skanea benar-benar terhenti. Cat mulai pusing dengan bau-bau anyir darah yang bertebaran diberbagai arah. “Hentikan” Ucapnya sekuat tenaga berteriak. Kedua anak Marquess dan Marquess terdiam tidak percaya. Mereka yang tampak kelelahan membelalakkan kedua matanya sempurna. Lewis tidak kuasa menahan amarah dan kesedihannya. Catrin terluka cukup parah pikirnya.


“Akhh Catrin” Teriak Lewis. Cat yang kebetulan menangkap posisi Ayahnya tersenyum seketika saat ia melihat wajahnya yang semakin lebih cepat tua dan agak kurusan. “Ayah” gumamnya. Ela memperhatikan darah Cat yang basah dari dibalik bajunya. Dan tetesan darah yang sudah menumpuk diatas lantai. “Nona” Panggil Ela dari belakang. Dia juga ikut merasa bersalah karna ia menepis tembakan panah yang sebenarnya mengarah kemereka.


“Hen ti kannn” Brukkkk.. Cat akhirnya ambruk menahan anak panah yang menancap ditangannya. Banyak darah yang mengalir keluar dan membuatnya pusing hebat. Dan akhirnya tubuhnya ambruk tidak sanggup lagi menopang tubuhnya. “Catrin” Teriak Felix, ia segera bangkit dan mencoba menahan tubuh Catrin, mengangkat tubuh wanita itu sebagian dengan satu tangannya yang masih selamat.


“Lepaskan dia” Ujar Andrea dari belakang. Suaranya cukup dekat dan kini tubuhnya sudah berada dibelakang Felix. Sebuah todongan pistol sudah mengunci pergerakan Felix oleh Putera Mahkota Andrea. “Aku akan membawa tunanganku. Aku akan menghentikan peperangan ini dan membawa Catrin kembali ke Kerajaan Skanea. Kau sudah kalah” Tutur Andrea sengit.

__ADS_1


Cat yang hanya mendengar samar-samar tersebut tidak begitu yakin itu pemilik suara siapa. Tubuhnya serasa diangkat oleh seseorang. Cat merasakan aroma familiar yang tercium oleh indra penciumannya. “S-si a pa”


lirih Cat sebelum akhirnya ia pingsan total. “Sabar Cat, kau harus segera diobati terlebih dahulu” Andrea menggendong tubuh lemah Cat dan memandunya ke barak team medis.


Sebelum ia benar-benar pergi, ia melirik kearah Angela yang tampak menangis dihadapan seorang kesatria dari kekaisaran Imperial yang hampir sekarat. “Kau, segera bereskan urusanmu disini lalu kembali ke tempat asalmu” Ujar Andrea memberi perintah kepada Ela.  “Terima kasih Yang Mulia” Balas Ela sambil menundukkan pandangannya. Andrea lalu berlalu pergi membawa tubuh Cat. Wanita itu perlu diobati terlebih dahulu sebelum dibawa pulang ke kerajaan Skanea.


Tujuh hari berlalu pasca peperangan sengit antara Skanea dan Imperial. Catrin telah kembali ke kerajaan Skanea dengan kondisi terluka. Nyawanya yang hampir melayang karna berusaha menghentikan peperangan.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan


baca juga


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2