The Future Princess

The Future Princess
Episode 39 / Diambang kematian.


__ADS_3

Dan akhirnya anak panah itu menancap dipunggung kanan


“Akh…”


“Tidakkkkkk”


Bughhhhh……..


Cat terjatuh dibelakang Andrea setelah ujung panah menancap tepat dipunggungnya. Cat berhasil menyelamatkan Andrea dari marabahaya namun na’as tubuhnya terluka dan nyawanya yang menjadi terancam. “Catrin” Andrea seperti memanas, kepalanya dipenuhi rasa ketakutan yang luar biasa. Demi apa pun, jika saja itu dia yang mengalaminya, tak perlu wanita ini yang menjadi korbannya dan berkorban untuk dirinya.


“Bangunlah” Andrea mengutuk dirinya saat Cat menutup matanya tak menjawab panggilannya lagi setelah darah segar mulai mengalir dari balik anak panah. “Maafkan aku. Bangunlah” …


“Cepat hidupkan tanda dan panggil bala bantuan, dan cepat tangkap pengkhianat itu” Ungkap Shane kepada anak buahnya yang tak lama setelah itu obor panah dinyalakan dan dilayangkan ke atas udara berkali-kali agar bisa dilihat oleh pasukan lain. Henry yang terbakar emosi pun segera mengayunkan kudanya dan mencari penjahat tersebut bersama pasukan lain.


Syuttt….


Syuttttt..


Layangan api yang terbang kearah langit langsung terlihat dan dilihat oleh pengawal Raja di tenda tunggu para bangsawan dan Raja. “Ahhh itu adalah tanda.” Pengawal yang mengetahui hal tersebut langsung bergegas memberi perintah kepada bawahannya “ Cepat beritahu Raja dan Ratu. Sesuatu telah terjadi”


Raja dan Ratu yang mendengar hal tersebut langsung memberi perintah “Itu adalah tanda dari Putra Mahkota, cepat siapkan prajurit dan ikuti arah tanda obor tersebut” Segera pasukan prajurit yang diketuai oleh Panglima Lewis Ayah Catrinel segera meluncur ke hutan dan mencari jejak mereka. Pasukan berkuda yang berlari kencang melewati pohon-pohon rindang dan semak belukar yang begitu gagah melewati belantara tersebut sigap dan penuh wibawa.

__ADS_1


Sementara itu Andrea dan pasukannya segera meninggalkan tempat istirahat mereka dan berlari menuju tenda dengan kuda. Andrea pun menopang tubuh Cat yang tak berdaya dipangkuannya diatas kuda miliknya “Catrin bertahanlah” Ungkap Andrea yang bergitu cemas. “Bertahanlah. Kau tidak boleh mati”.


Dilokasi yang berbeda, simbol api tersebut juga terlihat oleh segerombolan Pangeran Phillip dan Pangeran Ernest. “Simbol apa itu??” Tanya Ernest kepada yang lain.


“Pangeran, itu adalah tanda meminta bala bantuan. Sepertinya terjadi sesuatu” Ujar salah satu pengawal. Perasaan Ernest begitu tak menentu. Seperti ada yang tak beres. “Chris, cepat cari tahu apa yang terjadi” Chris langsung merespon “Baik Pangeran” Langkah Chris langsung dihentikannya secara tiba-tiba. “Tidak-tidak, ayo kita kembali ke tempat perkemahan, perasaanku tidak enak” Ernest langsung mengayunkan kakinya dan kuda pun berlari meninggalkan tempat dan diikuti beberapa pasukan dibelakangnya.


Disisi lain pun Pangeran Phillip juga merasakan hal yang aneh. “Jika ada tanda seperti itu, pasti ada yang tidak beres. Perburuan sampai disini saja. Ayo kita kembali ke tenda” Pangeran Phillip pun melakukan hal yang sama. Menghentikan perburuan yang baru berjalan sebentar dan kembali ke perkemahan, tempat para wanita dan Raja menginap.


---


Lewis bergerak cepat menembus beberapa pohon yang menjulang tinggi ke atas. Ia penasaran, namun dibalik rasa penasarannya itu, ada perasaan yang lain dihatinya. Ada perasaan luka dihatinya. Namun luka apa?? Ia mulai bertanya-tanya. Apakah Putra Mahkota dalam keadaan bahaya?? Untuk itu ia meminta bala bantuan?? Tapi rasanya bukan itu, ada yang lain.


Lalu tak lama kemudian langkah kuda Lewis terhenti begitu saja ketika gerombolan pasukan Putra Mahkota terlihat dari kedua maniknya. Inilah rasa luka lain yang ia rasakan tadi, pemandangan tak lazim yang ia lihat semakin lama ketika kuda Putra Mahkota semakin mendekat ke arahnya. Dengan air mata yang tak sengaja jatuh dari pelupuk matanya, ia menyaksikan anaknya dipangkuan Andrea dengan posisi tak sadarkan diri dan anak panah yang tertancap dibalik punggungnya.


Lewis hampir tak menguasai diri dihadapan Putra Mahkota “T-tidak” Lewis mulai tak kuasai diri. “Sekarang bukan saatnya berteriak Lewis. Kita harus cepat membawa Tuan Putri ke tenda untuk segera diobatai”


---


Akhirnya para segerombolan pasukan Putra Mahkota dan Lewis mulai tiba di tenda perkumpulan utama. Raja, Ratu, Putri Ambelina, Momo dan para Putri bangsawan yang menunggu dengan penuh tanya dan kebingungan. Sekali lagi pemandangan berbeda terlihat ketika raut wajah Raja, Ratu dan yang lainnya seketika berubah saat melihat kondisi Catrinel yang sekarat dipelukan Putra Mahkota Andrea.


“Cepat panggilkan dokter Angela” Kalimat itu yang langsung keluar dari mulut Raja seketika saat melihat Andrea membopong tubuh Cat. Wajah Ratu, Putri Ambellina dan Momo pun tak kalah terkejutnya seketika ketika anak panah itu terlihat jelas menembus punggung kecil Cat. Alexa dan Bibi Rose pun seketika berteriak ketika melihat kondisinya saat Cat dimasukan ke dalam tendanya.

__ADS_1


“Tuan Putri??” Teriak Bibi Rose dan Alexa yang mulai membuat situasi semakin mencekam. Andrea segera meletakkan tubuh Cat diatas ranjang didampingi Angela yang datang bersamanya. Angela yang berada disamping


Andrea terkejut dengan wajah pias. “Y-yang Mulia. Darah Tuan Putri sedikit menghitam, pasti panah ini dilumuri racun” Andrea terkejut bukan main mendengar penjelasan sekilas Angela “Hamba mohon Yang Mulia dan yang lainnya menunggu diluar. Hamba harus segera menyelamatkan Putri”


“Tolong” Andrea mulai memohon dengan perasaan iba “Tolong selamatkan Catrin” Mungkin baru kali ini ia mendengar Putra Mahkota meminta tolong kepada seseorang dan itu adalah dirinya. Pria yang akan mewarisi


tahta ini baru saja memohon kepadanya dan permintaannya hanya ingin ia bisa menyelamatkan kekasihnya alias tunangannya, pria yang diyakini selama ini selalu mengacuhkan wanitanya itu dengan berbagai rumor negative tentangnya dan Putri Catrin.


“Saya akan berusaha semampu saya Yang Mulia” Jawab Ela yakin meskipun ia sedikit ragu karna racun yang ia lihat dari tubuh Cat.


Andrea dan yang lainnya menunggu dari tenda sebelah milik Raja Julian dan Ratu. Mereka menunggu dengan harap-harap cemas, begitu juga dengan Lewis. Anaknya baru saja diambang kematian.


 


Bersambung


ig : @yulia.fernanda__


Baca juga "


* Cerita Julia dan Korea Selatan 2

__ADS_1


* Love in Soul City.


__ADS_2