The Future Princess

The Future Princess
Episode 71 / Seperti kehilangan.


__ADS_3

“Kenapa katamu??? Karena wanita yang kau takuti itu adalah calon tunangannya” Sovea terdiam mencerna sebentar kata-kata itu dari mulut Ayahnya. Sudah seperti ratusan anak panah yang menghunus ke arahnya saat


ia mendengar kalimat itu.


“Putera Mahkota sudah mengeluarkan statement kalau Lady Catrin, putri dari Marquess Franklin sebagai calon tunangan Putera Mahkota yang akan menjadi Permaisuri istana. Kau telah berhasil membuat kedudukanmu


hilang begitu saja karena ulah tololmu itu” Kecam Daniel.


“Deg, deg, deg” Sovea terdiam seribu kata. Ia sangat-sangat malu. Wajahnya pucat pasi dengan bibir sedikit bergetar. Ia menurunkan pandangannya ke satu arah. Lalu bagaimana nasibnya kini pikirnya. Apakah jadinya ia akan dinikahkan dengan laki-laki yang ia tidak sukai??.


“Ha, sepertinya aku harus memikirkan kembali pinangan dari Duke Arthur untukmu.”


 Sovea terhenjak kaget saat mendengar kalimat terakhir dari mulut Ayahnya “Tidak Ayah. Aku tidak mau menikah dengan lelaki tua itu. Dia sudah memiliki 6 istri. A-aku tidak mau” Rengeknya saat memohon kepada sang Ayah untuk tidak menikahkan ia dengan si penguasa utara tersebut. Ia tidak ingin menjadi istri ke tujuh dari lelaki tua


yang hampir sebaya dengan Ayahnya.


Duke Arthur yang terkenal dengan kegilaan seksualnya itu membuatnya merinding. Ia juga pernah mendengar bahwa Duke tidak memilih-memilih wanita yang akan ditidurinya termasuk pelayan dikediamannya sendiri. Bahkan anaknya sendiri pun juga tidak terhitung lagi jumlahnya karna sankin seringnya ia berbuat demikian. Jika ia menikah dengan Duke Arthur, maka hidupnya tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak berarti.


“T-tidak Ayah, aku mohon” Sovea menangis memohon. Ia berusaha meraih tangan Ayahnya namun sang Ayah lekas menepisnya. Ia terlalu jijik untuk menyentuh jemari anaknya yang tidak tahu malu. Dan Viscount Daniel pun berlalu pergi meninggalkan sisa kepiluan Sovea yang masih meraung-raung tak terima. Viscountess hanya bisa menenangkan rengekan anaknya.

__ADS_1


Kerajaan Imperial telah membalas surat yang belum lama Skanea kirimkan. Pihak Imperial telah mengeluarkan izin kepada Skanea untuk memasuki wilayahnya untuk bala tentara dan kesatria Skanea. Saat surat balasan diterima oleh kerajaan Skanea, keesokan subuhnya Putera Mahkota Andrea dan yang lain mulai bersiap-siap. Pada malam sebelumnya Andrea menyiapkan segala keperluannya selama disana termasuk rute-rute yang akan dilalui besok.


Setelah izin didapatkan, para kesatria dan pengawal kerajaan Skanea mulai bergerak dari arah semenanjung barat Skanea yang tentu saja dikomandoi oleh Ayah Catrin dan dipimpin langsung oleh Putera Mahkota Andrea. Tentu saja kedua kakak laki-laki Catrin ikut dalam pencarian. Pergerakkan ini tak obahnya seperti perjalanan menuju perang. Skanea menurunkan bala pengawal kerajaan 100 orang termasuk para kesatria dari keluarga Dominique.


“Catrin. Aku pasti akan menemukanmu” Gumam Andrea duduk diatas Kuda miliknya. Ia akan bersiap-siap melakukan perjalanan bersama pengawal lain. Semua persiapan hampir selesai. Pihak Imperial berbaik hati


menyediakan kediaman serta pelayan untuk Andrea dan para pengawalnya yang tidak jauh dari istana kerajaan Imperial. Baguslah, ia tidak perlu repot-repot membawa pelayan ke Imperial.


Semua bala kesatria kerajaan telah berkumpul. Hanya tinggal menunggu perintah dari mulut Andrea, maka semuanya langsung bergerak menuju Semenanjung barat yang berbatasan langsung antara Skanea dan Imperial.


Andrea menggerakkan pelana Kudanya hingga si Kuda tersebut bergerak pelan berjalan lalu memutar kearah para kerumunan kesatria termasuk adanya Ayah Catrin dan kedua kakak laki-lakinya.


yang membuatnya bosan.


“Ingat misi kali ini adalah menemukan calon Putri Mahkota Kerajaan. Menemukannya baik dalam keadaan hidup atau pun jasadnya”


“Deg”. Jantung Andrea berdetak, mulutnya sedikit tercekat dengan kalimatnya sendiri. Ia tidak ingin kata-kata yang mengiris perih itu keluar dari mulutnya. Ia berarap menemukan sosok Catrin dalam keadaan hidup, bukan sebaliknya. “Perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 2 hari. Jadi persiapkan diri kalian dan kita akan


Sepatah dua patah dari Andrea telah didengar. Ketika pewaris tunggal itu memerintahkan untuk mulai, maka seluruh kesatria pun langsung bergerak. Mereka mulai mengatur kecepatan kuda dalam mode pelan karna mereka membawa persediaan makanan dan segala perlengkapan selama pencarian disana.

__ADS_1


“Nona. Sebaiknya nona berada didalam kereta saja. Cuaca diluar sedang dingin” Ucap salah satu bawahan Ela. Ia mengeluarkan setengah kepalanya untuk membujuk Ela masuk didalam kereta. Ia merasa tidak enak atasannya malah menaiki Kuda sementara ia dan rekan lainnya malah enak-enakkan duduk didalam.


“Aku tidak nyaman berada diluar. Aku lebih suka menaiki kuda sambil melihat situasi” Ujar Ela. Beberapa anak panah yang menggantung disisi Kudanya sengaja ia siapkan termasuk Busur panah. Ia tidak begitu ahli dalam pedang, tapi ia bisa sedikit memanah. Selain ilmu medis yang ia kuasai dari sang Ayah, ia juga bisa ikut turun langsung saat berperang, tidak. Untuk kata berperang mungkin ia belum layak. Setidaknya cukup untuk


bertahan hidup dan melindungi dirinya.


Ela menengadahkan pandangannya kearah langit gelap yang mulai berangsur-angsur berubah terang. Disaat tengah malam tadi ia masih bersiap-siap menyiapkan segala keperluannya selama disana. Meski pun ini bukan bepergian untuk berperang, tapi ia harus tetap menyiapkan beberapa supply obat-obatan dan alat penunjang medis sederhana lainnya dalam jumlah terbatas.


Ela memperhatikan punggung kokoh Andrea dari belakang. Terlihat jelas dari sana bahwa pria itu kelelahan karna sibuk mencari tunangannya yang hilang. Dulu ia berfikir bahwa lelaki bengis dan cuek itu tidak mungkin menyukai Catrin. Tapi dari sini pikiran itu berhasil lenyap dengan sikap Andrea yang seperti kehilangan.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2