The Future Princess

The Future Princess
Episode 101 / Kediaman baru.


__ADS_3

“Buku??” Tanya Banny penasaran saat melihat seonggok buku. “Selamat Pagi calon kakak ipar ku dan selamat pagi tuan Banny. Yup ini adalah kumpulan buku yang aku ambil dari pustaka mini milik Lucas kecil dan Ayahnya tuan Mario.”


Putri Rani meraih salah satu novel dan memperlihatkannya kepada mereka. “Ini adalah sampel novel yang akan diterbitkan besok.” Novel yang bertuliskan Putri bangsawan dan penjaga istana itu telah rampung dan akan diterbitkan besok. “Rencananya aku akan mengajakmu kesana untuk melihat proses akhir sampai buku-buku ini diedarkan”


“Ahh syukurlah bukunya sudah hampir selesai. Saya sangat berterima kasih kepada Tuan Putri dan Pangeran Ren yang sudah membantu mereka untuk menjual buku-bukunya”


“Seharusnya kau berterima kasih kepada saudaraku ini. Dia yang meminjamkan salah satu mansionnya untuk tempat tinggal mereka. Aku hanya sekedar mengenalkanmu kepada mereka saja” Putri Rani tampak besar kepala dan bangga. Kalau bukan karna statusnya belum tentu buku ini bisa diterbitkan.


“Belas kasih Pangeran Ren memang tiada tara” Ungkap Cat dengan sopan sambil membungkukkan tubuhnya dihadapan Ren.


“Aku hanya membantu sekedar itu saja.” Ujar Pangeran Ren buang muka. Padahal dibalik itu pipinya sudah seperti semerah kepiting rebus.


Putri Rani memperhatikan kostum baju yang dipakai Cat.


“Apa kau sedang berlatih sesuatu??” Tanya Rani menyelidik.


“Ahh mulai kemarin saya belajar berkuda Putri. Saya ingin mengasah kemampuan saya dalam beberapa hal” Balas Cat.


“Beberapa hal??, berarti ada beberapa yang akan kau pelajari juga??”


“Ohh apa karna kau akan memasuki istana, jadi kau belajar beberapa etika seperti tata krama, politik, ekonomi, seni, music dan lain-lain??”


“Ah bukan-bukan seperti itu tuan Putri. Saya hanya melatih fisik saya dengan ilmu bela diri. Sepertinya saya suka dengan yang berbau seperti itu” Balas Cat sedikit repot.


“Ohh begitu” Ujar Rani singkat.

__ADS_1


“Kalau begitu saya permisi untuk siap-siap Pangeran Ren dan Putri Rani” Cat meninggalkan kedua adik kembar tersebut. Ia harus bergegas untuk pergi ke kediaman tuan Mario dan Lucas. Mungkin sudah jalan seminggu saat terakhir kali ia bertemu dengan mereka. Ternyata prosesnya sangat cepat pikirnya.


Tokk tok tok. Suara ketuka pintu kamar Cat berbunyi. “Cat ini aku Kak Banny. Bisa aku masuk??” Cat yang saat itu sedang didandani rambutnya langsung membalas.


“Masuk kak, rambutku sedang dirapikan” Balas Cat dari dalam kamarnya.


Banny pun masuk setelah mendapatkan respon dan izin dari yang punya kamar, ia menampakkan diri dan hanya berdiri didepan pintu.


“Sepertinya kakak tidak bisa menemanimu pergi. Ayah memanggilku dan sepertinya ini mengenai pekerjaan” Ungkap Banny sedih dengan ekspresi menyesal.


“Tidak apa-apa kak. Lain kali saja kita pergi bersama.” Tutur Cat


“Kau tidak masalah??” Ulang Banny meyakinkan Cat. “Tentu saja tidak kak. Ini kan mengenai pekerjaan. Tidak mungkin Cat melarang kakak”


“Baiklah, kalau begitu kakak permisi dulu” Dengan sedikit menyesal, Banny kembali dan meninggalkan kamar Cat.


“Kenapa tuan Banny tidak ikut dengan kita??” Tanya Pangeran Ren memecah kesunyian.


“Ayah memanggilnya, sepertinya ada beberapa pekerjaan yang harus mereka kerjakan Yang Mulia” Balas Cat.


Tidak lama, kereta kuda pun tiba disebuah mansion megah. Mansion yang dipinjamkan kepada Mario dan anaknya Lucas untuk melakukan pekerjaan pembuatan Novel sekaligus tempat tinggal sementara.


“Salam kepada Nona Cat, nona Rani dan tuan kecil Ren” Salam sapa sambutan dari Mario dan anaknya didepan kediamannya tersebut. Mereka terlihat lebih rapi dan manusiawi ketika memakai pakaian yang lebih pantas.


“Halo tuan Mario dan Lucas. Bagaimana pekerjaan kalian dan kenyamanan kalian selama disini??” Ungkap Putri Rani membalas saapaan mereka.

__ADS_1


“Saya sungguh sangat berterima kasih atas kebaikan nona-nona dan tuan. Saya akan sekuat tenaga membuat novel-novel yang menarik untuk nona-nona dan tuan juga. Dan saya akan membalas kebaikan yang telah


kalian berikan kepada kami”


“Aku tidak perlu” Pinta Ren karna ia tidak hoby membaca hal yang seperti itu. “Saya juga berterima kasih karna kalian mengirimkan beberapa pengawal untuk menjaga kediaman ini. Sepertinya ini terlalu berlebihan” “Tentu saja, ini kan kediaman milik keluarga ker…. Umm” Rani segera menutup mulut Ren yang hampir keceplosan mengatakan itu adalah kediaman milik anggota keluarga kerajaan.


“Kau gila?” Bisiknya ke telinga Ren kesal. “Maafkan aku” bisiknya kembali dan Rani pun melepas bungkaman tangannya. Mereka pun masuk kekediaman “Silahkan masuk tuan dan nona-nona” Pinta Mario. Suasana didalam kediaman itu memang sangat luas dan megah. Ada beberapa tempat yang sedang direnovasi.


“Apakah yang sedang direnovasi itu perpustakaan yang kau sebutkan saat itu” Tanya Pangeran Ren. “Benar tuan. Berkat izin dari tuan tempat yang awalnya gudang tersebut dijadikan perpustakaan dan akan dibuat lebih besar nanti sekaligus ruang bekerja anak saya nanti” tutur Mario.


“Lalu darimana para pekerja itu datang??. Apa kau punya dana pibadi untuk membayar upah mereka??” Tanya Ren kembali. “Mereka adalah orang suruhan yang diberikan nona Cat untuk merenovasi tempat ini.”


“Dengan sebesar itu, memangnya kau punya berapa buku tuan Mario??. Bukannya kemarin kau hanya memiliki beberapa rak buku saja??” Tanya Rani curiga.


“Saya sudah membeli beberapa buku untuk menunjang kreatifitas Lucas, nona Rani. Saya juga membeli tambahan buku lainnya seperti tata krama, filosofi, seni budaya, sejarah dan lain-lain untuk menambah ilmu lucas.” Ujar Catrin menjelaskan.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2