The RoofTop Girl

The RoofTop Girl
Penemuan Mayat


__ADS_3

Galih


Tubuhnya mendadak kaku mendapati Audrey keluar lagi dari kamar, entah mau apa gadis itu, mungkin Audrey juga syok melihat pria selain dirinya di ruangan ini hingga membuat Audrey langsung berbalik dan berlari ke kamar, tak elak setelahnya dia menjadi bulan-bulanan Dimas.


"Jiaaaahhh, Galih!"


"Hahaaaaa, sudah berani sekarang ya."


"Ckkkk, udah berapa ronde sama dia?"


"BRENGSEK apaan!" ia membelalakkan mata kesal.


"Hei, lihat gadis itu memakai pakaianmu, kalian....."


"Apa?" ia kembali mendengus kesal.


"Gadis itu tidak memakai bra, aku lihat sesuatu dari balik kaosnya...hahahaaaa!" Gelak Dimas mengejeknya.


Ya Tuhan, dasar mesum, aku saja tidak menyadari apa-apa sejak tadi...


"Jadi siapa dia? pacar atau apa?, sudah bisa move on dari Donna ternyata, baguslah." Dimas kembali terkekeh jahil.


Dia bingung harus menjelaskan dari mana pada Dimas, menemukan gadis itu di jalan lalu mengajaknya menginap di apartemen, sungguh cerita yang sangat lucu sekali.


.


.


.


Dimas


Kepalanya berdenyut hebat sebab bunyi telpon yang tiba-tiba membangunkan nya, sudah pukul enam pagi ternyata. Yah, puas mengejek Galih semalam, ia tertidur di sofa dalam unit apartemen nya sendiri, dengan malas ia menggeser icon hijau itu.


"Haloo."


"Dim, merapat, ada kasus baru." Suara rekan kerjanya terdengar dibalik telpon.


"Apaan?"


"Penemuan mayat di hotel, langsung ke TKP aja, tim udah ngumpul."


"Kirim lokasinya."


"Daerah Menteng, hotel BP."


***


Breaking News :


Seorang pria berinisial YY usia 58 tahun ditemukan tewas di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Polisi menyebut YY sempat mengajak perempuan pekerja seksual komersial (PSK) ke dalam kamar hotel. Hal ini di dapat dari hasil rekaman CCTV, namun sayangnya PSK yang belum diketahui identitasnya itu telah melarikan diri dari lokasi.

__ADS_1


Belum diketahui penyebab kematian YY. Di duga korban telah meminum obat kuat sebelumnya.


***


Dia menghela nafas pelan saat membantu memindahkan jenazah kedalam kantong mayat, kondisi jenazah sudah sedikit kaku, kemungkinan waktu kematian sudah lebih dari enam jam dengan mulut mengeluarkan busa, rencananya jenazah akan dibawa ke Rumah Sakit guna keperluan autopsi.


Ia mengambil dompet dan ponsel sang mayat, tidak ditemukan apa-apa lagi disana selain itu. Lokasi kamar sudah dipasang Police Line berwarna kuning, pertanda tidak ada yang boleh masuk area selain petugas dan penyidik.


"Saya perlu rekaman CCTV disini." Ujarnya.


"Sudah, sama bang Elan." Ricky teman timnya menyahut.


"Siapa yang menemukan jenazah pertama kali?"


" Saya pak," seorang petugas hotel mendekat padanya.


"Bisa ceritakan kronologi kejadian?"


"Siap pak, Pagi tadi sekitar jam setengah enam saya melewati kamar ini, pintu kamarnya terbuka setengah, dari luar saya bisa lihat seseorang tergeletak dilantai, terus saya gedor pintu, tidak ada jawaban, saya beranikan untuk masuk, pas saya masuk, saya temukan mayat pria itu disana pak, mulut nya berbusa."


"Yang check in atas nama bapak ini?"


"Bukan pak, yang check in pertama kali, seorang wanita, sepertinya bapak ini hanya pelanggan."


Dimas mengangguk, kemudian berjalan kearah Elan, beberapa wartawan sudah berkumpul di ujung koridor menunggu hasil penyidikan.


"Sudah di check CCTV nya?"


"Sudah bang, dari data CCTV korban masuk kamar pukul 22.00 WIB, kemudian pukul 22.25 WIB, tampak gadis diduga seorang PSK yang melayani korban berlari keluar, setelah itu tidak ada yang mendekati kamar lagi."


"Dari kondisi korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, namun di dalam dompet korban ditemukan beberapa pil sejenis obat kuat."


"Kemungkinan korban terkena serangan jantung karena mengkonsumsi obat kuat."


"Kita harus temukan wanita PSK itu dulu, dia saksi tunggal dari kasus ini, sebelum hasil dari tim forensik keluar." Ucap Dimas sambil membuka rekaman CCTV.


Netra nya menatap tajam layar yang menampakkan detik-detik setiap scene, sampai tiba seseorang keluar dari kamar.


"Stop..stop! pause kan!"


"Coba perbesar..."


"Lagi.."


"Lagi.."


Degg..


Jantungnya mencelos kala melihat sosok wanita dalam layar, tubuhnya bergetar, jelas dia syok, karena wanita itu mirip dengan gadis yang ada di apartemen sahabatnya semalam.


"Kenapa bang?" Toleh Elan padanya.

__ADS_1


"Abang kenal wanita PSK itu? atau pernah jadi pelanggan?" Goda Elan yang melihat ekspresi keterkejutannya.


"Gak lucu!" Dengusnya dongkol sambil meninju pundak Elan.


"Saksi sudah dalam genggaman, kamu pelajari lagi rekaman nya, Abang keluar sebentar."


"Siap bang."


***


Galih


Ia baru saja selesai mandi pagi itu dan bersiap ke Rumah Sakit saat ponselnya berdering entah untuk keberapa kali, dilihatnya layar, kontak Dimas memanggil.


"Haloo, ada apa Dim?"


"Gadis itu masih disana?"


"Audrey? iya masih, kenapa?"


"Gila kamu Lih, sudah berani main-main sama PSK!"


"Apa? maksudnya apa?" Ia mengeryit heran.


"Tahan dia, jangan sampai keluar dari apartemen, dia wanita PSK yang jadi saksi tunggal penemuan mayat pria di hotel Menteng pagi ini, aku masih di TKP, bentar lagi kami jemput gadis itu."


Mendadak ia oleng, kepalanya berdenyut hebat.


Audrey, dia pelacur?


Gadis itu...


Ingatannya kembali ke beberapa jam yang lalu, dimana dia melihat Audrey yang pucat dengan baju robek berlari ditengah hujan.


"Jadi, kenapa malam-malam keluyuran dengan baju robek?"


"Saya hampir dilecehkan dok?"


"Kamu yang mengundang untuk dilecehkan dengan memakai dress seperti itu, lagian kenapa juga keluar malam-malam. Malam itu waktunya belajar terus tidur."


Dia meraih ponselnya lagi dan menghubungi Dimas, pada panggilan kedua, telpon diangkat.


"Kami lagi on the way kesana, ada apa Lih?"


"Apa ada kemungkinan dia yang membunuh korban?" Suaranya tercekat saat mengatakan itu.


"Belum bisa dipastikan, status nya saat ini masih saksi sampai hasil autopsi jenazahnya keluar, tapi dari kondisi korban sepertinya tidak, gadis itu tidak membunuhnya, dugaan sementara korban meninggal karena serangan jantung."


To be Continue...


like dan komentar nya reader sayang...

__ADS_1


Keterangan:


Berita diambil dari detikNews.com edisi Februari 2021.


__ADS_2