The RoofTop Girl

The RoofTop Girl
Snow...


__ADS_3

Aurora


Bandara sangat bertolak belakang dengan keadaan diluar. Disini sangat ramai. Ia suka bandara. Menurutnya ini tempat paling kontradiktif. Tempat mengucap selamat tinggal, sekaligus menyapa selamat datang. Tempat meninggalkan masa lalu, sekaligus menginjak masa depan. Tempat meninggalkan cinta lama, sekalipun menyambut cinta baru. Bandara sama sepertinya, kontradiktif.


Ahaaa, akhirnya doanya terwujud. Badai salju semakin menjadi-jadi sehingga beberapa penerbangan terpaksa dibatalkan. Termasuk penerbangannya. Dari pengumuman, masih belum bisa dipastikan kapan pesawatnya bisa berangkat. Pihak maskapai menawarkan hotel untuk setiap penumpang, namun ia menolak.


Ia memilih untuk berdiam disini, sendirian.


Puas menatap salju yang makin menimbun landasan pacu, ia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Masih banyak orang di ruang tunggu. Sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kembali ia menatap kaca sambil merapatkan jaketnya, menatap bayangannya sendiri.


Melihat tumpukan salju, entah mengapa ia merasa sepi. Atau mungkin selama ini ia memang merasakan sepi, hanya saja ia selalu berhasil menutup-nutupinya. Namun tidak saat ini. Tumpukan salju membuatnya terpaksa mengeluarkan sisi melankolis yang ternyata masih ia punyai.


Tadi barusan ia menelpon mama, memberi kabar bahwa penerbangan ditunda.


Seperti biasa mama akan sangat panik, menyarankan ini itu yang terkadang membuatnya jengah sendiri. Ia penasaran bagaimana dulunya kisah mama dan papa dimulai, keduanya terlihat sama-sama soplak namun saling mengisi.


Pria itu datang lagi, si pilot muda yang ia taksir seumuran dengannya, yang beberapa menit lalu menawarkan secangkir kopi panas padanya. Tampan, dengan kulit sedikit gelap yang membuatnya terlihat trough, tubuh tinggi proporsional dengan dada bidang yang di balut seragam pilot. Membuat wanita manapun akan refleks menelan liur melihat sosok seperti itu.


"Hai.." Ia mengernyit heran saat pria itu kembali menyapa, sok akrab.


Alih- alih menjawab ia mengalihkan pandangan ke arah luar jendela kaca.


"Aurora..."


Degg


Kali ini ia tak bisa untuk tidak menatap pria itu, jelas-jelas ia tidak pernah menyebutkan namanya tadi, mereka belum berkenalan dan ia tidak sedang memakai name tag hingga orang lain dengan mudah menyebut namanya.


"Abi...Nama saya Abi."


"Dari mana anda tau nama saya? how did you know?"


"Jadi benar nama kamu Aurora? padahal aku cuma nebak tadi." Kekeh pelan pria yang baru saja memperkenalkan diri sebagai Abi itu.


"Maaf, aku sedang tidak ingin bercanda." Ia menatap jengah pada sosok pria yang sekarang sudah mengambil posisi berdiri sejajar dengannya itu.

__ADS_1


"Pernah lihat foto kamu.."


Dan sekali lagi ia menatap Abi penuh selidik.


"Di kamarnya teman aku, satu batch yang sama waktu sekolah penerbangan, tapi dia ngambil flight domestik."


"Kamu sepupunya Fatih kan?"


Ia tersentak, hampir limbung, hingga harus mundur satu langkah dari posisinya berdiri sekarang.


What? sepupu dia bilang, Fatih... hahaaaaa


Foto? Oh mungkin foto yang diambil waktu kami nonton bioskop bertiga, ia, Fatih dan mbak Ara, yang diletakkan di kaca meja belajar pria itu.


Ia tersenyum tipis, jadi Abi temannya Fatih. Dan ia sepupunya Fatih, begitu kan, yah seperti itu.


"Sorry, aku gak kenal teman-teman dari sepupuku."


"Kata Fatih kamu gak pernah pulang ya?"


Ia mengangguk sekilas,"Lagi banyak kerjaan."


"Kalau Fatih tetap kekeuh di flight domestik, gak bisa jauh dari Kikan katanya." Abi tersenyum simpul melanjutkan ocehan.


"Kikan?" Aku membeo.


"Iya, Kikan pacarnya Fatih, kamu gak tau?"


Hohooo...just am I??


Ia tertawa sumbang sambil geleng kepala, "se-pu-pu ku tidak pernah menceritakan kisah cintanya." Ucapnya pelan nyaris seperti desisan, agak sinis.


.


.

__ADS_1


.


Abi


Tidak ada yang menyukai delay, termasuk ia. Itu hanya menghambat waktunya untuk tiba dipetualangan selanjutnya.


"Banyak yang mengomel diluar." Zaki, yang menjadi kopilot di penerbangan ini, tiba-tiba menghampirinya.


Itu bukan hal baru. Penerbangan yang terpaksa delay selalu menimbulkan masalah dimana saja. Mulut-mulut menggerutu yang tidak habis-habisnya berkeluh kesah, seolah gerutuan mereka bisa menghentikan salju yang turun.


pihak penerbangan telah memberi alternatif hotel sebagai tempat beristirahat sementara. Sebagian setuju, namun ada juga beberapa penumpang yang memilih untuk tetap tinggal di bandara.


Ia keluar mengarah ke bangku tunggu saat dilihatnya suasana sedikit sepi, para penumpang yang menggerutu memilih untuk pergi ke hotel. Baru saja ia berjalan beberapa langkah, dilihatnya sosok perempuan yang berbeda dari yang lain. Tidak menggerutu apalagi mengomel, bahkan lebih terlihat seperti menikmati penerbangan yang tertunda ini.


Ia mengambil posisi duduk di sebelah peremluan itu, menawarkan kopi namun dengan tegas ditolak.


Dan sekarang, untuk kedua kalinya ia berusaha untuk menyapa. Entah mengapa gadis itu memiliki magnet tersendiri baginya untuk mendekat. Wajah oval, hidung mancung, tubuh tinggi, dengan kaki jenjang yang sexy. Ia tebak pasti gadis ini seorang model.


Namun ia langsung menyadari saat benar-benar melihat wajah sang gadis dari jarak dekat,


Aurora...


Yah, gadis ini yang diakui Fatih sebagai sepupu pria itu. Yang langsung membuat aliran darahnya terjun bebas saat pertama melihat foto Aurora di kamar Fatih.


The next target...


Ia memang seorang pecinta wanita yang senang berpetualang, yang yah sering juga having one night stand dengan berbagai jenis wanita, termasuk pramugari yang menurutnya cantik. Baginya tidak perlu bermain hati untuk merasakan kenikmatan sesaat.


Tapi Aurora ternyata bukan tipe wanita seperti banyak wanita yang ia kenal. Aurora sepertinya tidak mengenal istilah one night stand, itu dapat dilihat dari gesture tubuh dan pembawaan gadis itu ketika berbicara. Dan tidak mungkin juga ia akan bermain-main dengan sepupu sahabatnya bukan. Jelas Fatih segera membuatnya tidak bisa terbang lagi jika berani macam-macam.


But she's interesting...


Apa salahnya dicoba bukan?...


To be Continue...

__ADS_1


Happy reading yaaa


jangan lupa like dan komentarnyaaaaaa


__ADS_2